Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana akan menerapkan sistem distribusi tertutup LPG 3 kg. Cara ini dinilai mampu menggurangi subsidi gas yang tidak tepat sasaran dan menghemat anggaran sampai 15 persen.
“Hemat dari sisi kebocoran, 10-15 persen, tapi jika kita sesuaikan dengan program hanya untuk miskin maka yang berhak 15 jutaan RT, dan 2,29 juta usaha,” kata Direktur Jenderal Minyak Gas Bumi Kementerian ESDM I Gusti Nyoman Wiratmaja di Jakarta, Jumat (9/9).
Selain itu, sistem subsidi tertutup juga memberikan manfaat lain terutama untuk para ibu rumah tangga karena pasokan gas khususnya LPG 3 kg bisa terjamin. Nantinya, masyarakat akan diberikan kartu tanda bukti sebagai pihak yang berhak mendapatkan subsidi.
“Untuk melaksanakan program ini tantangannya banyak siapkan infrastruktur jika program dilaksanakan penuh maka harus disiapkan tabung LPG 5,5 kg, siapkan kartu dan sosialisasi. Tapi kita telah koordinasi dengan Pertamina dan Pemerintah Daerah,” imbuhnya.
Wiratmaja menambahkan, uji coba ini baru dilakukan di Tarakan, Kalimantan Utara. Jika berhasil, maka uji coba akan diterapkan di daerah-daerah lain.
“Wilayah yang tertutup, dulu sempat Tarakan, Batam, dan Bali. Namun Pemda Batam dan Bali menolak, sementara Tarakan membantu jadi dijadikan pilot project,” jelasnya (mdk|dwk)








