Home / Arsip / Arsip 2016 / Internasional / Reviews

Kamis, 11 Agustus 2016 - 11:49 WIB

Inilah Penyebab Google Maps Hapus Peta Palestina

Viewer: 677
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 11 Detik

Tindakan Google menghapus peta Palestina di Google Maps dan memasukkan wilayah tersebut ke Israel karena mengacu kepada PBB tentang status Palestina. Hal ersebut dikatakan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

Terkait hal itu, Indoensia sendiri belum bersikap. Sebab menurut Rudiantara, akan berkonsultasi dengan menteri luar negeri karena berkaitan dengan politik internasional.

“Google itu mengacu kepada PBB, Palestina itu adalah statusnya adalah observer, belum menjadi anggota penuh,” kata Rudiantara, kepada wartawan, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (10/8).

Pemerintah Indonesia sendir kata Rudiantara, mendukung agar dunia mengakui eksistensi Palestina. Rudiantara menegaskan, posisi Indonesia terhadap Palestina jelas, yaitu mendukung kemerdekaan Palestina.

Baca Juga  Ini Sanksi Pilot Heli Polri Angkut Pengantin Tanpa Izin

“Jadi, politik luar negeri terhadap Palestina itu sudah sangat jelas mendukung. Tetapi saya cek kepada teman-teman, mereka mengacunya kepada yang lebih tinggi, yaitu di PBB. Setahu saya Palestina itu statusnya itu belum menjadi anggota penuh PBB. Mungkin itu,” kata Rudiantara.

Seperti diberitakan sebelumnya, Google menghapus peta Palestina pada 25 Juli lalu. Sikap itu mengundang protes penduduk dunia. Ribuan orang pun menandatangani petisi mengecam google. Forum jurnalis Palestina mengklaim bahwa penghapusan tersebut merupakan bagian dari skema Israel untuk membuat legitimasi.

Baca Juga  Kisah Aiptu Tutut Nyamar Jual Gorengan Demi Ungkap Pungli SIM

“Ini merupakan skema membumikan nama Israel sebagai negara yang sah untuk generasi mendatang dan menghapus nama Palestina selamanya,” tulis pernyataan forum jurnalis tersebut.

Lebih lanjut, para jurnalis Palestina tersebut menilai Google berupaya untuk mematikan sejarah, geografi atas tanah air mereka.

“Langkah ini sebagai upaya untuk merusak memori rakyat Palestina, Arab dan dunia,” lanjut forum itu (pjkst|dwk)

Happy
Happy
50 %
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
50 %
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Internasional

Kamala Harris Tegas Tolak Klaim Tiongkok Terkait Laut China Selatan

Berita

Korban Gempa-Tsunami Sulteng Mulai Dimakamkan Secara Massal Hari Ini

Internasional

Gelandangan Terobos Pangkalan AS yang Simpan Air Force One

Berita

Biara Terkenal Usia 1000 Tahun Terbakar

Reviews

Letjen (purn) Djamari Chaniago Didesak Minta Maaf ke Prajurit TNI Korban Pengeroyokan

Arsip

Mahalnya Toilet Para Anggota Dewan, Sampai Miliaran Rupiah

Berita

orangtua murid di Kalbar tonjok guru hingga masuk RS
Foto aksi tolak RKUHP di depan gedung DPR

Berita

Media Asing Soroti Ancaman RI Jadi Otoriter usai Sahkan KUHP Baru