Home / Arsip / Arsip 2016 / Nasional / Reviews

Rabu, 10 Agustus 2016 - 10:37 WIB

Tak Cuma Partai Politik, Pendukung Risma Juga Ikut “Perang”

Viewer: 583
0 0
Terakhir Dibaca:3 Menit, 18 Detik

Tensi politik jelang perhelatan Pilgub DKI 2017 kian panas. Bukan cuma soal tarik menarik dan saling serang antar partai politik, perang pendukung bakal calon gubernur DKI juga meramaikan kontestasi.

Tri Rismaharini yang belakangan paling banyak dikaitkan dengan Pilgub DKI. Meski Risma belum tegas menyatakan siap maju, PDIP juga belum menentukan calonnya, tapi sejumlah partai politik dan sejumlah elemen masyarakat meminta Wali Kota Surabaya itu dibawa ke Jakarta.

Bahkan, mayoritas partai yang tergabung dalam koalisi kebersamaan ingin Risma dicalonkan oleh PDIP. Namun hingga kini, PDIP tak bergeming, tak mau terburu-buru menentukan calon di Pilgub DKI.

Panasnya konstelasi politik tak hanya terjadi di partai, tapi merembet ke para pendukung. Khususnya pendukung yang ingin Risma dibawa ke Jakarta dan pendukung yang tak ingin Risma pergi dari Surabaya.

Puluhan perempuan mengatasnamakan diri Aliansi Perempuan Jawa Timur misalnya. Mereka melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Kota Surabaya. Aksi itu mereka lakukan menolak Risma digaet buat maju dalam Pilkada DKI Jakarta. Aksi dilakukan dengan membentangkan poster berisi tulisan, ‘Masih cinta Risma.’ Mereka tidak terima jika Risma hijrah ke Jakarta saat masa tugasnya belum selesai.

“Bu Risma itu milik Surabaya. Bukan milik Jakarta,” teriak salah seorang koordinator aksi, Swastono, Selasa (9/8).

Elemen dari Paguyuban Bendera Arek-arek Surabaya (PBAS) juga tak mau ketinggalan. Dia menolak Risma pergi ke Jakarta. Mereka meminta Risma tetap memimpin sebagai orang nomor satu di Surabaya. Risma dianggap punya kinerja yang baik dan mampu memimpin Surabaya.

Baca Juga  Ini Kata Capres AS Dalam Debat Soal ISIS Sampai Lapangan Kerja

“Makanya, Sabtu (6/8) kemarin saya bersama ibu-ibu PKK se-Surabaya mendatangi Bu Risma, agar tidak meninggalkan Kota Surabaya hingga masa jabatannya selesai,” terang Ketua PBAS Sunarto, saat dihubungi merdeka.com, Selasa (9/8).

Aksi tolak Risma ke Jakarta 2016

Menurut dia, Risma selama ini dianggap telah memuaskan masyarakat Kota Surabaya dengan kinerjanya. Apalagi, dalam selama lima tahun sebelumnya, saat menjabat sebagai Wali Kota Surabaya di periode pertama, telah sukses dengan membuktikan memberikan pelayanan pada masyarakat kota surabaya.

“Baik itu masalah pendidikan, pembangunan infrastruktur jalan, membangun banyak tempat terbuka untuk menjadi taman bermain, sehingga dinilai itu sudah membuktikan sosok seorang pemimpin dan pelayan masyarakat Kota Surabaya,” tutur dia.

Bahkan penolakan Risma maju di Pilgub DKI sudah sampai ke media sosial. Penolakan itu muncul dari komunitas Instagram dengan akun Love Surabaya.

Admin komunitas Love Surabaya, Shandy Setiawan mengatakan, akun Love Surabaya sudah memiliki banyak pengikut atau followers.

“Sudah mencapai 27 ribu anggota komunitas yang ada di Instagram Love Surabaya, menolak Risma ke Jakarta,” ujar Shandy, di Surabaya, Selasa (9/8).

Sementara itu, tidak sedikit pula elemen masyarakat yang ingin Risma pergi ke Jakarta. Koordinator Aliansi Pemuda Surabaya Jakarta Imam Budi Utomo mengatakan, tak akan ada yang dapat mengalahkan calon incumbent Ahok, kecuali Risma.

Baca Juga  Kapolda Metro Tegaskan Pantang Mundur: Ini Harus Kita Selesaikan

Dengan menaiki bus, rombongan yang berjumlah 40 orang dan memakai kaos oranye bertuliskan ‘Arek Suroboyo Hibahkan Risma Untuk Indonesia’, memberikan pernyataan agar Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengutus Risma maju calon gubernur DKI Jakarta 2017.

pendukung risma 2016

Bahkan pada 7 Agustus lalu, pendukung Risma, Jaklovers bersama Aliansi Pemuda Surabaya mendatangi kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat. Kedatangannya untuk meminta kepada Megawati menunjuk Risma sebagai cagub DKI di Pilgub 2017 nanti.

“Kami datang ke sini (Megawati) untuk menyerahkan surat permohonan mandat kepada Ibu Megawati untuk mengusung Tri Rismaharini sebagai calon gubernur DKI Jakarta,” kata Imam.

Tidak cuma itu, Warga Kampung Sawah, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan sudah membentuk komunitas Agraris (Aspirasi Gerakan Rakyat untuk Risma). Gerakan ini lahir sebagai respons atas keinginan warga mendukung Risma untuk memimpin DKI Jakarta.

Ketua RT Sugiyono mengatakan, gerakan ini muncul bukan semata-mata sebagai bentuk kekecewaan atas kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau biasa disapa Ahok.

“Kami menginginkan seorang pemimpin yang bisa mengatur warganya dengan baik, dengan bijak,” kata Sugiyono.

Ketua Gerak Indonesia, Emi mengatakan, warga DKI memandang sosok Risma sebagai figur pemimpin yang dibutuhkan Jakarta.

“Pemimpin yang hebat, pemimpin wanita yang mampu melakukan perubahan, perempuan luar biasa, itulah sosok ibu Risma!” kata Emi (mdk|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Google Mau Beli Twitter?

Arsip

Harga Emas Antam Stagnan di Posisi Rp 605.000 Per Gram

Berita

Polisi: Anggota Perbakin Tembak Sasaran Bergerak, Kena Ruangan di DPR

Arsip

Prajurit Kopassus Ini Tetap Berpuasa di Tengah Sengitnya Perang

Nasional

Kapolri Listyo: 1.062 Polsek Tak Lagi Lakukan Penyidikan

Arsip

Harga Emas Antam Turun Rp 2.000 Jadi 607.000 per Gram

Berita

PTUN Putuskan Gugatan PKPI Jadi Peserta Pemilu 2019

Nasional

Tutup Rapat Kerja FKUB, Amar Manaf: Moderasi Beragama Harus Sampai ke Akar Rumput