Home / Arsip / Arsip 2016 / Berita / Reviews

Sabtu, 11 Juni 2016 - 13:25 WIB

Tolak Sistem Satu Arah, Ratusan Warga Solo Shalat di Tengah Jalan

Viewer: 663
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 38 Detik

Untuk kesekian kalinya, ratusan warga Kecamatan Laweyan, Solo, menggelar aksi demonstrasi, menolak sistem satu arah (SSA) yang diberlakukan di Jalan Dr. Radjiman, Jalan KH Agus Salim dan Jalan Perintis Kemerdekaan. Berbeda dengan aksi sebelumnya yang dilakukan malam hari, aksi ini dilakukan siang hari, karena Polresta Solo melarangnya.

Sejumlah spanduk bernada kecaman terhadap kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo yang memberlakukan system SAA, mereka bawa ke lokasi demo. Doa bersama dimulai sekitar pukul 10.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB, dipimpin KH Muhammad Ali. Sebelum doa bersama dilakukan, mereka berjalan kaki dari base camp SAR Ta’mirul Islam, di Jalan KH Samanhudi menuju Jl Dr Radjiman yang bejarak sekitar 500 meter.

Baca Juga  Pilkada 2020 Siantar Selain Melawan Kotak Kosong PASTI, Hadapi Sikap Apatis dan Skeptis Masyarakat, Siapa Pemenang?

Di pertigaan lampu merah Baron, mereka menggelar tikar dan memblokir dua pertiga badan jalan Dr Radjiman yang merupakan jalan provinsi penghubung Kota Solo, Semarang dan Yogyakarta. Tak lama kemudian mereka menggelar Salat Hajat dan doa bersama, dengan imam pimpinan Ponpes Ta’mirul Islam, KH Muhammad Ali.

Sejumlah poster bertuliskan penolakan terhadap pemberlakuan SSA. Antara lain berbunyi “kembalikan kenyamanan kampung kami”, “kebijakanmu thas-thes alias tanpo mikirtanpo nyawang kahanan”, “tplak SSA terbukti bikin sengsara”, “kembalikan jalur seperti semula”.

Ada sebuah spanduk kecil yang berisi sindiran terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang juga mantan wali kota Solo. Spanduk tersebut berbunyi, “paaaakpakeeeeiki lho Solo diosak asik, dalane macet..ekonomi merosot, warga resah!!!”. Spanduk tersebut bermakna warga Solo mengadu kepada Jokowi, terkait kondisi yang terjadi saat ini.

Baca Juga  DPRD HUMBAHAS BANYAK YANG TIDAK HADIR, SEHINGGA RAPAT PARNIPURNA KUORUM

Dalam aksi tersebut koordinator aksi, KH Muhammad Ali mengatakan, tetap akan berjuang untuk kepentingan warga yang dirugikan oleh kebijakan Pemkot Solo yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan.

“Kami tetap menolak kebijakan sewenang-wenang pemberlakuan sistem satu arah ini. Kebijakan penguasa tanpa melibatkan rakyat telah membuat perekonomian warga Kecamatan Laweyan mengalami penurunan drastis. Bahkan, banyak pengusaha yang gulung tikar dan menutup usahanya,” tandasnya.

Muhammad Ali berjanji akan terus melakukan aksi tersebut bersama warga. Dia yang memulai aksinya pada pertengahan Maret tersebut tak akan surut dan menghentikan aksinya, jika tuntutan warga tidak diindahkan, bahkan terkesan disepelekan (mdk|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

WARGA MOTUNG MENCARI KEADILAN DENGAN BERDEMONTRASI

Berita

Respons Kemendikbud Atas Keputusan Muhammadiyah-NU Mundur dari Program Organisasi Penggerak

Berita

Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Program Pembangunan Ekonomi Hijau

Berita

Polsek Menukung,Dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-75 Gelar Sunatan Massal Gratis

Arsip

Puluhan Massa Demo Kajari Kotapinang

Berita

Ditpolairud Polda Sumsel Gagal Kan penyeludupan Benih Lobster

Berita

Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns Bantu Mengajar Anak Usia Dini Di Perbatasan.

Berita

Keliling Blusukan, Ahmad Sulhan Sitompul Serap Keluhan Pedagang Kecil