Home / Arsip / Arsip 2016 / Berita / Ekonomi / Nasional / Reviews

Senin, 29 Agustus 2016 - 15:10 WIB

5 Peluang Bisnis Peraup Untung Besar Saat Banjir Datang

Viewer: 707
0 0
Terakhir Dibaca:3 Menit, 33 Detik

Banjir besar melanda kawasan strategis Jakarta, Sabtu (27/8). Seperti di daerah elit Kemang, Jakarta Selatan. Tak pelak, sejumlah kendaraan mewah yang sedang parkir menjadi korban. Bahkan, mobil mewah jenis BMW 320i seharga Rp 598 jutaan terendam hingga setengahnya.

Namun, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyebut, di balik bencana, tetap ada sektor bisnis yang justru mendulang untung.

Seperti kisah Dedi Efendi (30) yang meraup untung besar saat kejadian banjir melanda Jakarta 2013 silam. Dedi adalah seorang sopir truk tangki air bersih.

Dedi menjelaskan perusahaannya bergerak dalam bidang penyuplai air minum pegunungan dan jasa angkutan barang. Kantor pusat perusahaannya berada di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat. Namun tempat pengambilan airnya berada di kawasan Ciawi, Kabupaten Bogor.

Biasanya jika tidak ada banjir dia bolak-balik mengambil air dengan sebanyak tiga kali menyusuri jalan Jakarta-Ciawi. Tangki air yang dibawanya memiliki kapasitas 8.200 liter air. Air dari kawasan perbukitan Ciawi itu dia sebarkan ke depot-depot air minum isi ulang dalam lingkup Jabodetabek atau sesuai perintah kantornya.

Banjir yang hampir membenamkan Jakarta, bagi Dedi seperti berkah tersendiri. Pria yang tinggal di kawasan Sentul itu mengakui, sejak kejadian banjir itu, dia dan rekan-rekannya sebagai sopir bolak-balik Jakarta-Ciawi hingga puluhan kali lebih dalam sehari. Ini tidak lain karena meningkatnya pesanan air bersih saat banjir menggenang di beberapa tempat di Jakarta.

Perusahaan mematok harga Rp 800.000 untuk setiap tangki air yang dibawa. Namun, Dedi mengatakan, sistem gaji di perusahaannya menggunakan hitungan per-tangki. Dari setiap satu kali antar air ke kawasan Jakarta dia bisa mendapatkan uang bersih Rp 40.000.

Baca Juga  Pangdam XII/Tpr Pimpin PAM VVIP, Agenda Wakil Presiden di Kalbar Berlangsung Aman dan Lancar

Jadi semakin banyak pesanan, semakin besar komisi yang dia dapatkan. Jika dalam kondisi normal, Dedi sehari-hari dapat uang bersih Rp 120.000. Namun saat banjir kemarin, dia bisa mendapatkan uang hingga Rp 700.000-an dalam sehari.

1. Asuransi

1

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio mengatakan bencana banjir tak lantas membuat perusahaan asuransi, khususnya anggota bursa, merugi akibat melonjaknya klaim. Dia yakin perusahaan asuransi sudah memiliki skenario antisipasi agar kinerja perusahaan tetap positif.

“Perusahaan asuransi pada dasarnya sudah melakukan (antisipasi) jangka panjang,” kata Tito di kawasan SCBD, Jakarta.

Dia menilai, bencana banjir justru menjadi berkah bagi perusahaan asuransi karena mendatangkan konsumen baru. Ini yang membuat kinerja perusahaan asuransi maupun perbankan pemilik produk asuransi akan tetap memiliki pertumbuhan kinerja positif.

2. Suku Cadang Kendaraan

2

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida mengatakan bencana banjir ini akan meningkatkan kinerja saham perusahaan suku cadang di Indonesia. Penyebabnya permintaan produk akan meningkat seiring banyak mobil dan motor yang rusak akibat banjir.

“Dari sisi secara bisnis nanti kalau banjir banyak (kendaraan) yang terjadi kerusakan. Perusahaan suku cadang mobil mungkin ada beberapa yang mengalami peningkatan,” kata Nurhaida di kawasan SCBD, Jakarta.

3.  Pedagang Ritel

3

Mantan Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi mengatakan, sektor yang akan diuntungkan saat banjir adalah supermarket grosir maupun ritel eceran yang menjual kebutuhan pokok. Sebab secara psikologis warga, terutama yang tidak terkena banjir, akan mengira pasokan sembako terbatas.

Baca Juga  Wawako Tinjau Vaksinasi Covid-19 Usia 12 - 17 Tahun

Tidak itu saja, kebutuhan dan permintaan barang di supermarket untuk korban banjir juga diyakini cukup besar. “Yang diuntungkan supermarket jual sembako, karena semua orang bakal belanja kan berpikirnya nanti cari bahan makanan susah,” kata Sofjan saat dihubungi Media Online.

4. Bengkel

4

Bengkel motor dan mobil ini paling laris didatangi warga. Para pengendara ini terpaksa membawa kendaraannya yang rusak karena terendam banjir.

Bahkan ada yang membuat bengkel dadakan di pinggir jalan. Servisnya pun hanya sederhana, bersihin busi dan karbulator.

Tarifnya cukup mahal untuk sekedar membersihkan busi, sekitar Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu untuk membersihkan karbulator.

“Saya tadi menerjang banjir, tapi ternyata banjirnya cukup dalam dan akhirnya motor mogok. Sekarang sedang diservis dulu dan dibersihin kalbulatornya,” kata Remi.

5. Gerobak dan Sampan Air

5

Willy, penyedia jasa gerobak ini mengaku dalam sehari meraup keuntungan sekitar Rp 2,5 juta. Ia mulai bekerja dari pagi sampai sore hari sejak banjir melanda Ibu Kota.

“Sudah dari tadi pagi mbak, kalau mobil bisa lewat, kalau motor ya harus pakai gerobak, kan tingginya segini (sambil nunjuk pinggangnya),” kata Willy di Palmerah, Jakarta Barat.

Sekali angkut untuk motor, ia mematok tarif Rp 20 ribu. Dengan ketinggian air yang mencapai pinggang orang dewasa, para pengendara sepeda motor terpaksa menggunakan jasa gerobak. Terlebih, lokasi banjir hanya berjarak sekitar 1 KM hingga arah pertigaan Slipi-Brigjen Katamso, Jakarta Barat (mdk|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Harga Minyak Dunia Terus Bergerak Naik

Berita

Kampanyekan Anti Karhutla Bhabinkamtibmas Polsek Badau Himbau Masyarakat

Berita

Sekda Tinjau Kesiapan Kondisi Rumah Dinas Bupati Dan Wakil Bupati Tapsel

Berita

Zona Merah, Satpol PP Tingkatkan Frekuensi Penegakkan Disiplin Prokes

Berita

Hak Dan Hasil Keringat Karyawan Bekerja Harga Mati Di Lindungi Undang Undang

Reviews

Jika KLB Demokrat Sukses, Bagaimana Nasib Panggung Politik AHY?

Berita

DINAS KESEHATAN KETAPANG SERAHKAN KENDARAAN RODA DUA DAN RODA EMPAT KEPADA PIHAK PUSKESMAS.

Berita

Walikota Rapat Secara Virtual, Gubsu: Target Vaksinasi Harus Mencapai Bulan November 50 Persen