Home / Berita

Rabu, 2 Oktober 2024 - 10:55 WIB

10 Capim KPK Segera Diuji DPR, IM57: Jangan Sampai Ada Proses Transaksional

Ketua IM57+ Institute M Praswad Nugraha

Ketua IM57+ Institute M Praswad Nugraha

Viewer: 174
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 57 Detik

Jakarta, JejakNasional – Seleksi calon pimpinan (capim) KPK yang saat ini menyisakan 10 orang peserta akan masuk ke tahapan fit and proper test di DPR. IM57+Institute meminta komitmen DPR dalam memilih lima pimpinan KPK yang berkualitas.

Ketua IM57+Institute, M Praswad Nugraha, awalnya menyoroti 10 peserta calon pimpinan KPK yang saat ini masih tersisa. Dia menilai masih ada peserta yang memiliki riwayat masalah etik.

“Dari 10 nama tersebut, masih ditemui pihak-pihak yang mempunyai problem etik yang belum tuntas dan bahkan terbukti gagal membawa KPK pada kinerja yang baik,” kata Praswad kepada wartawan, Rabu (2/10/2024).

Dia mengatakan saat tahapan sudah memasuki fit and proper test di DPR, seleksi pimpinan KPK akan kental dengan unsur politik. IM57 berharap DPR tidak memanfaatkan seleksi itu sebagai ajang bertransaksi penanganan perkara di KPK.

“Pada proses ini harus dicegah adanya proses transaksional yang bermuara pada naik atau tidaknya perkara. Jangan sampai pilihan jatuh pada pimpinan bermasalah sehingga menjadi sandera politik ketika menjabat,” katanya.

Baca Juga  Jaksa Agung Mutasi Besar-besaran, Dirdik Jampidsus Kuntadi Jadi Kajati Lampung

IM57 berharap DPR periode 2024-2029 menunjukkan komitmennya dalam pemberantasan korupsi. Jika proses transaksional tetap ada dalam seleksi pimpinan KPK di DPR, sambung Praswad, harapan menghadirkan pimpinan KPK berikutnya yang berkualitas akan sirna.

“DPR harus menunjukan komitmen politik dalam pemberantasan korupsi. Tanpa adanya sikap tersebut maka perbaikan KPK hanya akan menjadi slogan politik tanpa isi perubahan KPK ke arah yang lebih baik,” ujar Praswad.

IM57 juga menyoroti masalah konflik kepentingan bagi calon pimpinan KPK berikutnya. Praswad menyebut calon pimpinan KPK yang berasal dari institusi hukum lain harus berani mundur dari instansi asalnya jika nantinya terpilih sebagai pimpinan KPK periode 2024-2029.

“Double loyalty akan menjadi persoalan yang membuat mudahnya intervensi penanganan kasus ketika berhubungan dengan kasus hukum yang berasal dari instansi asalnya serta kasus yang dititipkan melalui institusi asalnya. Monoloyalitas adalah harga mati untuk menjaga indepedensi KPK,” tutur Praswad.

Baca Juga  TMMD Imbangan Ke-114 Wilayah Kodim 1203/Ktp Hari Ini Resmi Di Buka.

Pansel KPK diketahui telah menyerahkan masing-masing 10 calon pimpinan KPK dan calon Dewas KPK ke Presiden Jokowi pada Selasa (1/10). Total 20 nama itu nantinya diserahkan Jokowi ke DPR untuk mengikuti fit and proper test.

Capim KPK

1. Agus Joko Pramono
2. Ahmad Alamsyah Saragih
3. Djoko Poerwanto
4. Fitroh Rohcahyanto
5. Ibnu Basuki Widodo
6. Ida Budhiati
7. Johanis Tanak
8. Michael Rolandi Cesnanta Brata
9. Poengky Indarti
10. Setyo Budiyanto

Dewas KPK

1. Benny Jozua Mamoto
2. Chisca Mirawati
3. Elly Fariani
4. Gusrizal
5. Hamdi Hassyarbaini
6. Heru Kreshna Reza
7. Iskandar Mz
8. Mirwazi
9. Sumpeno
10. Wisnu Baroto

(YA/JJN)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

3 Kepala Dinas Tidak Hadiri Pelantikan KTNA, Wabup Kabupaten Sambas, Kecewa.

Berita

Pangdam XII/Tpr Ikuti Pencanangan Program TNI AD Manunggal Air oleh Kasad secara Virtual.

Berita

Gubsu Edy-Ijeck Dilantik Bersama Gubernur Terpilih Lainnya

Berita

Dirjen PAS : “Terbukti Bersalah Maka Akan Ditindak Tegas”

Berita

Prabowo Bentuk Tim Koordinasi MBG, Zulhas Jadi Ketua

Berita

Unggul Selisih 12.012 Suara, Usman Sidik Ucapkan Termakasih pada Warga Halsel

Berita

Komnas Perlindungan anak Berikan Penghargaan Kepada Polda Kalteng

Berita

Sukses, Turnamen Tenis Meja Kapolres Samosir Cup Meriahkan Hari Bhayangkara ke-78