Kompas Nasional l PEMATANGSIANTAR-Yessi Afrianty Siahaan, Putri Remaja yang lahir di Kota Pematangsiantar pada 29 April 2002 ini telah banyak mengantongi beberapa penghargaan yang membanggakan. Penghargaan tersebut seperti juara Favorit dalam lomba debat di Sumut tahun 2017, juara 1 lomba debat tingkat kota Pematangsiantar dalam rangka bulan bahasa tahun 2019, juara Runner Up dalam acara lomba perencanaan bisnis Nasional di Makasar tahun 2019, presentator terbaik pada program pertukaran pemuda sabang merauke tahun 2020.
Pada tahun 2021 ini, ia mendapat juara 1 sebagai putri duta pendidikan Sumatera Utara dalam kategori Remaja yang diselenggarakan oleh lembaga penjamin mutu pendidikan (LPMP). Anak dari pasangan Jimmi Siahaan dan Rosmauli Saragih tersebut dinobatkan sebagai perwakilan dari Sumatera Utara (Sumut) untuk maju ketingkat Nasional yang rencananya akan digelar di Kota Bandung pada bulan Agustus mendatang.
“Saya ingin fokus dan tekun di dunia pendidikan, nantinya juga berkarir di dunia pendidikan. Hal ini sudah saya buktikan dengan meraih mimpi masuk ke perguruan tinggi negeri Institut Teknologi Bandung (ITB). Sebagai duta pendidikan, saya ingin menjadi contoh ditengah masyarakat,”ucapnya dengan antusias saat awak media bincang-bincang pada Rabu, (23/6/2021).
Saat disinggung tentang pendidikan, menurut Yessi Pendidikan itu adalah sebuah proses pendewasaan kompetensi diri pada tiap-tiap manusia. Serta dituntut untuk dapat mengerti, paham, dan membuat manusia lebih kritis dalam berpikir. Jadi, jangan hanya berfikir bahwa pendidikan itu hanya pintar pada Matematika, pintar Fisika dan Kimia padahal dibidang seni juga banyak yang pintar itulah yang sebenarnya.
Jadi, seperti yang dikatakan Ki Hajar Dewantara yang menyatakan pendidikan itu proses pendewasaan diri yang baik dan membangun. Maka apa yang dikasih Tuhan itulah yang kita kerjakan. Kata lain, usaha sadar dan sistematis untuk mencapai taraf hidup atau untuk kemajuan lebih baik.
“Saat ini banyak akses untuk mendapat pelayanan pendidikan yang layak, seperti program bantuan beasiswa misalnya. Jadi, tidak ada ungkapan yang mengatakan “orang miskin dilarang bersekolah hingga tinggi”, sebab saya sudah membuktikan dengan bisa masuk ke ITB,”ungkapnya dengan nada semangat.
Rencananya, kata Yessi, ia akan menyurati Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Gubernur Sumatera Utara yang akan bercerita tentang kisah-kisah anak panti asuhan mengenai harapan dan cita-cita mereka. Hal ini dilandasi dari kunjungan pada beberapa Panti asuhan nantinya.
Ia juga berharap menjadi referensi ditengah-tengah masyarakat, terkhusus di Kota Pematangsiantar dan di Provinsi Sumatera Utara. Sebab di dalam pendidikan masih banyak hal yang perlu diperbaiki pada dunia pendidikan. Dia ingin sebagai media, antara masyarakat dengan pemerintah. Terutama bagi masyarakat yang kurang mampu dari segi ekonomi.
“Mengingat dampak pandemi Covid-19 memukul banyak berbagai sektor yang mengakibatkan keluarga turut terpukul karena penghasilan yang juga berkurang. Hal ini memberikan dampak signifikan dari Covid-19 ke berbagai sektor kehidupan,”terangnya.
Jadi untuk mencapai kesana ia sudah merencanakan untuk menggandeng serta menghubungi alumni-alumni dari Siantar melalui social media dalam membantu pendidikan di Kota Pematangsiantar. Kemudian melakukan seminar-seminar dalam pengembangan diri ke depannya.
Yessi juga berharap, untuk kedepannya prestasi ini bisa membawa evaluasi kepada pemerintah sebagai pembaharuan dan kemajuan dan bisa menggerakkan pandangan masyarakat tentang pendidikan.
Toni Tambunan






