Home / Berita / Medan / Nasional / Reviews / Travel

Senin, 26 Februari 2018 - 13:58 WIB

Wisata Religi di Taman Lumbini Melihat Pagoda Emas Tertinggi se-Indonesia

Viewer: 1039
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 44 Detik

KompasNasional.com, Karo – Sektor pariwisata menjadi salah satu program prioritas pemerintah pusat. Begitupun halnya dengan pemerintah daerah, khususnya di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut). Selain memiliki bentangan alam yang indah, daerah yang diapit dua gunung api aktif yakni Sinabung dan Sibayak itu, juga ditunjang dengan kehidupan masyarakat yang ramah.

Kabupaten Karo selama ini menyimpan banyak pilihan pesona wisata. Satu di antaranya yakni wisata Taman Alam Lumbini, yang berada di wilayah Berastagi. Wisata ini menawarkan pengalaman berwisata religi dengan konsep alam dan bangunan kuil yang megah. Wisatawan bisa menyaksikan langsung sebuah bangunan pagoda tertinggi di nusantara berlapis warna emas, yang telah mendapatkan sertifikat rekor MURI.

Berdiri megah dan menjulang, pagoda itu mampu menjadi magnet pariwisata. Warna emas yang begitu mencolok itu mampu menarik perhatian siapapun yang datang melihatnya. Namun pada dasarnya, bangunan kuil ini sejatinya tempat ibadah bagi umat Buddha, yang juga terbuka untuk umum sebagai tempat wisata.

Baca Juga  Mentan SYL : Pelabuhan Pulau Kijing Membuka Peluang Ekspor Produk Lokal Ke Mancanegara

Penelusuran iNews, pemberian nama Lumbini berasal dari tempat kelahiran sang pembawa ajaran agama Buddha tersebut, yakni Siddharta Gautama, di wilayah negara Nepal. Mengenai tekstur bangunannya, secara umum bentuk pagoda di Kuil Lumini itu didesain mirip dengan Pagoda Shwedagon yang berada di Yangon, Myanmar.

Tinggi pagoda Kuil Lumini itu mencapai 46,8 meter, dengan panjang dan lebar 68 meter. Selain disuguhkan dengan kemegahan bangunan itu, terdapat pula 30 Rupang Arahat, 2.958 Rupang Buddha, dan 108 relik suci, yang kesemuanya dibalutkan dengan warga emas. Di bagian dalam, ada juga sebuah jembatan gantung sepanjang 20 meter yang diberikan nama Titi Lumbini.

Baca Juga  Aksi Donor Darah Jurnalis Asahan Bentuk Kepedulian Kemanusian

Peresmian bangunan keagamaan yang menjadi lokasi wisata religi itu pun terbilang spektakuler. Ketika itu pada Oktober 2010 silam, sekitar 1.300 biarawan dan 200 tamu undangan dari seluruh dunia datang berkumpul di Taman Alam Lumbini, yang berada di Desa Tongkoh, Kecamatan Dolat Rakyat, Berastagi.

Untuk mencapai Taman Alam Lumbini, membutuhkan waktu sekitar 2 jam dari Medan menuju Berastagi. Kemudian, dilanjut dengan angkutan umum menuju Tugu Buah Jeruk yang berada di simpang Dolat Rayat dan perjalanan kaki sekitar 30 menit dari lokasi itu menuju Taman Lumbini. “Lokasi wisatanya sangat bagus, tidak menyesal pokoknya datang ke sini,” tutur Cinthia, seorang wisatawan lokal.(Inews/TR)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Babinsa Desa Senaning Melaksanakan Pendampingan Pembagian Bantuan Langsung Tunai(BLT) Kepada Warga Masyarakat yang Berhak Menerima.

Berita

Ketua Dekranasda Provinsi Kalbar Hj.Lismaryani Sutarmidji Sosialisasi Qriya Kalbar

Berita

Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns Gotong Royong Perbaiki Jembatan Rusak Di Perbatasan.

Berita

Bupati Tapsel : Zakat Ibarat Menyalurkan Air di Persawahan, Apabila Tersalur Maka akan Panen Melimpah

Berita

BNN Sebut Banyak Bandar Narkoba Lakukan TPPU di Batam

Berita

Tanamkan Cinta Tanah Air Sejak Dini Kepada Anak Perbatasan, Satgas Yonif 643 Ajak Bermain WMBN*

Nasional

Kanwil Kemenag Malut Mantapkan SISKAP ASN

Berita

Polda Kalbar Gelar Tradisi Upacara Pencucian Pataka Jelang Hari Bhayangkara ke 76