Home / Berita

Rabu, 24 Maret 2021 - 11:07 WIB

Wali Kota Edi : Penataan Kawasan Kumuh Ciptakan Destinasi Wisata Baru

Viewer: 511
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 55 Detik

Jadi Pemateri Raker Apeksi Regional Kalimantan, 9 Wali Kota Hadir di Pontianak

PONTIANAK KALBAR | KOMPAS Nasional- Kota Pontianak ditunjuk sebagai tuan rumah rapat kerja (raker) Komisariat Wilayah (Komwil) V Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Regional Kalimantan tahun 2021.

Selain sembilan wali kota se-Kalimantan, Ketua Apeksi yang juga menjabat Wali Kota Bogor, Bima Arya direncanakan hadir pada raker yang digelar di Hotel Aston Pontianak pada Kamis, 25 Maret 2021.

Dalam raker tersebut, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono akan menyampaikan materi best practice tentang penataan kota baru dalam menangani kawasan kumuh di perkotaan.

Dalam penataan kawasan kumuh, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak bersinergi dengan Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Edi menilai, percepatan penanganan kawasan kumuh sangat berdampak dalam mengentaskan persoalan kawasan kumuh di Kota Pontianak.

Baca Juga  Bupati Tapsel Tandatangani Nota Kesepakatan KUA-PPAS APBD 2021

“Di luar Program Kotaku, kita juga ada perbaikan kawasan pemukiman, jalan lingkungan, bedah rumah, sambungan air bersih, persampahan, sanitasi dan lainnya,” ujarnya, Rabu (24/3/2021).

Ia menambahkan, implementasi dari penataan terhadap sebuah kawasan, bukan tidak mungkin bisa menjadi sebuah destinasi wisata baru.

Apalagi masyarakat di kawasan tersebut mempunyai potensi untuk menciptakan kawasannya menjadi daya tarik wisata.

Seperti dengan mengembangkan kerajinan tangan, produk UKM, kuliner dan sebagainya.

“Kalau masyarakat setempat bersinergi dengan program-program pemerintah, maka kawasan itu akan menjadi lebih maju dan masyarakatnya sejahtera,” tutur Edi.

Dijelaskannya, tema yang akan dibahas ini tetap menggali bagaimana menjadi kota tangguh yang bisa bangkit dan pulih dari keterpurukan akibat dampak pandemi Covid-19 yang berdampak pada perekonomian, angka pengangguran, kemiskinan, kualitas infrastruktur kota yang kurang akibat kurangnya pendanaan dan sebagainya.

Baca Juga  AS Janjikan Rp 65 Miliar Buat Kepala Panglima Abu Sayyaf

“Ini akan menjadi pembelajaran kita bersama antar kota bagaimana daerah-daerah bisa berinovasi menjadikan kota tetap aman, bersih, teratur, pembangunan tetap berjalan dan perekonomian tetap bergerak,” sebutnya.

Selain materi yang akan disampaikannya dihadapan para peserta raker, Wali Kota Edi bersama delapan wali kota se-Kalimantan juga akan membahas masalah Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) yang dalam praktek pelaksanaannya masih mengalami kendala di daerah.

“Narasumbernya akan menghadirkan pembicara dari Kementerian Dalam Negeri,” imbuhnya.

Berkaitan dana kelurahan yang dihapus oleh pemerintah pusat dalam APBN 2021, pihaknya juga akan memperjuangkannya di tingkat pusat.

Hasil rekomendasi raker Komwil V Apeksi Regional Kalimantan ini nantinya akan disampaikan ke pemerintah pusat.

“Kita berharap pelaksanaan raker ini berjalan lancar dan menghasilkan kesepakatan untuk diakomodir pemerintah pusat,” pungkasnya.

Hasnan Sutanto

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

5 Peluang Bisnis Peraup Untung Besar Saat Banjir Datang

Berita

PANGDAM I BB KUNJUNGI TOBA DAN ZIARAH KE MAKAM PAHLAWAN NASIONAL RAJA SM.RAJA XII

Berita

Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns Lakukan Pendampingan Terhadap Warga Yang Berkebun.

Berita

170 Pelajar Adu Strategi dalam Kejuaraan Catur di Samosir

Berita

Ratusan Rumah Warga di Tapian Dolok Terendam Banjir

Berita

Demi Smart City, PLN Bacan Pasang PMCB di Daerah Rawan Gangguan

Berita

Sumut Targetkan Energi Baru Terbarukan 33 Persen dari Total Energi yang Ada

Berita

Lokasi-lokasi yang Masih Tergenang di Jakarta