Home / Berita

Selasa, 25 Januari 2022 - 10:49 WIB

Wali Kota Edi Kamtono Pastikan Tanpa Intervensi Dalam Rekrutmen Pejabat

Viewer: 542
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 26 Detik

PONTIANAK KALBAR – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono memastikan tidak ada intervensi dalam rekrutmen pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak.

Dalam proses dan tahapan lelang jabatan atau open bidding maupun job fit sudah sesuai dengan mekanisme dan aturan yang berlaku.

Pejabat yang menduduki jabatan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) merupakan murni melalui proses seleksi dan telah memenuhi persyaratan, baik dari sisi kepangkatan maupun kompetensinya.

“Sesuai dengan aturan yang diterbitkan oleh pemerintah pusat melalui Komisi ASN,” ujarnya usai menghadiri rapat kerja bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) melalui zoom meeting di Ruang Pontive Center, Senin (24/1/2022).

Baca Juga  Wakapolda Kalbar Hadiri Rapat Evaluasi Pengendalian Covid-19 Di Wilayah Perbatasan Kalbar

Ia menambahkan, pada rapat kerja tersebut Mendagri menekankan kepada seluruh kepala daerah untuk lebih berhati-hati dalam melaksanakan tata kelola pemerintahan agar tidak tersangkut dengan persoalan hukum.

“Pemerintah daerah harus mengikuti peraturan perundang undangan yang berlaku dalam melaksanakan tugasnya,” tuturnya.

Selain menekankan langkah-langkah pencegahan korupsi, Mendagri juga meminta seluruh daerah melakukan percepatan penyerapan anggaran untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun memang, kata Edi, kendala-kendala yang dihadapi di daerah adalah minimnya Sumber Daya Manusia (SDM) akibat kebijakan moratorium PNS serta aturan-aturan pusat yang terkadang berubah dan waktu yang kian terbatas.

“Kendala-kendala inilah yang harus kita carikan jalan keluarnya agar target yang diinginkan bisa tercapai,” imbuh dia.

Baca Juga  Pontianak Dua Kali Juara Umum Lomba PKK-KKBPK-KES

Sebagaimana yang telah dipaparkan Mendagri Muhammad Tito Karnavian terkait beberapa penyebab masih terjadinya kasus korupsi di Indonesia.

Selain masih adanya sistem yang membuka celah terjadinya korupsi, juga dikarenakan sistem administrasi pemerintahan yang tidak transparan, politik berbiaya tinggi dan rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun pejabat dengan imbalan serta berkaitan perizinan.

Hal itu disampaikannya pada rapat kerja bersama Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dengan kepala daerah se-Indonesia melalui zoom meeting.

(Hasnan Sutanto).

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

KPK Panggil Petinggi Siloam Hospital Group Terkait Suap Meikarta

Berita

Pemko Psp Gelar Rakorbang Ke ll Tahun 2020

Berita

Wujudkan Ketahanan Pangan, Kodim Sintang Tanam Perdana di Lahan Demplot Eks Lapter Susilo

Berita

Keluhkan pupuk bersubsidi, petani samosir minta keterbukaan dalam penyalurannya

Berita

Petenis Pematangsiantar Raih Juara Umum Dalam Kejuaraan Tenis Lapangan Piala Walikota Medan

Berita

Tanamkan Solidaritas dan Semangat Pengabdian, Kodam XII/Tpr Gelar Tradisi Penerimaan Warga Baru*

Berita

Pemkab Samosir Kembali Raih Opini WTP Dari BPK Perwakilan Sumatera Utara

Berita

Wakili Dandim, Dalam Kegiatan Sosialisasi Tracer dan Penggunaan Aplikasi Silacak, Ini Kata Pasi Ops Kodim 1203/Ktp.