Home / Berita

Rabu, 8 Juni 2022 - 16:14 WIB

Wali Kota Edi Kamtono Dukung LSF Kembangkan Kampung Sensor Mandiri

Viewer: 397
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 48 Detik

Proteksi dan Literasi Masyarakat dari Dampak Negatif Film

Pontianak Kalbar,–KOMPAS NASIONAL.Com- Lembaga Sensor Film (LSF) berencana membentuk Kampung Sensor Mandiri di Kota Pontianak untuk memastikan bahwa film-film yang diedarkan di masyarakat layak dan sesuai dengan budaya bangsa Indonesia.

Pembentukan kampung sensor mandiri itu nantinya bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyambut positif rencana LSF membentuk kampung sensor mandiri di daerah karena memang film-film yang ditonton masyarakat rentan mengandung unsur-unsur yang tidak sesuai dengan norma-norma kehidupan berbangsa dan bernegara.

Melalui kerjasama dengan LSF, pemerintah daerah mendapatkan bimbingan dari LSF terkait bagaimana cara efektif dalam menyeleksi tontonan film yang bermutu.

“Enam kecamatan di Kota Pontianak siap untuk mewujudkan kampung sensor mandiri ini,” ujarnya usai membuka Sosialisasi Budaya Sensor Mandiri di Gedung Teater Universitas Tanjungpura Pontianak, Rabu (8/6/2022).

Baca Juga  Puluhan Batang Kayu Tak Bertuan Diamankan Satgas Pamtas Yonif 642*

Secara umum, lanjut dia, pihaknya mendukung pertumbuhan industri perfilman di Kota Pontianak. Kehadiran industri perfilman juga mendukung pertumbuhan ekonomi. Namun demikian, proteksi terhadap tayangan-tayangan film yang berdampak negatif juga harus dilakukan.

“Pentingnya lembaga sensor dalam meliterasi masyarakat sehingga mereka mendapatkan perlindungan dan hak untuk memperoleh film yang bermutu,” kata Edi.

Ketua Komisi III LSF RI Naswardi menerangkan, pasca 2021 awal pihaknya melakukan kerjasama dengan 24 perguruan tinggi di seluruh Indonesia, salah satunya Universitas Tanjungpura.

Sebagai tindak lanjut itu ada beberapa hal yang disepakati diantaranya dalam rangka mendukung gerakan kampus merdeka sebagai tempat untuk magang mahasiswa.

Program tersebut sudah berjalan dengan mahasiswa yang magang di LSF.

Baca Juga  Anggota Polsek Meliau Laksanakan Patroli Dialogis

“Kemudian dalam kaitan sosialisasi tontonan melalui gerakan budaya sensor mandiri.

Kami hari ini datang ke Kota Pontianak untuk peningkatan kualitas literasi tontonan masyarakat,” ungkapnya.

Ia mengapresiasi dukungan Wali Kota Pontianak terhadap rencana LSF mengembangkan kampung sensor mandiri.

Program tersebut sudah berjalan di beberapa wilayah di Indonesia.

“Tentu kami ingin kampung sensor mandiri ini bisa diinisiasi di Kota Pontianak,” terang Naswardi.

Keberadaan kampung sensor mandiri ini akan membentuk masyarakat yang sadar dan memiliki nilai-nilai yang tertanam berkaitan dengan tuntunan dalam menonton sesuai klasifikasi usia.

Anak-anak dinilainya sebagai kelompok yang paling rentan terhadap tontonan yang tidak sesuai klasifikasi usia

“Sehingga gerakan literasi ini harus kita teruskan hingga lapisan masyarakat paling bawah,” pungkasnya.

(Hasnan Sutanto)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Kompak, Babinsa Temajuk Bersama Masyarakat Pasang Plang Stop Pembakaran Hutan dan Lahan*

Berita

Bupati Samosir Hadiri Acara Pembukaan Musrenbang RKPD Provinsi Sumatera Utara Tahun 2023

Berita

Isteri Bupati Taput ingatkan, 78 wisudawan-wisudawati Lulusan Diploma III Keperawatan Akademi Keperawatan Pemkab Tapanuli Utara

Berita

Bela Menkes Terawan, Komisi IX DPR Sebut Jokowi Dapat Masukan yang Salah

Berita

WAKIL BUPATI SAMOSIR MONITORING PENYEKATAN PINTU MASUK PELABUHAN SIMANINDO

Berita

Karhutla di Kukar Sulit Dipadamkan, Petugas Harus Jalan Kaki Hampir 1 Kilometer

Berita

Polda Sumsel bersama Polrestabes dan Polres jajaran yang terus berupaya melakukan pemberantasan terhadap jaringan narkoba di wilayah Sumsel

Berita

Penampakan Tumpukan Duit Rp 35 M Barang Bukti dari Harvey Moeis-Helena Lim