Home / Teknologi

Rabu, 10 Februari 2021 - 22:19 WIB

UEA siap cetak sejarah dengan tempatkan satelit di orbit Mars

Viewer: 4727
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 45 Detik

Kompasnasional l Pesawat luar angkasa bernama Misbar al-Amal, berarti “Harapan” dan dikenal secara internasional dengan nama “Hope”, diluncurkan dari Bumi tujuh bulan lalu. Ia akan mencapai momen yang menentukan dalam perjalanan panjangnya — insersi orbit.

Saat ini bergerak dengan kecepatan lebih dari 120.000 km/jam, ia harus menyalakan mesin pengeremannya selama 27 menit supaya dapat ditangkap oleh gravitasi Planet Merah.

Jika sukses, Hope akan memulai misinya untuk mempelajari iklim Mars.

Kami memasuki fase yang sangat kritis,” kata direktur proyek, Omran Sharaf. “Ini adalah fase yang pada dasarnya menentukan apakah kita bisa mencapai Mars, atau tidak; dan apakah kita akan mampu melakukan penelitian, atau tidak.

“Jika kita melaju terlalu lambat, kita akan menabrak Mars; jika kita melaju terlalu cepat, kita akan melewatkan Mars,” katanya kepada BBC News.

Hope adalah yang pertama dari tiga misi yang tiba di Planet Merah bulan ini. Pada hari Rabu, satelit Tianwen-1 China juga akan berusaha memasuki orbit, sementara Amerika akan datang pada tanggal 18 dengan robot penjelajah besar.

Bagi Hope, semuanya bergantung pada manuver insersi orbit hari Selasa (09/02). Dalam beberapa bulan terakhir, para insinyur telah mengatur lintasan pesawat tanpa awak itu sehingga mencapai planet pada momen yang tepat dalam ruang dan waktu untuk memulai pengereman.

Baca Juga  Mahfud MD: Jam 8 Pagi Ancam Pemerintah di Medsos, Jam 10 Sudah Ditangkap

Kecepatan saat mendekati Mars harus turun hingga sekitar 18.000 km/jam.

Pengendali misi di Pusat Antariksa Muhammad bin Rasyid (MBRSC) di Dubai akan mencatat data tentang kinerja mesin pendorong Hope, namun tidak ada yang bisa dilakukan jika terjadi kesalahan.

Pasalnya, Mars dan Bumi saat ini terpisah sejauh 190 juta km, yang berarti komando melalui gelombang radio perlu waktu 11 menit untuk mencapai wahana tersebut — terlalu lama untuk membuat perbedaan. Hope harus mengandalkan sistem otomatisnya untuk menyelesaikan manuver itu.

“Ini pasti akan menegangkan; memikirkannya saja sudah membuat saya merinding,” kata teknisi propulsi Ayesha Sharafi.

“Tapi kami memiliki sistem yang dapat mengkompensasi masalah apa pun yang mungkin terjadi selama pengereman, jadi saya rasa kami berada dalam posisi yang baik untuk sukses memasuki orbit Mars.

Sinyal konfirmasi bahwa pengereman telah dimulai seharusnya diterima di Bumi tak lama setelah 19:40 Waktu Standar Teluk (22:40 WIB). Sinyal ini akan datang melalui antena radio Deep Space Network milik badan antariksa AS (NASA).

Hope membawa sekitar 800 kilo bahan bakar. Sekitar setengah dari massa ini akan dikonsumsi oleh enam pendorong yang terlibat dalam manuver selama 27 menit.

Baca Juga  Negara Luar Angkasa Asgardia Bisa Tampung hingga 1,5 Juta Jiwa

Tak lama setelah mesin dimatikan, pesawat ruang angkasa akan menghilang di belakang Mars seiring lintasannya menekuk ke posisi orbit yang direncanakan. Sekali lagi, tim di MBRSC akan harap-harap cemas menanti sinyal dari Hope melalui jaringan antena NASA.

Jika ikhtiar hari Selasa berhasil, mereka akan mendapatkan beberapa data ilmiah yang menarik dalam bulan-bulan mendatang.

Misi ini dimulai enam tahun lalu untuk membuahkan hasil pada saat perayaan emas UEA (Federasi didirikan pada 2 Desember 1971). Ketika mulai menerbangkan satelit di Bumi pada 2009, negara ini belum memiliki keahlian penuh untuk melakukan misi antarplanet.

Oleh karena itu, Emirat mendekati sejumlah lembaga penelitian AS untuk melibatkan mereka sebagai mentor. Institusi Amerika termasuk Universitas Colorado di Boulder; Universitas Negeri Arizona; dan Universitas California, Berkeley.

“Secara pribadi menyenangkan, secara teknis menyenangkan, dan menyaksikan kemampuan pribadi setiap orang berkembang sangat memuaskan,” kata Pete Withnell, manajer program Hope di Laboratorium Fisika Atmosfer dan Luar Angkasa Colorado.

“Sekarang ada persahabatan seumur hidup yang akan terus berlanjut jauh setelah misi ini.” (BBCI/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Teknologi

China Siapkan Antena Raksasa Serap Info Rahasia Planet Mars

Teknologi

Nvidia Kembangkan Supercomputer Terkuat di Inggris

Hiburan

Sejarah Sepeda Brompton: Gereja Tempat Mata-mata Rusia Kopdar

Arsip

Laporan Pansus Angket KPK Diterima, 3 Fraksi Keluar Paripurna

Arsip

Huawei Honor Note 8 Meluncur Dengan Ukuran Layar 6,6 Inci Awal Agustus

Teknologi

Beoing 737 Max Bakal Mengangkasa Lagi, Garuda Indonesia Siap-siap

Teknologi

Kekuatan Indonesia Jadi Raja Baterai dan Mobil Listrik di Asean

Berita

Polisi Tangkap Komplotan Pencuri Data dan Uang Perusahaan Ojek Online