Home / Berita

Jumat, 25 Juni 2021 - 14:02 WIB

Tekan Angka Stunting Di Kota Pontianak Melalui Intervensi Gizi

Viewer: 405
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 16 Detik

Pemkot Pontianak Gelar Rembuk Stunting

PONTIANAK KALBAR,KOMPAS Nasional – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak berkomitmen menekan angka stunting di Kota Pontianak.

Wakil Wali Kota Pontianak menilai stunting dapat dicegah dan diturunkan angkanya melalui intervensi gizi yang terpadu.

Intervensi terpadu menyasar kelompok prioritas di lokasi prioritas merupakan kunci keberhasilan perbaikan gizi, tumbuh kembang anak dan pencegahan stunting. “Yang dikenal dengan istilah konvergensi percepatan pencegahan stunting,” ujarnya pada kegiatan rembuk stunting Kota Pontianak Tahun 2021 di Hotel Grand Mahkota Pontianak, Kamis (24/6/2021).

Ia menambahkan, upaya Pemkot Pontianak dalam pencegahan dan penurunan prevalensi stunting yakni dengan melibatkan peran lintas sektoral.

Baca Juga  Kelompok Masyarakat di Badau Terima Vaksin Covid-19

Bahkan Pemkot Pontianak telah mengeluarkan kebijakan terkait hal tersebut melalui Surat Keputusan Wali Kota Pontianak Nomor 68/BAPPEDA/Tahun 2021 tanggal 4 Januari 2021 tentang pembentukan Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting serta Surat Keputusan Wali Kota Pontianak tentang 10 Kelurahan lokasi fokus intervensi stunting terintegrasi.

“Saya berharap berbagai upaya yang telah dilakukan tersebut ke depannya dapat dilaksanakan secara terpadu, khususnya di lokasi prioritas dan kepada sasaran prioritas,” ungkap Bahasan.

Adapun peran Pemkot Pontianak dalam menangani persoalan stunting, lanjut dia, diantaranya pemberian makanan, vitamin dan suplemen, program telur, program pekarangan, program makan lokal, bantuan langsung tunai serta penambahan variasi bantuan pangan beras dan makanan pendamping ASI.

Baca Juga  DPRD Nias Selatan Gelar Paripurna Rancangan Perubahan Anggaran (R-KUPA) dan PPAS P-APBD TA 2020.

“Saya mengapresiasi dan mendukung kegiatan rembuk stunting ini sebagai upaya dalam mencegah stunting dan antisipasi bertambahnya balita stunting,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, stunting adalah kondisi gagalnya pertumbuhan tubuh dan otak pada anak balita yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis yang terjadi selama periode paling awal pertumbuhan dan perkembangan anak.
(Hasnan Sutanto)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Peduli Kesehatan Masyarakat, Satgas 643/Wns, Laksanakan Jambanisasi.

Berita

Pemkab Samosir Salurkan Bantuan Langsung Tunai di 3 Kecamatan untuk 1.850 KK

Berita

Kapolda Kalbar Buka Rapat Koordinasi Penanggulangan Kebakaran Hutan Dan Lahan

Berita

Manfaatkan Momen Yasinan Bersama, Dandim 1203/Ktp Sampaikan PPKM Mikro Kepada Warga.

Arsip

Geledah 3 Lokasi di Tegal, Penyidik KPK Bawa 5 Koper Dokumen

Berita

PESTA Makan Ikan 1 Desa Berubah Jadi Syok Menyadari Ikan yang Disantap Ternyata Seharga Rp 37 Miliar

Berita

Pemkab Simalungun dan DPRD tanda tangani Nota Kesepakatan Ranwal RPJMD Kabupaten Simalungun Tahun 2021-2026

Asahan

Peringati HPN, Wagubsu Dan Wali Kota Tanjungbalai Kunjungi Museum Perjuangan dan Tokoh Pers