Home / Berita

Minggu, 13 Juni 2021 - 13:51 WIB

Tambang Rakyat Menurut Undang-Undang Minerba

Viewer: 572
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 39 Detik

PONTIANAK KALBAR,KOMPAS Nasional-Sosialiasi regulasi pertambangan rakyat sangat diperlukan untuk membuka wawasan terutama pada masyarakat.

Tim riset Dunia Tambang mencoba menyusun kebijakan pertambangan rakyat menurut Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Tambang Rakyat Perlu Dilindungi dan Didukung

Izin Pertambangan Rakyat (IPR) adalah izin untuk melaksanakan usaha pertambangan dalam wilayah pertambangan rakyat.

Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) adalah bagian dari Wilayah Pertambangan tempat dilakukan kegiatan usaha pertambangan rakyat.

Ciri-ciri dari IPR adalah luas dan investasi terbatas.

WPR ditetapkan oleh bupati/walikota setelah berkonsultasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah kabupaten/kota.

Pasal 22 UU Minerba menyebutkan kriteria untuk menetapkan WPR adalah sebagai berikut:
Mempunyai cadangan mineral sekunder yang terdapat di sungai dan/atau di antara tepi dan tepi sungai
Mempunyai cadangan primer logam atau batubara dengan kedalaman maksimal 25 meter
Endapan teras, dataran banjir, dan endapan sungai purba
Luas maksimal wilayah pertambangan rakyat adalah 25 hektare
Menyebutkan jenis komoditas yang akan ditambang
Merupakan wilayah atau tempat kegiatan tambang rakyat yang sudah dikerjakan sekurang-kurangnya 15 tahun.

Baca Juga  Untung Ada Polisi Pelaku 365 Selamat dari Amukan Massa di Simalungun

Dalam menetapkan WPR, bupati/walikota mempunyai kewajiban melakukan pengumuman mengenai rencana WPR kepada masyarakat secara terbuka.

Kemudian, wilayah atau tempat kegiatan tambang rakyat yang sebelumnya sudah dikerjakan tetapi belum ditetapkan sebagai WPR diprioritaskan untuk ditetapkan sebagai WPR.

Kelompok bahan galian kegiatan pertambangan rakyat disebutkan pada Pasal 66 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009, yaitu sebagai berikut.

Baca Juga  Rusak Parah, Satgas Pamtas Yonif 642 Ajak Warga Gotong Royong*

Pertambangan mineral logam
Pertambangan mineral bukan logam
Pertambangan batuan
Pertambangan batubara
IPR diberikan terutama kepada penduduk setempat baik perseorangan maupun kelompok masyarakat dan/atau koperasi.

Bupati/walikota dapat melimpahkan kewenangan pelaksanaan pemberian IPR kepada camat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Untuk memperoleh IPR, pemohon wajib menyampaikan surat permohonan kepada bupati/walikota.

Adapun luas wilayah untuk satu IPR dapat diberikan kepada:
Perseoranganpaling banyak 1 (satu) hektare
Kelompok masyarakat paling banyak 5 (lima) hektare
Koperasi paling banyak 10 (sepuluh) hektare.

Jangka waktu IPR adalah maksimal 5 tahun kemudian dapat diperpanjang lagi.

Jika dibandingkan dengan IUP dan IUPK, IPR memiliki masa izin yang lebih singkat.

(Hasnan Sutanto)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Samosir Terima 164 Mahasiswa KKN Internasional

Berita

Izinkan Gelar Salat Tarawih di Masjid, Wako Edi Kamtono Tekankan Prokes

Arsip

Cerita Dua Brigadir Berani Hentikan Mobil Jendral Polisi

Berita

Implementasikan Zona Integritas Dalam Tata Kelola Pemerintahan

Berita

Gubernur H.Sutarmidji Terima Audiensi PSSI Kalbar Jelang Bergulir nya Liga 3

Berita

Fix a Leak Week Reminds Us to Evaluate our Home Plumbing

Berita

Modus Pasang Jimat, Dukun Palsu di Kecamatan Kembayan Cabuli 3 Korbannya

Berita

Terima Kunjungan PM Malaysia, Presiden Jokowi Berterima Kasih pada Malaysia atas Bantuan Pascabencana dan Tsunami di Sulteng