Home / Arsip / Arsip 2016 / Internasional / Reviews

Selasa, 9 Agustus 2016 - 13:55 WIB

Takut Ditembak Mati Terkait Narkoba, Puluhan Pejabat Filipina Serahkan Diri

Viewer: 531
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 10 Detik

Puluhan pejabat di Filipina menyerahkan diri setelah Presiden Rodrigo Duterte secara terbuka mengaitkan mereka dengan perdagangan narkoba.

Pada Selasa (8/8/2016), BBC melaporkan, pihak-pihak yang telah menyerahkan diri di antaranya adalah sejumlah wali kota dan komandan polisi.

Sementara itu, sebagian lagi dari pejabat yang namanya telah dipublikasikan karena diduga terlibat narkoba telah menyampaikan protes dan menyatakan diri mereka tidak bersalah.

Beberapa lainnya mempertanyakan keputusan Presiden yang menyebutkan nama dan mempermalukan orang-orang yang diduga bersalah sebelum menyampaikan bukti pendukung.

Baca Juga  Ini Milisi Filipina yang Bantu RI Bebaskan Sandera dari Abu Sayyaf

Hari sebelumnya, Associated Press, melaporkan, Duterte memublikasikan 150 nama hakim, wali kota, anggota parlemen, polisi, dan tentara yang terlibat perdagangan narkoba di negeri itu.

Duterte kemudian memerintahkan orang-orang yang disebutnya itu untuk menyerahkan diri atau menerima konsekuensinya.

Presiden Duterte juga menonaktifkan para personel kepolisian dan militer yang terlibat perdagangan narkoba dari jabatannya dan meminta senjata orang-orang itu dicabut.

Semua jenis pengawalan terhadap para pejabat negara yang terindikasi terlibat dalam perdagangan narkoba pun telah ditarik dari mereka.

Meski Duterte telah menegaskan, kepala badan peradilan Filipina memerintahkan para hakim di dalam daftar tersebut untuk tidak menyerahkan diri, kecuali diberikan surat perintah penangkapan.

Baca Juga  BNPT Bersyukur Umar Patek Mau Jadi Mediator Bebaskan 10 WNI

Saat kampanye kepresidenannya, Duterte berjanji akan menegakkan ketertiban umum dan keamanan, termasuk memberantas peredaran narkoba.

Duterte mengatakan, dia akan menerapkan kebijakan tembak di tempat bagi tersangka penjahat yang melawan atau menolak untuk ditangkap.

Kongres juga telah didesak Duterte agar memberikan persetujuan untuk penerapan kembali hukuman mati dengan cara digantung (kmp|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Ini Alasan Ketua DPR Setuju Harga Rokok Naik Rp 50 Ribu Per Bungkus

Arsip

Bus Ditumpangi 12 Wartawan Olimpiade 2016 Ditembak

Arsip

5 Bocah Jenius Kuliah di Kampus Dunia, Salah Satunya Dari Indonesia

Arsip

Tepergok Mesum, 2 Remaja Ditelanjangi dan Diarak Warga

Berita

Pasien Gizi Buruk Asmat Cenderung Kembali ke Pola Hidup Lama

Arsip

LIONS CLUBS Medan GOLDEN ESTATE KEMBALI MELAKSANAKAN BAKTI SOSIAL PENANAMAN 100 POHON

Berita

Pagi Ini, Perjalanan KRL Jabodetabek Normal

Internasional

Putri Soleimani Sebut Trump Hidup Ketakutan Usai Lengser