HALSEL – KOMPAS NASIONAL | Tiga Tahun tak di audit (2018-2020). Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kabupaten Halmahera Selatan, Bustamin Soleman, sebut Kepala Desa Koititi Musli Marasabessy diduga kuat bekingan oknum Inspektorat.
Hal itu di sampaikan Bustamin Soleman, tatkala laporan Bendahara Desa dan bebrapa anggota BPD Desa Koititi pada tanggal 04 November 2020 atas dugaan penyalagunaan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa ke Inspektorat dengan jumlah kerugian Negara di taksir sebesar Rp 576.300.000, Namun belum juga di tanggapi pihak inspektorat Halsel
“Untuk Desa Koititi kami tunggu hasil audit inpektorat, namun sampai saat ini belum juga di audit,” Beber Bustamin di hadapan anggota BPD beberapa waktu lalu
Bahkan di Hadapan BPD, Bustamin mengatakan bahwa Kepala Desa Koititi, Musli Marasabessy diduga kuat ada bekingan Oknum Inspektorat.
“Saya dengar carita bahwa ada bahasa yang bilang, Kepala Desa Koititi ada orang dalam di inspektorat,” Tandasnya
Bahkan dirinya juga mengatakan bahwa ia sempat mendengar ada omongan terkait kepala Desa Koititi, yang menyebutkan bahwa Kepala Desa susah diberhentikan.
“Katanya ada yang bilang Kades itu susah kase berenti karna ada orang dalam,” Ucapnya dengan sedikit nada humor.
Saat percakapan berlangsung, salah satu anggota BPD, Muhtadi Hi Nae mengatakan bahwa Kepala Desa Koititi memiliki hubungan Keluarga dengan salah satu pegawai di Inspektorat yakni Fadila yang menjabat sebagai Sekertaris Inspektorat.
“Kecurigaan Pak Kadis itu Batul, Karna ada kades punya sodara di Inspektorat,” Ungkap Muhtadin
Sementara itu, Ketua BPD Desa Koititi, Yusmin Hi Soleman mengatakan bahwa sudah beberapa kali Inspektorat tiba di Kecamatan Gane Barat, namun Desa koititi luput dari pemeriksaan Inspektorat
“Saat pemeriksaan di beberapa Desa yang ada di Kecamatan Gane Barat, Desa Koititi lewat dari pemeriksaan,” Pungkasnya
Diketahui, Kepala Desa Koititi, Musli Marasabessy sejak dilantik pada tahun 2017 jarang berada di Desa, bahkan Saat kedatanganya terakhir di Desa pada bulan Juni 2020, dan sampai saat ini sudah tidak pernah menginjakan kaki di Desa.
(Fik)






