Jakarta | Menindaklanjuti hasil rapat Pleno Majelis Rakyat Papua (MRP) perihal pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Afirmasi pada Senin (8/4/2019) di ruang rapat MRP di Kotaraja Papua, selanjutnya Pansus Afirmasi bertemu Staf Khusus Presiden Ev Lenis Kogoya, STh MHum, Jumat (10/5/2019) di ruang rapat Sekretariat Negara Sayap Timur, Lantai 2 Jakarta Pusat.
Sementara itu, Tim Pansus Afirmasi bentukan MRP untuk mengawal penerimaan CPNS di Papua itu menyampaikan sejumlah permasalahan yang terjadi di Tanah Papua. Dimana Tim Pansus Afirmasi bertanggungjawab mengawal penerimaan CPNS, termasuk Honorer K-2 di provinsi Papua agar proses penerimaan dilaksanakan dengan sistim offline, bukan online. Pasalnya, Pansus Afirmasi yang mereka bentuk tersebut bertugas untuk menjawab aspirasi ratusan tenaga Honorer K-2 maupun penerimaan umum.

“Ini sebagai bentuk keberpihakan MRP kepada OAP dan tenaga Honorer K-2 yang sudah lama mengabdi, tetapi belum diangkat jadi PNS. Kalau pakai sistim ofline ratusan Honorer K-2 ini jadi korban,”kata juru bicara Pansus Afirmasi.
Di kesempatan itu, Staf Khusus Presiden Ev Lenis Kogoya STh MHum saat menerima Pansus Afirmasi Majelis Rakyat Papua menyampaikan ucapan terima kasih kepada Tim Pansus dan rombongan.
Seluruh aspirasi yang disampaikan, kata Lenis Kogoya akan disampaikan kepada Presiden Joko Widodo untuk jadi pertimbangan.
Sebelumnya, Majelis Rakyat Papua dalam Rapat Pleno membentuk Lima Pansus antara lain, Pansus Afirmasi, Pansus Ham untuk Nduga, Pansus Banjir Bandang dan Air Naik di Danau Sentani, Pansus Kependudukan atau pendataan Orang Asli Papua (OAP) dan Pansus Pokok-Pokok Pikiran.
Rapat pleno yang dipimpin Ketua MRP, Timotius Murib didampingi Ketua I Jimmy Mabel, STh MM dan Ketua 2 Debora Mote Itu, diawali laporan pelaksanaan program kerja triwulan I dan rencana kerja untuk triwulan ke-2 tahun 2019 oleh masing-masing Pokja, Pokja Adat, Pokja Peremuan dan Pokja Agama.(Anggri/SP)








