Home / Arsip / Arsip 2016 / Daerah / Kriminal / Medan / Reviews

Senin, 15 Agustus 2016 - 15:41 WIB

Siswi SMP Diperkosa Saat Haid

Viewer: 2425
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 38 Detik

Siswa SMP Barlind School berinisial SY (15) diduga diperkosa sebelum dibunuh. SY  ditemukan tewas di semak-semak di Jalan Djamin Ginting KM 14 Lingkungan II Sidomulyo, Medan Tuntungan, persisnya di sebelah Rajawali Futsal, Sabtu (13/8).

Informasi yang dihimpun Minggu (14/8), korban yang diketahui tinggal di Perumahan Milala Tengah, Simpang Gardu, Pancur Batu ini disebut-sebut diperkosa sebelum dibunuh.

Korban diperkosa dalam kondisi datang bulan atau haid. Di punggung korban ditemukan pembalut bernoda darah.

”Pasti korban diperkosa sama pelakunya. Dan saat diperkosa, korban lagi datang bulan karena di punggungnya ditemukan pembalut wanita yang ada noda darahnya,” ujar salah seorang warga Jalan Djamin Ginting, KM 14, Lingkungan II, Desa Sidomulyo, Medan Tuntungan.

Baca Juga  Jalin Silaturahmi Danlanal TBA Buka Puasa Bersama Insan Pers

Warga juga menduga jika korban dan pelaku sempat duduk ngobrol di sekitaran lokasi. Pasalnya, di sana terlihat daun yang dijadikan alas duduk di tanah.

”Korban masih berontak saat diperkosa pelaku. Karena takut korban teriak, mungkin pelaku langsung menikam leher korban pakai pisau. Sebelum kabur pelaku memakaikan kembali celana pendek korban,” imbuhnya.

Kapolsek Delitua AKP Wira Prayatna belum bisa memastikan apa motif pembunuhan korban. Polisi masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah korban mengalami kekerasan seksual sebelum dibunuh.

”Masih terus kita selidiki. Saksi-saksi termasuk orang tua korban sedang kita periksa terus. Kita tunggu hasil keterangan pihak rumah sakit apakah ada tanda-tanda kekerasan seksual atau tidak,” ujar Wira.

Korban pertama sekali ditemukan oleh Yusnilawati (50), pedagang es kelapa yanh tak jauh dari lokasi. Melihat itu saksi mata langsung melaporkan ke kepala lingkungan setempat dan pihak kepolisian.

Baca Juga  Polisi Kembali Bekuk 4 Pelaku Kerusuhan Di Tanjungbalai

“Saat saksi mata menemukan, korban mengenakan kemeja warna biru kotak, dan dasar putih (baju sekolah SMP Barlind School). Ciri-cirinya rambut panjang lewat seleher, kulit putih, menggunakan tas berisi buku pelajaran,” ungkap Kapolresta Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto.

Mardiaz menambahkan, di tubuh korban tedapat pisau yang menancap di leher sebelah kiri dengan gagang warna hitam. Dan korban juga luka pada jari kiri.

“Untuk motifnya masih dalam penyelidikan kita, beberapa orang saksi sudah kita mintai keterangan,” ungkap Mardiaz (pjkst|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
100 %

Share :

Baca Juga

Arsip

Menhub Budi janji beri payung hukum untuk ojek online
Pengendara Verza Tewas Tabrak Samping Tronton-kompasnasional

Arsip

Pengendara Verza Tewas Tabrak Samping Tronton
Tarif Listrik Bakal Naik Lagi -KompasNasional

Arsip

Tarif listrik untuk daya 1300 VA ke atas naik mulai 1 Juni 2016

Ekonomi

Antisipasi Mati Listrik Saat UN, SMA di Depok Sewa Genset Rp 10 Juta
Ket:Foto// dari kiri ke kanan Vice President Lions Club Golden Estate Lion Leo Lopulisa, President Agustina, Wakapolres Tanjung Balai Kompol H. Jumanto, SH. MH dan paling kanan Kapolsek Tanjung Balai Selatan Kompol S. Purba

Asahan

Polres Tanjung Balai Bersama Lions Club Medan Golden Estate Bagikan Bansos Kepada Masyarakat.

Berita

Dihari Valentine Roro Fitria Ditangkap Polisi Gunakan Sabu

Daerah

Lomba Polisi Cilik dan PBB Asal Pengiriman Polres Metro Jakarta Barat Raih Juara 2 dan 3 Harapan
Gempur Laporkan Kades Desa Purbatua dan Desa Muara Bolak Terkait Dugaan Proyek Fiktif Pegadaan Ternak dan Penyelewengan BLT Dana Covid-19

Berita

Gempur Laporkan Kades Desa Purbatua dan Desa Muara Bolak Terkait Dugaan Proyek Fiktif Pegadaan Ternak dan Penyelewengan BLT Dana Covid-19