Home / Berita / Nasional

Sabtu, 12 November 2022 - 09:08 WIB

Sekeluarga Tewas Ditemukan di Rumah Kalideres

Viewer: 263
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 25 Detik

Jakarta, Jejaknasional.com — Empat orang mayat yang merupakan satu keluarga ditemukan tewas di dalam rumah di Kalideres, Jakarta Barat pada Kamis (10/11).
Keempat jasad itu meliputi seorang bapak berinisial RG (71), anak berinisial DF (42), ibu berinisial RM (66), dan paman berinisial BG (68).

Saat ditemukan, keempatnya tergeletak pada posisi yang berbeda-beda. Bapak ditemukan di ruang kamar bagian belakang, sang paman ditemukan di ruang tamu dalam posisi bersandar di sofa.

Sedangkan untuk posisi jenazah sang ibu dan anaknya, yakni RM dan DF, ditemukan berada di ruang kamar depan.

Penemuan empat jasad ini bermula saat warga setempat mencium bau busuk yang berasal dari dalam rumah tersebut.

Roy (33) selaku tetangga dari rumah korban, menyebutkan bau busuk itu telah terendus olehnya sejak Jumat (4/11) atau tepatnya seminggu yang lalu.

Pada awalnya ia mengira bau busuk itu berasal dari bangkai tikus yang mati.

“Tanggal 4 saya sudah cium, Jumat lalu, seminggu lalu. Saya bilang sama karyawan saya ini kayaknya ada bau tikus deh. Jumat lalu, saya cari sama karyawan enggak ketemu-ketemu,” kata Roy kepada wartawan, Jumat (11/11).

Baca Juga  Akhirnya Investor Asing Resmi Masuk IKN

Begitu pula kesaksian dari Ketua RT 015/ RW 7 Kalideres menyebut bau busuk itu telah tercium sejak hari Sabtu (5/11) lalu yang kemudian, bau itu semakin menyegat pada hari Selasa hingga Kamis minggu ini.

Dengan bau yang semakin menyegat itu, Asiung selaku Ketua RT mengambil tindakan dengan memaksa masuk ke dalam rumah ditemani dengan petugas keamanan setempat serta staf pengurus wilayah.

“Jadi kronologisnya begini, saya dobrak pintu kamar depan, ya hanya memakai kawat nyamuk, saya rusak terus korden saya geser pake linggis,” kata Asiung kepada wartawan, Jumat (11/11).

Matanya terbelalak lantaran menemukan mayat tergeletak di hadapannya. Kala itu, ia baru menjumpai salah satu mayat saja.
“Betul saya melihat hanya satu dulu, itu anaknya atas nama Dian (42),” terang dia.

“Saya sorot, karena lampu gelap ternyata itu mayat, langsung segera saya kerahkan ke teman saya wilayah lingkungan untuk melaporkan ke Polsek Kalideres,” tambahnya.

Setelah ditemukan, keempat jasad tersebut langsung dilarikan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk kemudian diautopsi.

Baca Juga  PPATK: Ada 63 Ribu Judi Online di DPR-DPRD, Transaksi Rp25 M per Orang

Setelah menjalankan pemeriksaan, tim dokter forensik mengungkapkan tidak menemukan bekas luka penganiayaan pada empat jasad tersebut.

Dugaan sementara Polisi atas meninggalnya keempat mayat ini lantaran sudah lama tidak mendapat asupan makanan dan minuman.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pasma mengatakan, dugaan tersebut didasarkan pasa hasil pemeriksaan oleh dokter forensik RS Polri Kramat Jati.

“Berdasarkan pemeriksaan bahwa dari lambung para mayat ini tidak ada makanan, jadi bisa diduga berdasarkan pemeriksaan dari dokter bahwa mayat ini tidak ada makan dan minum cukup lama, karena dari otot-ototnya sudah mengecil,” kata Pasma kepada wartawan, Jumat (11/11).

Selain itu, dari hasil pemeriksaan tersebut, kata Pasma, diduga keempat jenazah itu juga sudah meninggal sejak tiga minggu yang lalu. Namun keempat mayat ini meninggal dalam waktu yang berbeda.

“Jadi itu dari bapaknya, ibunya, iparnya semuanya di waktu berbeda meninggalnya, sehingga pembusukannya masing-masing berbeda-beda,” ujarnya. (Hen/Cnn)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Dinkes dan RSUD Raker dengan Komisi I DPRD Samosir

Berita

Penyampaian Pandangan Umum Fraksi Fraksi Terhadap APBD TA 2022

Berita

Satgas Pamtas Yonif 645/Gty Kembali Amankan PMI Non Prosedural Di Jalur Tidak Resmi Sektor Kanan PLBN Entikong

Berita

Ketua Dekranasda Taput Himbau Pelaku Kuliner Mampu Dorong Kemajuan Sektor Pariwisata.

Berita

PA & PPK, Proyek Dinas Pendidikan Dayah Aceh Yang Ada Di Kutacane Mengabaykan Telpon Wartawan

Berita

Hanyut, KM Mulin 17 Berhasil Diselamatkan

Berita

Tahapan pilkada serentak di Surabaya dan daerah lainnya dimulai pertengahan Juni, peneliti: ‘berpotensi ciptakan episentrum baru virus corona’

Arsip

Tarif Interkoneksi Turun, Saham Operator Babak Belur