Home / Arsip / Arsip 2016 / Berita / Nasional / Reviews

Sabtu, 16 April 2016 - 14:00 WIB

Satu WNI Tertembak Saat Abu Sayyaf Kembali Serang Kapal Indonesia

Viewer: 564
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 32 Detik

Insiden penculikan anak buah kapal asal Indonesia di perairan Filipina kembali terjadi. Kementerian Luar Negeri menyatakan lokasi perompakan serta penyanderaan ada di perairan antara Cebu menuju Tarakan di Kalimantan Utara.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir, mengatakan kapal nahas yang menjadi korban pembajakan adalah kapal tongkang Cristi dan Kapal Tunda TB Henry. Penyerangan oleh rombongan terduga militan dari selatan Filipina itu terjadi pada Jumat (15/6), pukul 18.31 waktu setempat.

“Kapal membawa 10 orang ABK WNI,” seru pria akrab disapa Tata ini saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (16/4) dini hari.

Dalam pembajakan kali ini, seorang ABK tertembak. Sementara itu, lima orang berhasil selamat, sedangkan empat lainnya diculik oleh kelompok tersebut.

Baca Juga  Kapolda Kalbar Hadiri Focus Group Discussion Studi Lapangan Isu Strategis Nasional Program Pendidikan Reguler Angkatan LXIII Tahun 2022

Kepada Badan Administrasi Menteri (BAM) Kemlu itu menuturkan satu ABK yang tertembak telah diselamatkan oleh Polisi Maritim Malaysia guna mendapatkan perawatan lebih lanjut. Sementara lima ABK lain yang selamat bersama kedua kapal sudah dibawa Polisi Maritim Negeri Jiran ke Pelabuhan Lahat Datu, Malaysia.

“Informasi terakhir yang diperoleh, meski mengalami luka tembak, namun yang bersangkutan dalam kondisi stabil. Sementara itu, lima ABK lain yang selamat bersama kedua kapal dibawa oleh Polisi Maritim Malaysia ke Pelabuhan Lahat Datu, Malaysia,” pungkasnya.

Ini adalah pembajakan ketiga, semuanya diduga didalangi Abu Sayyaf, dalam sebulan terakhir yang menimpa ABK asal Indonesia. Insiden pertama terjadi akhir Maret lalu, ketika 10 WNI disandera saat mengangkut batu bara menuju Filipina.

Baca Juga  Sekda Lantik 90 Pejabat Administrator Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat

Selanjutnya, pada 2 April, kapal berbendera Malaysia dirompak oleh militan di perairan dekat Sabah, Malaysia. Di kapal itu ada tiga anak buah kapal berstatus WNI. Tapi ketiganya dilepas oleh rombongan militan. Abu Sayyaf hanya menyandera empat ABK berpaspor Malaysia. Ketiga WNI itu sekarang berada di KJRI Tawau.

Dengan penculikan terbaru ini artinya total 14 WNI sekarang sedang disandera oleh Abu Sayyaf. Pemerintah RI menyerahkan sepenuhnya upaya pembebasan kepada otoritas keamanan Filipina. Kendati demikian, TNI dua pekan terakhir telah menyiagakan armada di Tarakan (mdk|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Kapolsek Boyan Tanjung Ucapkan Terima Kasih Masyarakat Telah Ikut Divaksin

Berita

Gelar Bakti Kesehatan di Titik 0 IKN, Kapolri Gelorakan Visi Indonesia Emas 2045

Berita

Wali Kota Pematangsiantar Diwakili Plh. Sekda Zainal Siahaan Hadiri Kegiatan BAZNAS

Arsip

Kesal Pekerjaannya Tak Dihargai, Karyawan Nekat Tusuk Leher Bosnya

Berita

Gubernur KalbarTop Menejemen Jangan Berpikir Berkotak Kotakan

Berita

Gubernur Kalbar Serahkan Santunan Kematian Kepada Ahli Waris Korban Kecelakaan Kerja

Berita

Bupati Kapuas Hulu Beri Bantuan Ke Yonif RK 644/Wls Yang Terkena Musibah Kebakaran

Berita

Update Covid-19 di Kabupaten Samosir 27 Agustus 2021, Tambah 13 Kasus, Sembuh 99 Kasus, Kasus Aktif 126