Home / Berita

Selasa, 19 Januari 2021 - 11:45 WIB

Raih Medali Emas Olimpiade Bahasa Inggris di Italia, Wali Kota Apresiasi Prestasi Kerensia

Viewer: 528
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 16 Detik

Pontianak Kalbar Kompas Nasional – Kerensia Valeria, pelajar SMP Tunas Bangsa asal Kota Pontianak berhasil meraih medali emas dalam Olimpiade Bahasa Inggris di Italia.

Kejuaraan terbesar bahasa inggris ini, diikuti pelajar dari 60 negara di seluruh dunia.

Kerensia Valeria menjadi orang Indonesia pertama yang meraih medali emas dalam sejarah sepanjang olimpiade ini dilaksanakan delapan tahun terakhir.

Kejuaraan ini digelar oleh Global Hippo Association bersama Mizzou Academy dibawah naungan University of Missouri, USA.

Dari Indonesia sendiri yang mengikuti babak penyisihan mencapai 20 ribu orang. Namun Kerensia Valeria yang berasal dari Pontianak, berhasil maju ke babak final bersama delapan orang lainnya di akhir tahun 2020 kemarin.

Terkait pandemi yang tengah melanda dunia, akhirnya final diadakan secara online.

Meskipun masih dalam suasana pandemi Covid-19 yang melanda di seluruh dunia, tidak menyurutkan siswa Kalbar untuk berprestasi di tingkat dunia.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengapresiasi atas prestasi yang berhasil ditoreh Kerensia.

Baca Juga  Babinsa Kawal Pelaksanaan Tracking Kontak Erat Keluarga Pasien Covid-19

Hal ini dinilainya sebagai bukti bahwa sumber daya manusia (SDM) di Kota Pontianak tak kalah unggulnya dengan dunia luar.

“Saya atas nama Pemerintah Kota Pontianak mengucapkan selamat kepada Kerensia karena telah mengharumkan nama Kota Pontianak dan Provinsi Kalbar khususnya dan Indonesia umumnya di tingkat dunia,” ujarnya, Senin (18/1/2021).

Ia menambahkan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Pontianak tahun 2020 mencatat nilai tertinggi di Provinsi Kalbar yakni 79,44.

Menurutnya, ada dua sektor yang menjadi prioritas untuk mempertahankan dan meningkatkan IPM di Kota Pontianak, yakni sektor pendidikan dan kesehatan.

Kualitas SDM ditentukan oleh dua sektor tersebut sebab pengaruhnya besar terhadap peningkatan IPM.

Pontianak meraih IPM tertinggi di Kalbar karena dari sisi harapan lama sekolah tertinggi yakni 15 tahun.

“Dengan kondisi IPM Kota Pontianak yang terus naik dari tahun ke tahun, dapat diartikan bahwa pembangunan manusia di Kota Pontianak cenderung semakin baik,” tuturnya.

Edi menambahkan, pihaknya terus berupaya mendongkrak IPM tahun-tahun berikutnya.

Selain itu tak kalah pentingnya meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan dan infrastruktur.

Baca Juga  Musrembang RPJMD 2021-2026, Bupati Usman Sidik Uraikan 7 Poin Misi Pemda Halsel

“Sehingga pertumbuhan ekonomi juga meningkat dan angka pengangguran bisa ditekan,” imbuhnya.

Ayah dari Kerensia, Christiansen, mengatakan, setiap ujian yang dilalui putrinya, angka yang berhasil diraih nilainya 100 poin, tanpa ada kesalahan.

“Bangga rasanya Kerensia Valeria bisa menjadi orang Indonesia pertama yang meraih juara,” kata warga yang berdomisili di Jalan Suprapto Pontianak.

Dirinya berharap Kerensia bisa terus mengharumkan nama Indonesia, khususnya Kalbar.

Anak ketiga dari pasangan Christiansen dan Vitalia Lim ini memang sejak kecil kerap menorehkan berbagai prestasi.

Sebelum meraih medali emas di olimpiade ini, beberapa prestasi sudah pernah ditorehkan oleh pelajar Kalbar ini.

Diantaranya menjadi peserta termuda dan peraih medali di Olimpiade Matematika Nasional 2018.

Selain itu, Kerensia juga pernah menyabet medali perak di Olimpiade Matematika di Varna, Bulgaria tahun 2018.

Tak berhenti disitu, tahun 2019 Kerensia juga meraih medali perak di Olimpiade Matematika dan Sains di Hanoi, Vietnam.

(Hasnan.s)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Kapolri Minta Forkopimda Kalbar Terus Lakukan Akselerasi Vaksinasi, Untuk Mencegah Virus Omicron

Berita

Pembangunan Penggantian Jembatan Tano Ponggol Kec. Pangururan Kabupaten Samosir resmi dimulai

Berita

“Di situ pak Situmorang dan bupati cerita sebelumnya yang ngerjakan proyek jembatan di batubara Johan namanya, tapi kerjanya nggak beres. Kebetulan pak Situmorang mengaku perusahaannya ahli dibidang konstruksi jembatan,” sebut Ayen. Hingga akhirnya, OK Arya menyerahkan draft proyek Dinas PUPR Batubara kepada Ayen untuk diberikan kepada Maringan Situmorang. “Di Desember bupati ada kasih draft proyek untuk diserahkan ke Situmorang. Disitu ada ditandai tulisan ‘situ’. Karena saat itu saya mau olahraga, saya foto saja, kalau nggak salah dua atau tiga lembar. Setelah itu saya print lalu dikasih ke Situmorang. Saya tak terlalu perhatikan proyek-proyek apa saja,” jelasnya. Disinggung, mengapa mau menjadi tempat penitipan uang dari rekanan Pemkab Batubara untuk diserahkan kepada OK Arya, Ayen mengaku khilaf. “Saya khilaf. Semua demi menjaga hubungan bisnis karena keduanya sering beli mobil sama saya. Apalagi sebelumnya mereka ada nitip uang Rp 1 miliar, tapi nggak ada masalah. Tapi yang terakhir ini saya justru jadi terlibat,” sebutnya. KPK menangkap dua orang kontraktor, Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar beserta Bupati Batubara, OK Arya Zulkarnain, Kepala Dinas PUPR Helman Herdadi dan pemilik Ada Jadi Mobil, Sujendi Tarsono alias Ayen pada 13 September 2017 dari sejumlah lokasi berbeda di Medan dan Batubara. Penangkapan kelimanya dilakukan terkait kasus penyuapan senilai Rp 4,1 miliar. Total uang suap tersebut diberikan Maringan dan Syaiful, diduga sebagai persenan untuk OK Arya setelah mendapatkan sejumlah proyek yang dananya tertampung pada APBD Batubara Tahun Anggaran (TA) 2017.(*)

Berita

Vandiko: Pembentukan Staf Khusus untuk Akselerasi Pelaksanaan Kebijakan Daerah

Berita

Kasus Tom Lembong, Kejagung: Status Tersangka Korupsi Tak Harus Terima Uang

Berita

Kronologi Pelemparan Bom Molotov di Rumah Politikus PKS Mardani

Asahan

Balita Penderita Gizi Buruk Butuh Perawatan

Berita

SUANDI DAN H. UMARDANI JUAL GALIAN C ILEGAL, PT. BNS JADI PENAMPUNG, MELANGGAR PASAL 480 KUHP.