Kompas Nasional l PEMATANGSIANTAR-Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas dimasa pandemi Covid-19 untuk jenjang SMA/SMK di Wilayah Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Siantar perlu di lakukan evaluasi, pasalnya selama PTM Terbatas di lakukan masih banyak siswa/i yang nongkrong pada saat jam belajar maupun pulang sekolah.
Pelaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas untuk jenjang
SMA/SMK belum semua siswa menerapkan ketentuan PTM sebagaimana yang diatur dalam pelaksanaan PTM dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat dan mengikuti sejumlah aturan yang telah ditetapkan dalam Instruksi Gubernur (Ingub) nomor 188.54/39/INST/2021 tentang Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di masa pandemi Covid-19 dan SKB 4 Menteri.
Pantauan awak media di lapangan, masih ada beberapa siswa melepas maskernya . Begitu pun saat jam sekolah maupun pulang sekolah masih ditemui siswa yang berkeliaran dan nonkrong di tempat umum secara berkelompok hingga tiga orang.
Padahal, sebagaimana aturan PTM, siswa hanya diperbolehkan berangkat ke sekolah, belajar, dan langsung kembali ke rumahnya masing masing.
Menanggapi hal tersebut ketika dikonfirmasi KASI SMA Cadisdik Siantar Drs. Hamonangan Aruan menghimbau kepada satuan pendidikan supaya benar-benar mematau anak-anak setelah PTM dari sekolah. Setiap satuan pendidikkan agar membentuk tim untuk memantau anak-anak pulang dari sekolah dan benar-benar siswa sudah pulang kerumah masing-masing.
“Meski kita sudah di level rendah, namun kita harus tetap waspada dengan pandemi covid-19 serta tetap mematuhi prokes” ucap Hamonangan Jumat,(29/10/21).
Juga dengan tegas Hamonangan mengatakan, Bahwa pada simulasi sudah kita bentuk tim satgas, untuk itu tim satgas dimasing-masing satuan pendidikan agar difungsikan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan nantinya.
“Kita berharap semoga PTM terbatas ini bisa berjalan dengan baik dan semoga tidak ada timbul klaster-klaster terbaru covid-19”. ujarnya.
Ia juga menghimbau kepada seluruh kepala-kepala SMA/SMK terkhusus Siantar-Simalungun agar tetap benar-benar memantau anak didiknya masing-masing supaya diluar sekolah jangan ada lagi ngumpul-ngumpul atau nongkrong sesama teman diluar sekolah.
Toni Tambunan.






