Home / Berita

Kamis, 15 Mei 2025 - 10:46 WIB

Projo: Harusnya Bu Mega Minta Penuduh Hentikan Polemik Ijazah Palsu Jokowi

Foto. Edi Wahyono

Foto. Edi Wahyono

Viewer: 235
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 59 Detik

Jakarta, JejakNasional – Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menyinggung soal polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan menyarankan untuk menunjukkan ijazahnya agar tak berkepanjangan. Relawan Pro Jokowi (Projo) menyebut bahwa langkah hukum itu ditempuh lantaran ijazah asli itu sudah ditunjukkan namun tuduhan tetap ada.

“Pelaporan kasus tersebut adalah jalan terakhir yang dilakukan setelah Pak Jokowi dah pihak-pihak lain menyampaikan data dan fakta bahwa ijazah S1 Pak Jokowi asli, tidak palsu. Para penuduh terus melancarkan tuduhan itu dengan mengabaikan data dan fakta. Tentu ada motif di balik tuduhan itu,” kata Ketum Projo Budi Arie Setiadi kepada wartawan, Kamis (15/5/2025).

“Publik harus tahu, maka perlu ada proses hukum. Supaya jelas alasan mereka berbuat itu. Apakah motif dendam, ekonomi, atau politik. Publik akan tahu di pengadilan nanti,” tambahnya.

Baca Juga  Kacau, Alat Rapid Test China Bikin Orang Negatif Jadi Positif Corona

Budi Arie menilai Megawati seharusnya membantu untuk menghentikan upaya para penuduh tersebut. Karena, menurutnya, PDIP pernah mencalonkan Jokowi sebagai kepala daerah bahkan sebagai presiden yang di dalam prosesnya ada pelengkapan syarat administratif.

“Kasus hukum ini tidak akan terjadi jika obyektifitas dijunjung tinggi, sebaiknya Ibu Mega juga sejak lama menyatakan atau meminta para penuduh itu menghentikan tindakan mereka. Mengapa? Karena PDIP yang mencalonkan Pak Jokowi sebagai kepala daerah dan presiden 2 periode,” katanya.

“Syarat-syarat administratif dan politis tentu sudah dipenuhi dengan proper sehingga bisa menjadi calon dalam pilkada dan pilpres,” tambahnya.

Lebih lanjut, Budi Arie menyebut Projo melihat tuduhan ijazah palsu bukan sekadar untuk mendiskreditkan Jokowi. Menurutnya, negara juga perlu meluruskan tuduhan ini karena Jokowi pernah memimpin bangsa selama dua periode.

“Pak Jokowi pernah memimpin Kota Solo, DKI Jakarta, dan RI selama lebih dari 20 tahun. Negara juga berkepentingan meluruskan masalah ini,” katanya.

Baca Juga  Bupati Tapsel Salurkan 100 Paket Daging Kurban ke Desa Siuhom

Megawati Singgung Polemik Ijazah Jokowi
Sebelumnya, Megawati menyinggung hebohnya tuduhan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Jokowi. Megawati menyarankan pemilik ijazah untuk menunjukkan ijazahnya agar tak menimbulkan polemik yang berkepanjangan.

Hal itu disampaikan Megawati saat memberikan sambutan dalam acara peluncuran buku ‘Pengantar Pemahaman Konsepsi Dasar Sekitar Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI)’ di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jakarta Pusat, Rabu (14/5/2025).

Mega mengungkit ramainya kasus tuduhan ijazah palsu Jokowi. Mega mengatakan, jika ijazahnya benar, tunjukkan saja ke publik agar tidak menimbulkan polemik yang berkepanjangan.

“Yo orang banyak kok sekarang gonjang-ganjing urusan ijazah, bener opo nggak?” ujar Megawati.

“Ya kok susah amat ya, kan kalau di ijazah betul gitu, kasih aja, ‘ini ijazah saya’ gitu lho,” lanjutnya.

(YA/JJN)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Gubernur Kalbar Terima Kunjungan Kerja Pansus RUU Landas Kontinen

Berita

Air Susu Dibalas Air Tuba, Selingkuhan Veronica Tan Makin Tak Tahu Diri Saat Ahok Memohon Belas Kasihan, Sang Anak Tersulut Emosi Dengar Ucapannya Sampai Nyaris Baku Hantam, BTP: Harga Diri Saya Diinjak-injak!

Berita

Dampak Kenaikan Harga BBM,Kapolres Landak Bagikan Bansos Kepada Warga

Berita

Desa Nanga Boyan Kapuas Hulu Krisis Signyal Telpon

Berita

Mengantisipasi Lonjakan PPDB Selanjutnya, Kota Pematangsiantar Butuh Tiga SMAN Baru

Berita

Kapolda Kalbar Tancap Pemancangan Tiang Pertama Gedung Medik Sentral Rumkit Bhayangkara

Berita

Danrem 121/Abw Beserta istri Berkunjung Ke Rumah Dinas Pangdam Kodam XII/Tanjungpura ucapkan selamat Natal.

Arsip

Fitting Baju, Okan Conelius Siap Lepas Status Duda?