Viewer: 1034
0 0
Viewer: 1035
0 0

Home / Berita

Selasa, 22 Desember 2020 - 11:07 WIB

Limbah B3 Cemari Lingkungan, Warga Kusubibi Sulit Mendapatkan Air Bersih

Viewer: 1036
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 28 Detik

Limbah Tong di Area Kusubibi
(Foto Istimewa Kompasnasional.com)

HALSEL- Buangan limbah B3 dari hasil pengelolaan tong yang beroprasi di tambang rakyat Desa Kususbibi dapat mengancam jiwa, pasalnya sudah hampir dua bulan warga Desa Kusubibi tidak lagi menginsumsi air bersih yang bersumber dari PDAM

Diketahui Letak tambang rakyat tersebut berada di Desa Kususbibi Kecamatan Bacan Barat, Halsel, Maluku Utara (Malut)

Sejak tambang rakyat beroprasi, masyarakt setempat sangat bersyukur karena potensi sumberdaya alam (SDA) bisa dkelola secara langsung oleh warga.

Limbah Berserakan, Hasil Dari Tong

Namun, belakangan ini potensi sumber daya alam (SDA) itu justru kembali mengancam keselamatan jiwa masyarakat setempat, hal itu disebabkan adanya pencemaran limbah B3 yang sudah terlihat sangat parah.

Bahkan dari hasil investigasi Asosiasi Pertambangan Rakyat Indonesia (APRI) Halsel dan sejumlah wartawan, bahwa sudah hampir dua bulan warga tak lagi mengonsumsi air yang bersumber dari PDAM

Tim bersama Adik Kandung Sudin,
(Sudin, Pemilik Tong)

Sementara saat sejumlah wartawan melakukan pemantauan di lokasi tromol atau Glundung, Minggu (20/12). Pencemaran limbah B3 yang paling berbahaya, sebab setiap hujan deras limba hasil pengelolaan material meluap ke sungai hingga masuk ke area pemukiman warga

Baca Juga  Itwasda Polda Kalbar Audit Kinerja Polres Sanggau dan Polsek Jajaran

Sudin, satu diantara empat belas pengusaha tong yang mengelola hasil tambang rakyat, bahwa dirinya memiliki 5 unit tong yang beroprasi di area tambang, sementara lokasi pembuangan limbah miliknya tak terurus karena hanya dibendung dengan tumpukan karung.

Zat Kimia Campuran Material Emas
(Gudang Milik Hi Komar)

Selain Sudin, ada juga sejumlah pengusaha yang secara terang terangan mengakui bahwa dalam pengelolan emas dengan mengunakan tong, selalu mengunakan campuran cyanida dan mercury

Dari hasil penelururan tersebut, Tim menjumpai salah satu orang kepercayaan pengusaha tong Hi Komar. Ilyas namanya, saat diwawancarai sejumlah media dan pengurus APRI Halsel terkait penggunaan cyanida dan mercury, Ilayas membenarkan bahwa dalam pengelolaan material emas dengan tong, maka campuran cyanida dan merkuri sebanyak 3-5 kg dalam 1 tong

“Tong kita (milil Hi. Komar) ada 5 unit dan setiap operasi itu harus gunakan cyanida 3-5 kg dalam satu tong,”akuinya

Tim saat Mewawancarai Rustam
(Orang Kepercayaan Ruslan)

Tidak sampai disitu, dari hasil penelusuran Tim, ada juga tong milik Ruslan yang saat itu di jaga oleh Rustam. Bahkan dari pengakuan Rustam bahwa semua tong yang beroperasi itu menggunakan cyanida dan mercury. Namun di sayangkan, para pengusaha tong tidak mengamankan limbah sehingga ketika waktu hujan itu limbahnya meluap keluar.

Baca Juga  PC HIMMAH Asahan Tatap Muka Bersama Pendiri Undergraduate Scholl

“Kita ini pemain tong dan posisi kusubibi ini beda dengan tambang rakyat seperti di palu. Kalao di Palu itu limbah diamankan sehingga tidak tercemar tapi di Kusubibi ini limbah bahan berbahaya tidak dilindungi. Jadi, setiap hujan itu limbah pasti bocor keluar,” ujar Rustam

Tim Bersama Ketua Adat Kusubibi, Hi Sadek

Terpisah, Ketua Adat Desa Kusubibi Hi. Sadek, mengatakan sudah hampir dua bulan warga kusubibi sudah tak lagi mengkonsumsi air yang bersumber dari PDAM. Sebab, warga takut air yang di konsumsi telah tercemari limbah tambang.

“Kami tidak lagi minum Air PAM, alasannya karena takut jangan sampe pipah picah dan limbah masuk di pipa yang picah dan tercampur deng limbah,” Ungkap Hi. Sadek

(Hafik)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Open House, Bupati dan Wakil Bupati Samosir Tunjukkan Kesehatian dan Kesetiakawanan

Berita

Pangdam XII/Tpr Olahraga Bersama Dengan Prajurit dan PNS*

Berita

Atasi Kesulitan Masyarakat, Satgas Pamtas Yonif 645/Gty Karya bakti Pembenahan Saluran Air Bersih 

Berita

Truk Pengangkut Sembako Terperosok, Jalan Provinsi Nanga Mau-Nanga Tebidah Lumpuh Total.

Berita

Kapolres Siantar Pimpin Apel Gabungan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana

Berita

Jelang Peletakan Baru Pertama, Yayasan pesantren Abu yazid Boarding School Silahturahmi dengan SDN 027 Parit Baru

Arsip

Mulai Hari Ini, KAI Jual Tiket Tambahan Mudik Lebaran

Berita

Pemko Pematangsiantar Siap Berkolaborasi Dengan BNN Dalam Upaya P4GN