Viewer: 758
0 0

Home / Berita

Jumat, 2 Oktober 2020 - 22:02 WIB

Pimpinan dan Komis II DPRD Samosir ke BPTUHPT Siborong-borong, Terkait Budidaya Ternak Kerbau Lokal

Viewer: 759
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 37 Detik

Samosir – Kompas Nasional | Terkait pengembangan dan pemeliharaan ternak kerbau lokal, Pimpinan dan Komisi II DPRD Kabupaten Samosir melaksanakan kegiatan konsultasi dan koordinasi ke Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTUHPT) Siborong-borong di Kabupaten Tapanuli Utara, Sabtu (12/9).

Rombongan diterima Drh Derita Sianturi (Kasi informasi dan Jasa Produksi) dan Drh Jeky Lumbangaol (Kasi Pelayanan Teknis). Pimpinan dan Komisi II DPRD Kabupaten Samosir menyampaikan tujuan kunujungan yakni untuk menggali informasi terkait teknik pengembangan dan pemeliharaan ternak khususnya ternak kerbau dan luas areal peternakan yang di kelola oleh BPTUHPT) Siborong-borong serta jenis ternak kerbau yang dibudidayakan.

Baca Juga  Wali Kota Pematangsiantar Hadiri Upacara Peringatan HUT Ke-76 TNI Tahun 2021 Secara Virtual

Dimana masyarakat di Kabupaten Samosir rata-rata memelihara ternak kerbau dan Kabupaten Samosir merupakan salah satu sentra peternakan kerbau di Sumatera Utara, akan tetapi kami melihat masyarakat di Samosir masih mempergunakan cara-cara yang biasa dalam melakukan pemeliharaan ternak kerbau, sehingga produktifitas hasilnya pun  biasa saja.

Sekaitan dengan itu Kepala Seksi Informasi dan Jasa Produksi menjelaskan bahwa BPTUHPT Siborong-borong memiliki lahan yang dikelola baik kandang ternak maupun untuk areal tanam pakan seluas 60 hektar. Balai ini juga tidak hanya memelihara atau mengembangkan ternak kerbau saja akan tetapi juga mengembangkan ternak babi. “Khusus untuk ternak kerbau, balai fokus mengembangkan ternak kerbau jenis kerbau sungai kalau bahasa daerah setempat disebut dengan istilah kerbau buttak.” Demikian disebut Drh Derita Sianturi.

Baca Juga  Peduli Warga Perbatasan, Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 645/GTY Bagikan Sargal

Untuk pakan kata dia, mereka menanam sendiri sesuai dengan kebutuhan ternak untuk pakan ternak kerbau kita menanam jenis rumput pennisetum purpureum atau yang biasa dikenal dengan rumput gajah. Hal lain disampaikan bahwa teknis pembuahan yang dilakukan di balai tersebut selain teknik tradisional atau normal juga dengan teknik inseminasi buatan. Terkait dengan limbah atau kotoran ternak dikelola atau dipergunakan serta diproduksi untuk kebutuhan hijauan pakan ternak  juga untuk kebutuhan pupuk organik dan tidak di komersilkan.

Terkait kunjungan, Pimpinan dan Komisi II DPRD Kabupaten Samosir menyempaikan kata terimakasih atas informasi dan penjelasan yang diterima dan diharapkan dapat disosialisasikan ke masyarakat Samosir melalui Dinas terkait. (rel/mangapul sinaga)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Polres Samosir Gelar Ziarah dan Tabur Bunga di TMP Sidamdam

Berita

KAMPUNG TANGGUH UPAYA CEGAH COVID-19

Berita

Bupati HST Minta KPK Tak Jual Kendaraan Mewahnya

Berita

‍‍Meningkatkan Silidaritas Pangulu ‍‍‍‍‍‍‍‍Mubes Bentuk KBPS Se-Simalungun

Berita

Pangdam XII/Tpr Sambut Kedatangan Presiden R.I

Berita

Cegah Penularan Covid-19, Koramil Dan Polsek Sambas Lakukan Penyemprotan Disinfektan Di Tempat Ibadah Dan Rumah Warga

Berita

Wako Pontianak Resmikan Kampung Digital Gradasi Gang H Mursyid di Tepian Sungai Kapuas

Berita

Julianus Harefa bangga anaknya Raih Medali emas pada ke Juaraan TAKO DOJO POLRES NIAS Sesumatera Utara.