Kompas Nasional I Simalungun
Dari 1655 Warga Binaan (WB) Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II A Siantar, hanya 560 WB yang tercatat pada Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan telah memberikan hak pilihnya pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 di Simalungun Sumatera Utara.
Pernyataan itu disampaikan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Rudy Fernando Sianturi Amd.IP.SH kepada Kompasnasional.com, di Lapas Kelas II A Siantar, Rabu (09/12/2020) sekira pukul 09.30 WIB.
“Dari 1655 WB, sebayak 560 DPT warga Simalungun telah memberikan hak pilihnya di dua Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersedia di Lapas Kelas II A Siantar,” kata Rudy Fernando Siregar.
Lanjut Rudy, dari 560 WB sebanyak 279 orang memberikan suaranya di TPS 8 dan 281 orang di TPS 9. Sementara 1095 WB tidak tetcatat sebagai DPT di Pilkada 2020.
“Kami sudah melakukan koordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU), serta DPT yang berhak menggunakan hak pilihnya di Lapas Kelas II A Siantar hanya 560 orang warga Kabupaten Simalungun,” kata Rudy Fernando Sianturi.
Terkait 1095 WB yang tidak tercatat sebagai DPT, Rudy Fernando mengatakan, bahwa itu adalah kewenangan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pematangsiantar, ungkapnya.
“Jauh hari kita sudah mangajukan WB masyarakat Kota Pematangsiantar ke KPU Kota Pematangsiantar supaya bisa memberikan hak suaranya dan tercatat sebagai DPT di Pilkada 2020 Kota Pematangsiantar, tetapi KPU Pematangsiantar tidak memberikan TPS untuk WB warga Kota Pematangsiantar di Lapas Kelas Ii A Siantar” kata Rudy.
Terkait pelaksanaan Pilkada 2020, Pihak lapas telah mempersiapkan dan memastikan Protokol Kesehatan (Prokes) untuk diterapkan secara ketat.
Tampak para WB satu persatu keluar dari dalam lapas ke area TPS di dalam Lapas dengan terlebih dahulu cuci tangan, pakai rompi, pakai masker dan pakai sarung tangan.
Sebelum menjelang Pilkada, lanjut Rudy, pihaknya sudah memperketat dan menekankan penerapan Prokes pada pelaksanaan pemungutan suara.
“Hari ini Pilkada 2020 sudah dilaksanakan dengan warga binaan dan menerapkan Prokes yang diawasi ketat Dinas Kesehatan dan untuk keamanan, kita dibantu aparat TNI- Polri ,,” kata Rudy Fernando yang didampingi Humas Lapas Daniel Tindaon.
Tercatat, ada dua TPS yang tersedia di Lapas Kelas II A Siantar dan masing-masing TPS akan dijaga oleh petugas kesehatan.
Rudy Fernando berharap Pilkada di Lapas Kelas II A Siantar berjalan dengan lancar, tertib, dan aman serta warga binaan dapat memilih pemimpin sesuai dengan hati nurani. (Son)
Editor: Nilson Pakpahan







