Kompas Nasional l SIMALUNGUN-Memasuki era revolusi teknologi 4.0, ujian akhir sekolah (UAS) berbasis computer based test (BCT) atau android sangat penting. Hal inilah yang di laksanakan sekolah menengah kejuruan (SMK) Negeri 1 Siantar, Jalan Sangnawaluh, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun bahwa untuk UAS Tahun Pelajaran 2021-2022 di gelar dengan berbasis Komputer atau Android.
Kepala SMK Negeri 1 Siantar, M. Syahrizal Damanik, S.Pd.M.Pd mengatakan, bahwa UAS berbasis komputer atau android sangat penting saat ini. Di era revolusi teknologi 4.0 dimana perkembangan teknologi yang semakin canggih. Sehingga kita harus sudah meninggalkan pola-pola konvensional yang tidak efisien.
“Salah satu faktor yang mendorong dilaksanakannya ujian sekolah berbasis CBT adalah karena kita SMK teknologi, dengan ini kita di dorong memanfaatkan teknologi dalam melaksanakan ujian ini, jadi tidak lagi ujian bebasis pensil dan kertas atau secara manual”.kata Syahrizal. Senin,(18/4/22).
Juga hal ini kata Syahrizal, atas perintah dari kepala bagian (Kabid) SMK Provinsi agar seluruh SMK wajib berbasis CBT terutama SMK yang berbasis teknologi. Agar kemampuan anak-anak sudah bisa familiar dengan teknologi sehingga kedepan nantinya lebih cakap lagi.
Sementara wakasek bidang kurikulum Risma Afriani Nainggolan, S.P menjelaskan, bahwa SMK Negeri 1 Siantar tahun pelajaran 2021-2022 perdana melaksanakan ujian akhir sekolah berbasis CBT atau pun android yang di ikuti 297 peserta khusus kelas XII, selama 7 hari dari Senin 18 sampai Senin 25 April 2022 dengan rincian satu hari dua mata pelajaran.
Adapun pelaksanaan mekanisme ujian sekolah berbasis CBT menurut Risma, peserta dibagi per ruangan dengan kapasitas minimal 20 orang per ruangan. Total keseluruhan ada 17 ruangan.
“Jika biasanya ujian menggunakan kertas, maka kali ini kita memakai komputer dan smartphone berbasis android milik masing-masing siswa. Ini sudah kita buat simulasi selama 4 hari hasilnya baik dan lancar,” ucap Risma.
Untuk kedepan juga kata Risma, akan berlanjut terus untuk ujian semester maupun ujian pertengahan semester akan berbasis CBT maupun android.
“Sementara siswa yang tidak memiliki smartphone tetap bisa ikut ujian sekolah dengan menggunakan komputer yang sudah tersedia di laboratorium komputer lengkap dengan jaringan Wi-Fi. Untuk pengerjaannya sama seperti berbasis android”tegasnya.
Juga kata Risma, ujiian berbasis CBT juga menghemat waktu untuk mengoreksi, karena begitu semua siswa selesai mengerjakan ulangan maka hasil ulangan langsung bisa diunduh. Bahkan lengkap dengan analisisnya.
“Dengan menerapkan UAS online Android berbasis internet ini maka akan lebih efisien, efektif dan ekonomis”.kata Risma.
Dalam hal ini juga operator CBT SMK Negeri 1 Siantar Fauzi Rahmadsyah menyampaikan terkait pelaksanaan ujian berbasis CBT tidak ada kendala, jaringan internet untuk sejauh ini lancar.
“Untuk jaringan internet lancar, paling ada kendala di penginputan soal di CBT bagi kami adminnya atau operator. Dalam perampungan soal waktunya selama 3 hari. Juga untuk mengatasi listrik padam sekolah telah mempersiapkan genset”.pungkas Fauzi.
Toni Tambunan.







