Jessica Kumala Wongso, terdakwa kasus kopi bersianida yang menewaskan Wayan Mirna Salihin, berulang tahun dan genap berumur 28 tahun, Minggu (9/10) kemarin.
Keluarga merayakan ulang tahun Jessica dengan menyambanginya ke Rumah Tahanan (Rutan) Pondok Bambu, Jakarta Timur, Minggu.
“Mamanya, Yudhi yang juga kuasa hukum Jessica, dan keponakannya, jumlahnya tiga orang,” ujar Arya, kuasa hukum Jessica, saat ditemui di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur.
Mereka datang pukul 10.00 ditemani empat kuasa hukum yang lain.
Tumpeng dan kue ulang tahun dibawa serta oleh mereka ke dalam rutan.
Para wartawan tidak diperkenankan masuk oleh petugas sipir dan hanya menunggu di luar area.
Sementara itu, Imelda Wongso, ibunda Jessica, membawakan makanan kesukaan anaknya di hari ulang tahunnya, yakni ayam bakar.
“Tadi bawa ayam bakar, ke-sukaannya (Jessica),” ucap Imelda saat ditemui di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, Minggu.
Imelda tidak sempat memasak, karena itu ia meminta kakaknya Jessica untuk membeli makanan tersebut.
Ia menyatakan tidak mempersiapkan apapun. Tumpeng dan kueulang tahun ternyata dibawakan oleh para pendukung Jessica.
“Saya nggak bawa apa-apa. Kalau ada tumpeng dan kue, itu pendukungnya yang bawa, terima kasih semua,” ungkapnya.
Ia terharu dan sedih melihat anaknya terpaksa merayakan hari ultahnya di dalam rutan.
“Biasanya kan kumpul, sama kakak-kakaknya, ayahnya, sama keponakan, sekarang di sini (Rutan Pondok Bambu),” kata Imelda. Dengan suara tersedu-sedu, ia mengharapkan agar Jessica terbebas dari tuntutan. “Ya (semoga) cepat bebas ya,” tutur Imelda singkat.
Perayaan ultah tersebut diselimuti suasana penuh haru. Jessica bersama keluarga yang terdiri dari ibu, kakak, dan keponakannya, beserta tim penasihat hukum berdoa bersama-sama untuk kebebasan Jessica.
“Tadi di dalam kita berdoa bersama-sama. Jessica beserta keluarga berharap agar dirinya dibebaskan dari tuntutan,” kata Hidayat Bostam, penasihat hukum Jessica.
Ia bersama pihak keluarga meminta maaf kepada para pendukung Jessica yang tidak diizinkan untuk memasuki rutan karena dilarang oleh petugas sipir.
“Terima kasih dukungannya, mohon maaf kalau tadi tidak diperkenankan masuk,” ucap Imelda kepada para pendukung (dac|dwk)







