Home / Berita

Jumat, 12 November 2021 - 05:12 WIB

Penyaluran BLT UMKM di Halmahera Selatan Dinilai Tak Tepat Sasaran

Viewer: 737
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 50 Detik
Kantor Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Halmahera Selatan (Foto: FIK Kompas Nasional)

Halsel – Kompas Nasional | Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) dalam melakukan penyaluran penerima bantuan langsung tunai untuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dinilai tak tepat sasaran.

Padahal program pemerintah berupa bantuan langsung tunai atau BLT UMKM diperuntukan bagi pelaku usaha mikro dalam mendukung pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

Namun kebijakan tersebut dinilai tidak tepat sasaran lantaran banyak para pelaku usaha mikro maupun menengah tidak menerima bantuan langsung tunai tersebut.

Sebut saja Atika Salvia, warga Desa Tembal Kecamatan Bacan Selatan ini telah bergelut usaha online sejak tahun 2017 namun dirinya tidak pernah menerima BLT UMKM.

“Sudah 5 Tahun saya punya usaha pakaian, kosmetik bahkan sampai dengan berjualan di media sosial, tapi sejak adanya bantuan BLT UMKM saya tidak pernah dapat,” tuturnya.

Baca Juga  Tidur di Atas Rel, 2 Pemuda di Pasuruan Tewas Ditabrak Kereta

Tidak hanya Atika Sivila, tapi dari hasil penelusuran Kompas Nasional terdapat para pelaku usaha mikro yang tidak menerima BLT UMKM, namun yang menerima BLT UMKM kebanyakan dari mereka yang tidak memiliki usaha mikro maupun menengah.

Terpisah, Kabid Koperasi Disperindagkop Halsel, Jabir M Jafar saat dikonfirmasi, Kamis (11/11/2021) mengatakan bahwa BLT UMKM diperuntukan bagi semua pelaku usaha mikro yang usahanya terdampak selama pandemi Covid-19.

Sementara, sambung Jabir, terkait BLT UMKM yang tak tepat sasaran bahwa Disperindagkop hanya menerima data penerima BLT UMKM yang dikumpulkan dari sejumlah LSM, Dinas Perikanan dan pihak Bank BRI.

“Masalahnya data pelaku usaha yang masuk di Disperindagkop itu tidak satu pintu, ada dari LSM juga yang mengusulkan, ada dari badan lain seperti Dinas Perikanan dan pihak Bank BRI,” katanya.

Baca Juga  Ketua TP. PKK Tapanuli Utara Siap Dukung 'Bersatu Lawan Covid-19'.

Bahkan Jabir pun mengakui bahwa Disperindagkop Halsel terlambat dalam mengkaver informasi terkait BLT UMKM.

“Sebenarnya kami terlambat informasi karena surat edarannya terlambat ke kami, tapi diluar itu sudah ramai bahkan ada beberapa LSM dan juga pihak Bank BRI mengirimkan data para pelaku usaha ke Disperindagkop,” ungkapnya.

Jabir pun mengatakan, setelah informasi terkait penyaluran BLT UMKM tersebar luas, barulah terdapat sejumlah desa yang mengusulkan data pelaku usaha ke Disperindagkop.

“Untuk pelaku usaha yang menerima BLT UMKM itu hanya disertai KTP dan Dokumentasi Usaha, namun setelah ada regulasi lagi bahwa penerima BLT UMKM harus disertai dengan rekomendasi dari desa,” pungkasnya. (FIK)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Marak Kecelakaan Proyek Infrastruktur, DPR Kaji Pembentukan Panja

Berita

Wadan Satgas Pamtas Yonif 645/GTY Hadiri Pembukaan Turnamen Bola Volly Danlanud Cup 2022

Berita

Polres Kobar Amankan Kegiatan Ginting Pali di Pangkalan Lada

Berita

Tumbuhkan Rasa Bangga Bagi Prajurit Baru, Kodim Sambas Gelar Tradisi Masuk Satuan.

Berita

Bupati Tapsel : Mari Kita Motivasi Masyarakat Desa Agar Menjaga Kebersihan Bersama

Berita

Analisis Pakar Gestur soal Peluang ART Ferdy Sambo Berbohong di Sidang

Berita

Apresiasi Satgas Pamtas Berhasil Gagalkan Narkoba, Pangdam XII/Tpr Bersepeda 310 Kilometer*

Berita

Pabintal Satgas Pamtas Yonif 645/GTY Berikan Ceramah Pengajian kepada Warga Perbatasan