Viewer: 678
0 0

Home / Gaya Hidup

Sabtu, 25 Juli 2020 - 07:04 WIB

Peneliti katakan diam di rumah dilakukan dengan kerelaan hadapi COVID-19

Viewer: 679
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 28 Detik

Kompasnasional | Peneliti Pusat Penelitian Kependudukan LIPI Firman Budianto mengatakan perilaku untuk tetap diam di rumah dilakukan sepenuhnya berdasarkan kerelaan hati untuk menghadapi pandemi COVID-19, sebagaimana yang dilakukan oleh masyarakat Jepang.

“Ada tanggung jawab sosial dalam mempraktikkan upaya pengendalian penyebaran COVID-19,” kata Firman yang juga merupakan alumnus Universitas Waseda di Jepang dalam seminar virtual “Managing COVID-19 Pandemic: Experiences from Japan and Lesson Learned for Indonesia”, Jakarta, Jumat.

Orang Jepang memiliki budaya untuk tidak menjadi beban bagi orang lain. Mereka mengikuti saran atau arahan pemerintah tanpa harus ada peraturan yang mengikat secara hukum.

Dia menuturkan saat Pemerintah Jepang meminta masyarakat untuk tetap diam di rumah karena pandemi COVID-19, maka warganya melakukan dengan sukarela.

Baca Juga  Jenderal Polri Ini Teramat Jujur, Toko Sang Istri Sampai Ditutup karena Takut KKN

Firman mengatakan deklarasi keadaan darurat yang dilakukan Pemerintah Jepang efektif menekan penyebaran COVID-19 di negara itu.

Ketika menghadapi gelombang pertama COVID-19, Pemerintah Jepang menyatakan keadaan darurat, maka jumlah kasus COVID-19 menurun secara drastis.

Deklarasi keadaan darurat dari 7 April 2020 sampai 22 Mei 2020 dilakukan bukan merupakan “lockdown”, bukan pula suatu perintah melainkan permintaan untuk masyarakat tidak pergi keluar jika tidak mendesak dan penting.

Dalam menghadapi pandemi COVID-19, masyarakat diminta untuk menghindari 3C yakni tempat tertutup (closed spaces), tempat ramai orang atau penuh sesak (crowded places) dan kondisi yang menyebabkan kontak dekat (close-contact settings) seperti percakapan jarak dekat.

Baca Juga  Polemik Razia Knalpot, Polisi: Jenis Racing untuk Arena Balap, Bukan Jalan Umum

Selain itu, informasi tentang upaya pencegahan penyebaran COVID-19 disampaikan dan disebarkan secara jelas dan melalui saluran yang tepat.

Informasi tentang COVID-19 diperoleh masyarakat antara lain melalui media pemberitaan Jepang dalam jaringan, media asing, jaringan sosial, dan organisasi.

Ada juga kerja sama LINE dengan pemerintah Jepang untuk menyediakan informasi tentang virus Corona penyebab COVID-19 di Jepang. Dengan demikian, masyarakat semakin memahami upaya pencegahan COVID-19 dan informasi terkini tentang pandemi itu. (AN/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Kisah Soes Toer, Adik Pramoedya Ananta Toer yang Kini Jadi Pemulung

Gaya Hidup

Perempuan Ini Pecahkan Rekor Rambut Terbesar di Dunia, Diameter Nyaris 1,5 Meter!

Gaya Hidup

Seorang Pemuda India Bunuh Diri Gara-gara Kecewa PUBG Mobile Diblokir

Gaya Hidup

Bikin Geram! Kasir di Restoran Ini Naikkan Harga Sesuka Hati

Gaya Hidup

Dapat Miliaran Rupiah dari Hasil Penjualan Tanah, Total Sudah 176 Mobil Baru Dibeli Warga di Tuban

Gaya Hidup

Anies Posting Buku ‘How Democracies Die’, Ketua KPK: Sudah Lama Saya Baca!

Gaya Hidup

Cerita Petani Jepang Tinggal di Tengah Bandara Narita, Tolak Rp24 Miliar Demi Tanah Leluhur

Gaya Hidup

Viral Berfoto dalam Kerumunan Saat PSBB, Ini Penjelasan Wakil Wali Kota Tangsel