Home / Berita

Selasa, 26 Januari 2021 - 20:03 WIB

Pemprov Kalbar Menyampaikan Pendapat Akhir Tentang Bantuan Hukum Untuk Orang Miskin

Viewer: 537
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 39 Detik

Pontianak Kalbar Kompas Nasional | Gubernur Kalimantan Barat terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Bantuan Hukum.

Penyelenggaraan bantuan hukum yang diberikan kepada penerima bantuan, merupakan upaya untuk mewujudkan hak-hak konstitusi dan sekaligus sebagai implementasi negara hukum yang mengakui dan melindungi, serta menjamin hak warga negara akan kebutuhan akses terhadap keadilan dan kesamaan di hadapan hukum.

“Penerima bantuan hukum adalah orang atau kelompok orang miskin yang tidak dapat memenuhi hak dasar secara layak dan mandiri yang menghadapi masalah hukum.

Bantuan hukum bagi masyarakat miskin dilaksanakan berdasarkan asas keadilan, persamaan, kedudukan dalam hukum, perlindungan terhadap hak asasi manusia, keterbukaan, efisiensi, efektifitas, dan akuntabilitas,” ujar Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, A.L. Leysandri, S.H., di Balairungsari, Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Selasa (26/1/2020).

Baca Juga  Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19,  Dinkes Siantar Kerahkan Nakes Puskesmas Turun Kelapangan

Dikatakannya, penyelenggaraan bantuan hukum bagi masyarakat miskin bertujuan untuk menjamin dan memenuhi hak penerima bantuan hukum untuk mendapatkan akses keadilan dengan mewujudkan hak konstitusional warga negara sesuai dengan prinsip persamaan kedudukan di dalam hukum, menjamin kepastian penyelenggara bantuan hukum dilaksanakan secara merata, mewujudkan peradilan yang efektif, efisien, dan dipertanggungjawabkan, serta terpenuhinya hak masyarakat miskin dalam memperoleh keadilan sebagai bagian dari hak asasi manusia.

“Dengan adanya peraturan daerah tentang penyelenggaran bantuan hukum, diharapkan masyarakat miskin yang mencari keadilan dan kesetaraan di muka hukum dapat terpenuhi hak-haknya sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,” ungkap Leysandri yang hadir mewakili Gubernur Kalimantan Barat.

Baca Juga  Kedepan! Guru di Kawasan Smart City Labuha Bakal Diseleksi

Dia berharap dengan disetujuinya rancangan peraturan daerah ini menjadi Peraturan Daerah, maka kepada perangkat daerah yang terkait dengan peraturan daerah ini agar segera melakukan langkah-langkah konkret, sesuai proses dan mekanisme berdasarkan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku.

Mantan Sekda Kabupaten Sanggau ini mengingatkan salah satu bentuk apresiasi pemerintah provinsi kepada masyarakat yang sangat membutuhkan bantuan hukum.

“Karena biasanya masyarakat mengajukan kepada Gubernur mohon bantuan hukum terkait dengan masalah hukum.

Jadi dengan adanya perda kita bisa menganggarkan dan salah satu di Biro Hukum.

Inilah pentingnya kebersamaan antara eksekutif dan legislatif untuk bagaimana mengakomodir (memfasilitasi) kepentingan-kepentingan masyarakat,” pungkas Leysandri.

(Hasnan Sutanto)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Baru Saja Menghirup Udara Segar, Residivis di Blitar kembali harus mendekam dibalik Jeruji Besi

Berita

Baru Saja Menghirup Udara Segar, Residivis di Blitar kembali harus mendekam dibalik Jeruji Besi

Berita

HEADLINE: Beda Data Impor Garam Kemenperin Vs KKP, Valid Mana?

Arsip

Hasil Bertani Kopi Memuaskan

Berita

Gubsu Lantik H.M Syahrial – Waris Menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungbalai

Berita

Bersama Kadiskes, Dandim Sambas Tinjau Penanganan Pemulangan Pekerja Migran Indonesia*

Berita

Letkol Inf Roly Souhoka SIP, Dandim 0207 Simalungun yang Baru

Berita

Bupati Sambas Lantik 144 Pejabat Eselon III dan Eselon IV .

Berita

Luhut Dorong Penyusunan Protokol Usaha di Era New Normal