Kompas Nasional l PEMATANGSIANTAR-Seiring dengan terus terjadinya kenaikan kasus Covid-19 dalam satu minggu terakhir di Kota Pematangsiantar, semakin mengkhawatirkan. Pemerintah melalui Dinas Kesehatannya juga terus menggenjot segala upaya seperti testing dan tracing sebagai bentuk usaha deteksi dini. Serta turun langsung ke lapangan untuk memberikan Edukasi dan imbauan Antisipasi Covid-19.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar, dr Ronald Saragih mengatakan, guna mengantisipasi lonjakan kasus baru Covid-19 serta untuk mengoptimalkan penanganan dan pengendalian pandemi Covid-19 di Kota Pematangsiantar, puskesmas – puskesmas di seluruh wilayah kecamatan akan turun langsung kelapangan.
“Saat ini para tenaga kesehatan (nakes) turun langsung ke tengah masyarakat melakukan kampanye gerakan bersama melawan covid-19, dengan mengajak mentaati protokol kesehatan (prokes),” ucapnya melalui sambungan telepon, pada Sabtu (5/2/22).
Ronald menyebut gerakkan yang dilakukan tersebut akan terus dilakukan dalam mencegah penyebaran kasus Covid-19 di Kota Pematangsiantar, yang saat ini angka Covid-19 terus mengalami peningkatan.
Ditempat terpisah, salah satu puskesmas yang turun langsung melakukan kampanye gerakan bersama melawan Covid-19 adalah Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Kartini, Jalan Dahlia, Kota Pematangsiantar.
Kepala Puskesmas (Kapus) Kartini, Zakia Husna Nasution mengungkapkan bahwa sosialisasi yang dilakukan dengan colling keliling menggunakan kendaraan ambulance. Kegiatan ini kerjasama antara Puskesmas bersama Camat, Lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas.
Selain memberikan informasi tentang virus Corona, penyebarannya dan cara pencegahannya, kata Zakia, kegiatan itu juga mensosialisasi penanggulangan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Pasalnya, kasus DBD di Kota Pematangsiantar mulai meningkat.
“Pada kesempatan itu juga, kami mensosialisasi pada masyarakat bagaimana menjaga pola hidup sehat. Apalagi faktor cuaca yang tidak menentu akhir – akhir ini. Kadang panas kemudian hujan,” ujar Zakia.
Zakia menuturkan, melalui kegiatan penyuluhan ini diharapkan masyarakat lebih memahami mengenai bagaimana pencegahan wabah DBD dan tindak pertolongan pertama apabila terkena DBD. Dan menjalankan pola 3 M yaitu menguras bak mandi,mengubur barang-barang bekas dan menutup bak air agar tidak berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD.
Dia mengimbau masyarakat untuk sama-sama menjaga kebersihan di rumah masing-masing, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Upaya tersebut dinilai efektif dalam menekan penyebaran penyakit DBD dan penyakit lainnya. Selain itu, bisa menurunkan angka penularan Covid-19. Toni Tambunan.





