Home / Berita

Rabu, 13 Januari 2021 - 15:06 WIB

Pemkot PontianakTerima 10.400 Vial Vaksin

Viewer: 453
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 57 Detik

Pontianak kalbar- -Kompas Nasional | Sebanyak 10.400 vial vaksin Sinovac didistribusikan ke Kota Pontianak.

Vaksin yang dimuat dalam kendaraan box dibawa dengan pengawalan ketat menuju Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pontianak.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menerima penyerahan vaksin secara simbolis dengan menandatangani berita acara serah terima di depan Kantor Dinkes Kota Pontianak, Rabu (13/1/2021).

Edi menerangkan, vaksin Covid-19 ini didistribusikan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk Kota Pontianak.

Vaksin yang baru saja diterima ini disimpan di Gudang Farmasi sesuai dengan standar penyimpanan vaksin.

“Rencananya besok atau lusa akan langsung kita gunakan untuk memberikan vaksin kepada tenaga kesehatan,” ungkapnya.

Untuk ruang penyimpanan vaksin, lanjut dia, dipusatkan di Gudang Farmasi yang ada di Dinkes Kota Pontianak.

Ruangan tersebut mampu menampung sekitar 15.000 vial vaksin.

Seandainya vaksin yang diterima melebihi kapasitas ruangan itu, maka sebagai alternatif pihaknya akan menempatkannya di gudang milik Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pontianak yang lokasinya bersebelahan dengan Dinkes Kota Pontianak.

“Untuk distribusi vaksin tahap kedua, saat ini kita belum mendapatkan informasi, artinya kita masih menunggu informasi dari provinsi,” ujarnya.

Untuk penerima vaksin tahap pertama ini, pihaknya memprioritaskan kepada mereka yang sangat berisiko terhadap penularan Covid-19.

Seperti tenaga kesehatan (nakes) dan petugas lapangan yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.

Baca Juga  Polisi Sita Sabu dari Rumah Komika Mudy Taylor

“Secepatnya akan kita lakukan vaksinasi,” kata Edi.

Menurutnya, ada 23 puskesmas yang sudah siap melaksanakan vaksinasi ini.

Untuk teknis distribusinya berdasarkan permintaan dari kebutuhan yang diperlukan.

Untuk tahap pertama diprioritaskan bagi nakes, jika persediaan vaksin masih ada, selanjutnya ditujukan bagi anggota TNI, Polri dan ASN.

Selanjutnya ditujukan untuk masyarakat umum. Ke depan, vaksin ini tentunya menyasar kepada masyarakat.

“Untuk anggaran persediaan vaksin berasal dari pemerintah pusat.

Presiden telah menyatakan vaksin ini gratis, kita tinggal melaksanakannya saja,” ucapnya.

Edi menambahkan, pihaknya terus gencar mensosialisasikan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat pentingnya vaksin bagi pengendalian penyebaran Covid-19.

Ia berharap masyarakat mempercayakan kepada pemerintah terkait keamanan vaksin.

“Sehingga upaya sosialisasi terus dilakukan kepada masyarakat,” imbuhnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu menyatakan, untuk tahap pertama vaksinasi ditujukan bagi nakes.

Untuk jumlah nakes yang terdaftar di Kota Pontianak sebanyak 5.500 nakes.

Jumlah itu, kata dia, masih terus berkembang sebab pendaftaran masih berjalan.

Namun dari jumlah tersebut, tidak seluruhnya bisa divaksinasi sebab ada kriteria yang menyebabkan orang tersebut tidak bisa divaksin.

“Kriteria eksklusif misalnya pernah terpapar Covid-19, ada penyakit komorbid sehingga tidak bisa divaksin,” jelasnya.

Ditambahkannya, apabila nakes yang ada di Kota Pontianak sudah divaksinasi seluruhnya, maka vaksinasi dilanjutkan untuk TNI, Polri dan ASN selama vaksin masih tersedia.

Baca Juga  Momentum Hari Kemerdekaan RI ke-76, Bupati Tapsel Ajak Masyarakat Merdeka dari Covid-19

“Setelah itu baru menyasar kepada masyarakat,” tutur Sidiq.

Menurutnya, puskesmas akan terus memonitor aplikasi P-Care, yang mana aplikasi tersebut berisikan undangan kepada nakes yang telah ditentukan tempat dan waktu vaksinasi.

Dari proses pendaftaran di aplikasi pedulilindungi.id, sudah disediakan self asessment. Sementara untuk jumlah nakes yang bisa divaksinasi masih belum bisa dipastikan.

“Tergantung hasil dari screening yang dilakukan, apakah bisa divaksin atau tidak,” imbuhnya.

Sidiq menjelaskan, untuk rentang usia yang diberikan vaksin Sinovac berkisar antara 18 hingga 59 tahun. Upaya imunisasi berdasarkan pada uji klinis yang telah dilakukan.

Di Kota Pontianak, terdapat 23 Puskesmas dan 13 fasilitas kesehatan lainnya telah siap untuk melaksanakan vaksinasi.

“Di Kota Pontianak semuanya berperan untuk memberikan suntikan, hanya waktu masing-masing fasilitas kesehatan berbeda tergantung kemampuan fasilitas kesehatan,” paparnya.

Untuk penyuntikkan vaksin, kata Sidiq, dilakukan secara intramoskular di lengan sebelah kiri sebagaimana imunisasi biasa yang telah dilakukan.

Teknis pelaksanaan imunisasi menurutnya bukanlah hal yang baru, hanya saja jenis vaksinnya yang baru serta masih menggunakan Emergency Use Authorization (EUA).

“Sehingga siapa yang akan divaksin maka harus terus dimonitoring secara ketat,” pungkasnya.

(Hasnan Sutanto)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Wujudkan Program Seratus Hari Kerja, Bupati Samosir Menyerahkan Secara Simbolis Bantuan Pupuk Organik Gratis di Upacara Hari Kesadaran Nasional

Berita

Kasat Samapta Polres Kubu Raya Mengisi Khutbah Jumat Di Masjid Musyarrofah

Asahan

Diduga Mencemarkan Nama Baiknya, Sugianto Hadiri Panggilan Polisi Didampingi Kuasa Hukumnya

Berita

Disperkim-LH Bakal Awasi Aktivitas Galian C di Gane Barat

Berita

MAHASISWA TOBA DIRIKAN PARTUNGKOAN DI PALANGKA RAYA KALTENG

Berita

DPRD Psp Gelar Rapat Paripurna Nota Keputusan LKPJ APBD TA 2019

Berita

Cegah Kenaikan UKT, Mahasiswa UGM Ajukan Uji Materiil Permendikbud 2/2024 ke MA

Berita

Kelurahan Banjar Serasan Laksanakan Musrenbang Tahun 2021 untuk Kegiatan di Tahun 2022