Home / Berita

Selasa, 2 November 2021 - 06:29 WIB

Pemkot Pontianak Dukung Sekolah Insklusi, Siapkan 36 Sekolah

Viewer: 383
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 49 Detik

Kunjungan Dewan Diknas Kalbar Terkait Sekolah Inklusi dan Merdeka Belajar

Pontianak Kalbar,KOMPAS NASIONAL – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menerima kunjungan kerja Dewan Pendidikan Nasional Provinsi Kalbar di Ruang VIP Kantor Wali Kota, Senin (1/11/2021).

Kunjungan tersebut membahas tentang sekolah inklusi di Kota Pontianak. Edi menerangkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak sudah memiliki Peraturan Wali Kota (Perwa) nomor 85 tahun 2020 tentang pendidikan inklusi di Kota Pontianak berdasarkan Undang-undang tentang penyandang disabilitas.

“Di Kota Pontianak sebenarnya sudah ada 36 sekolah inklusi yang siap untuk menerima anak-anak berkebutuhan khusus,” ujarnya usai menerima kunjungan Dewan Pendidikan Nasional Provinsi Kalbar.

Ia menambahkan kehadiran Dewan Pendidikan Nasional Provinsi Kalbar untuk memastikan implementasi pelaksanaan sekolah inklusi di Kota Pontianak. Pada prinsipnya Pemkot Pontianak terus berupaya memperbaiki sekolah-sekolah inklusi untuk mewujudkan Program Merdeka Belajar yang digagas pemerintah pusat bagi warga Kota Pontianak.

Baca Juga  Viral Peserta PBI Nonaktif Disebut gegara Anggaran Pindah ke MBG, BPJS Bilang Gini

“Kita juga ada Autis Center dan TK Paud untuk menerima anak berkebutuhan
khusus,” ungkapnya.

Meski demikian, kata Edi, tidak seluruh sekolah bisa menerapkan sekolah inklusi karena sarana dan prasarana serta guru pendamping khusus harus dipersiapkan. Untuk menjadi guru pendamping khusus di sekolah inklusi, dibutuhkan keterampilan dan sertifikasi.

Selain itu, sekolah inklusi juga harus bisa diakses bagi anak berkebutuhan khusus. Sekolah inklusi harus mengutamakan keamanan bagi anak berkebutuhan khusus sehingga terhindar dari kecelakaan.

“Ruang khusus bagi anak-anak tersebut untuk bermain juga harus disiapkan,” sebutnya.

Ketua Komisi Pendidikan Dasar Provinsi Kalbar, Kristianus menjelaskan pihaknya melakukan pertemuan dengan Wali Kota Pontianak membahas pendidikan inklusi dan Program Merdeka Belajar. Untuk pendidikan inklusi pihaknya melakukan monitoring di tingkat PAUD dan Sekolah Dasar.

Baca Juga  MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Nias Selatan Peringati Hari Jadi Pemuda Pancasila ke-62

“Hari ini kami mendapatkan gambaran bahwa di Kota Pontianak sebetulnya hal ini sudah dilakukan selama dua tahun terakhir. Jadi ini menurut kami merupakan suatu progres
yang bagus untuk pendidikan inklusi dan Merdeka Belajar di Kota Pontianak,” ucapnya.

Dikatakan Kristianus, sejatinya pendidikan inklusi dan Merdeka Belajar merupakan program pemerintah pusat untuk dilaksanakan di daerah-daerah. Namun menurutnya masing-masing daerah memiliki keterbatasan. Kendala yang umum dihadapi adalah terkait tenaga guru, fasilitas sekolah dan konsep pendidikan dasar inklusi.

“Selama ini pendidikan inklusi itu untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Kita tahu semua warga negara berhak untuk mendapatkan pendidikan yang layak baik normal maupun memiliki kebutuhan khusus,” pungkasnya.

Hasnan Sutanto

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Pembobol Data Pribadi Denny Siregar Ditangkap, Pelakunya Karyawan Outsourcing Telkomsel

Berita

Gubernur Sutarmidji Tekankan Daerah Untuk Menekan Angka Silpa

Berita

KEBUN KOPI SUNGAI SEGAK SEPAUK DI KUNJUNGI JAROR WINARNO

Berita

Kasus Covid-19 Meningkat, PTM di  Disdik Pematangsiantar Distop  Diganti PJJ 100 Persen

Berita

Disdik Pematangsiantar Buka Pendaftaran PPDB Online SMP 2021

Berita

Kapolda Kalbar Kunjungan Kerja ke Polsek Entikong

Berita

Ibu dan 2 Anak Menangis, Jalan Kaki di Tol Saat Hujan Lebat !

Berita

Penyaluran BLT-DD Desa Baru di Pantau Langsung Bhabinkamtibmas Polsek Nanga Pinoh