Viewer: 807
0 0

Home / Berita / Daerah

Jumat, 29 Mei 2020 - 12:30 WIB

Pemkot Bogor Bicara soal Aktivasi Sekolah di New Normal, Begini Konsepnya

Viewer: 808
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 39 Detik

Kompasnasional | Jakarta – Pemerintah Kota (Pemkot)Bogor siap mengaktivasi kegiatan belajar mengajar di sekolah jika ada arahan dari pemerintah pusat. Segala hal dikonsepkan agar peserta didik bisa kembali belajar di sekolah.

“Kelihatannya yang akan kita aktivasi mungkin untuk tahap awal itu hanya SMP dan SMA. Itu pun hanya kelas 2 dan kelas 3, tidak keseluruhannya. Mungkin SD pun tidak keseluruhannya, mungkin hanya kelas 4, 5, 6. Tetapi ini kan semua baru dalam tataran konsep,” kata Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim, ketika dihubungi, Jumat (29/5/2020).

Dia menjelaskan siswa SD kelas 1, 2, dan 3 dimungkinkan akan belajar di rumah dengan metode daring saat new normal. Orang tua pun diminta aktif untuk mengajar anaknya. Hal ini, katanya, dilakukan agar siswa tidak menjadi carrier.

Baca Juga  Bupati Tapanuli Utara Resmi Buka Ausbildung Demi SDM Berkualitas.

“Kalau anak (SD) kelas 1, 2, 3, kemungkinan orang tua akan terlibat lebih banyak ya. Nah artinya ada 2 PR kita. Kalau orang tua terlibat lebih banyak, misalnya orang tua menunggu di sekolah atau mengantar ke sekolah, kan artinya ada kerumunan juga,” ujarnya.

“Itu pertimbangannya. jadi konsepnya pemikirannya, kita untuk (siswa SD kelas) 1, 2, 3 ini lebih banyak melibatkan partisipasi dari orang tua tetapi dari rumah, termasuk tutorialnya dari daring. Jadi ada keterlibatan orang tua di rumah,” jelas dia.

Dedie menambahkan kapasitas di ruang kelas juga akan dikurangi. Kelas pun akan dibagi 2 sesi.

Dia mengatakan hal ini dilakukan agar tidak tercipta kepadatan atau kerumunan di ruang kelas. Selain itu, guru yang mengajar berusia di bawah 45 tahun. Untuk waktu belajar juga, dimungkinkan dilakukan 3 hari di sekolah dan 2 hari di rumah dengan metode daring.

Baca Juga  Kemenag Bangun MAN 4 di Kelurahan Saigon Pontianak Timur

“(Guru) yang usianya 45 tahun ke atas, mungkin nanti mereka akan melakukan proses belajar mengajar dari daring, digital. Yang biasanya kelas itu 40 orang, maka kita perkirakan separuhnya, hanya 20 orang. Kemudian sisanya 20 orang itu di siang hari,” kata Dedie.

Namun, hal ini masih berupa konsep. Pemkot Bogor, masih menunggu arahan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk aktivasi sekolah saat new normal. (DC/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Indonesia dan 17 Negara Tolak Naskah Pengakuan Hak LGBT di PBB

Berita

Putus Penyebaran Covid-19, Kapolri Imbau Masyarakat Terpapar Dirawat di Isoter

Berita

Sat Samapta Polres Halsel Intens Laksanakan Edukasi Terkait Penerapan Pencegahan Covid – 19 Pada Masyarakat

Berita

Kabupaten Kampar Pecahkan Rekor MURI Ambulance Terbanyak Se- Indonesia

Berita

Tanamkan Cinta Tanah Air Sejak Dini Kepada Anak Perbatasan, Satgas Yonif 643 Ajak Bermain WMBN*

Daerah

Kapolres Kayong Utara Peduli, Blusukan Ke Lokasi Banjir Langsung Berikan Bansos Kepada Warga

Daerah

Pilkades Serentak di 39 Desa Kubu Raya Wabup Sujiwo Ajak Pilih Pemimpin Terbaik

Arsip

Dinkes Asahan Lakukan Penyemprotan IRS 7 Ribu Rumah