Kompas Nasional I Simalungun
Aroma dugaan penyalahgunaan anggaran Dana Desa (DD) atas kegiatan pembangunan jalan rabat beton di Simpang Pangkalan Buntu, Nagori Parriasan, Kecamatan Jorlang Hataran, Kabupaten Simalungun mulai tercium.
Pantauan tim kru media ini ini pada lokasi kegiatan, tampak begitu banyaknya timbunan pasir yang digunakan pada pembuatan jalan rabat beton tersebut hingga mencapai hampir 12 cm, kemudian batu kerikil yang dipakai 1/2, Campuran semennya menggunakan semen 40 kg dengan pasir perbandingan 1/7.
Sehingga dari temuan di lapangan ini, jelas pelaksanaan kegiatan ini diduga tidak sesuai dengan bestek atau Rincian Anggaran Belanja (RAB), apalagi plank proyek yang seharusnya dipasang sering kali tidak terpasang, sehingga kuat dugaan besarnya anggaran kegiatan ini sengaja ditutupi seperti proyek siluman demi untuk mengambil keuntungan yang banyak.
Ditemui dilokasi, menurut keterangan dari salah seorang warga, yang meminta namanya dirahasiakan, Kamis (2/7) sekira pukul 10.00 wib, kepada kru media ini mengatakan keberadaan plank proyek kegiatan tersebut, sering kali disembunyikan di tempat yang jauh dari jangkauan warga.
“Kalau ngga salah sudah satu minggu ini proyek itu jalan , tapi selama proyek tersebut jalan belum ada plank proyek yang saya jumpai. Dan informasi yang saya dapat TPK nya yaitu suami dari pangulu kami ini,”sebutnya.
Ditambahkannya lagi, oleh karena itu pihaknya sangat berharap kepada aparat penegak hukum dapat segera memeriksa bangunan tersebut. “Disamping kami mengharapkan adanya tim APH yang dapat mengawasi proyek ini, dalam waktu dekat ini kami juga akan segera melaporkan pangulu kami ini kepada inspektorat simalungun terkait proyek ini dan BUMDesnya,” bilangnya.
Diceritakannya lagi, bagaimana penggunaan DD dapat menghasilkan hasil pekerjaan dengan baik, bila terjadi pembiaran??. “Untuk itu, kepada penegak hukum diminta untuk mengawasi kegiatan yang notabenenya menggunakan uang rakyat tersebut,” tutupnya.
Terpisah untuk perimbangan berita kru media ini pun mencoba untuk menyambangi kantor Pangulu Parriasan Ronatio Rosa Silalahi sekira jam 11.49 wib namun hingga berita ini dikirimkan ke redaksi pangulu belum juga berhasil dikonfirmasi.
Penulis: Cristian Hutabalian







