Kompas Nasional l PEMATANGSIANTAR-Sebagai bentuk kepedulian bagi warganya, Lurah Kebun Sayur, Kecamatan Siantar Timur, Kota Pematangsiantar, Plh. Renold Hutagalung, menyalurkan bantuan paket sembako kepada seorang warganya yang tidak mampu berinisial BP, juga yang diduga memiliki keterbelakangan mental.
Adapun bantuan yang diberikan berupa beras, minyak , gula, serta peralatan rumah tangga seperti baskom ataupun ember.
“Bantuan sembako ini diberikan untuk membantu BP dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Diharapkan bantuan ini dapat meringankan bebannya ditengah pandemi seperti saat ini,” ujar Renold Hutagalung pada awak media Jumat,(15/10/21) .
Renold menjelaskan, awalnya ada laporan dari warga tentang BP. Pria ini sudah lama tinggal di Kelurahan Kebun Sayur. Bahkan pria tersebut juga diketahui memiliki keluarga yang lain. Hanya saja sekarang hidup sebatang kara. Dikarenakan, pria tersebut memiliki keterbelakangan mental, keluarganya pun pergi meninggalkannya sendiri.
Sejak pria tersebut hidup sendiri, lanjut Renold, untuk makan setiap harinya, BP dibantu oleh warga sekitarnya. Mereka merasa terpanggil untuk membantu sesama, mulai memberi makan Setiap hari hingga memandikannya.
“Sebenarnya, dia dikategorikan sebagai warga yang tidak mampu. Sayangnya, dia tidak bisa menerima satupun dari skema bansos yang ada. Sebab, data – datanya tidak lengkap. Apalagi dengan kondisinya seperti itu harus ada pihak keluarga yang mewakilinya. Itupun harus menunjukkan bukti yang akurat seperti kartu keluarga misalnya,”jelas Lurah Kebun Sayur tersebut.
Biasanya, kata Renol, menurut pengakuan warga sekitarnya, BP tidak terlalu meresahkan masyarakat. Meskipun begitu, BP juga terkadang sering mengamuk dengan berbicara kencang. Disaat seperti itulah, sering timbul juga keresahan di pikiran warga sekitarnya.
Lantas, apakah upaya selanjutnya dari yang akan dilakukan Kelurahan Kebun Sayur?
Dia menjawab, saat ini pihaknya sedang berkoordinasi dengan Camat dari Siantar Timur serta pada Dinas Sosial Pematangsiantar. Dengan koordinasi yang baik akan menentukan dan mempermudah langkah pelayanan kepada BP secara cepat, tepat, dan efektif.
“Kami tidak ingin pula disalahkan oleh pihak keluarga dari BP dikemudian hari. Maka dari itu, kami saat ini sedang berupaya untuk menghubungi pihak keluarganya. Kami harus minta persetujuan dulu agar BP segera dibawa ke tempat dia akan dirawat melalui Dinas Sosial Kota Pematangsiantar,” ungkap Renol berharap agar pihak keluarga BP untuk segera menghubunginya.
Toni Tambunan.








