Viewer: 873
0 0

Home / Politik

Senin, 27 Juli 2020 - 06:28 WIB

PDIP Pecat Akhyar Nasution: Khianati Partai, Keburu Nafsu, dan Ambisi Kekuasaan

Viewer: 874
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 36 Detik

Kompasnasional | PDIP memberikan sanksi tegas terhadap Akhyar Nasution yang membelot ke Partai Demokrat demi bisa maju di Pilwali Medan 2020.

Ketua DPP PDIP sekaligus Plt Ketua DPD PDIP Sumatera Utara (Sumut), Djarot Saiful Hidayat, mengatakan membelotnya Akhyar ke Demokrat otomatis membuatnya dipecat sebagai kader PDIP. Djarot menegaskan, Akhyar dipecat karena berkhianat. Pemecatan Akhyar secara resmi sebagai kader akan dilakukan Mahkamah Partai.

Diketahui dalam struktur kepengurusan, Akhyar terakhir menjabat Wakil Ketua DPD PDIP Sumut. Ia juga menjabat Walkot Medan menggantikan Tengku Dzulmi Eldin yang terjerat kasus korupsi di KPK.

“Dia (Akhyar) mengkhianati partai yang selama ini membesarkannya. Dia (Akhyar) mungkin melupakan hal itu karena keburu nafsu dan ambisi kekuasaan yang kelewat besar,” ujar Djarot dalam keterangannya, Sabtu (25/7).

Baca Juga  Bom Meledak di Gereja Kongo, 10 Tewas-39 Luka

Djarot menyatakan sejauh ini PDIP mengajari para kadernya untuk selalu taat keputusan dan tidak terpengaruh pada ambisi berburu kekuasaan.

“Kader partai harus berdisiplin dan berpolitik itu untuk pengabdian yang lebih besar, bukan untuk berburu kekuasaan politik,” ujarnya.

“Karena itu lah langkah pragmatis yang dilakukan saudara Akhyar Nasution dengan pindah ke Partai Demokrat justru ditempatkan sebagai bagian konsolidasi kader,” lanjutnya.

Djarot lantas menilai Akhyar telah gagal dalam berpolitik. Tentu saja karena sikap ambisinya tersebut yang berpindah partai demi maji di Pilkada Medan.

“Dalam konsolidasi tersebut ada kader yang lolos karena memiliki kesabaran revolusioner, namun ada yang gagal karena ambisi kekuasaan. Yang bersangkutan (Akhyar) masuk pada ketegori kedua,” ucapnya.

Baca Juga  Perihal Ramalan Mbak You, Muannas Alaidid: Dulu Ngaku Bela Agama Sekarang Dukun Ramal Dibela

Lebih lanjut, Djarot menyatakan tak diusungnya Akhyar dalam Pilkada Medan karena kinerjanya sebagai Plt Wali Kota Medan yang buruk.

“Hasil evaluasi kinerja atas kader partai yang ditugaskan sebagai Wali Kota Medan tidak bagus, sehingga partai tidak akan mencalonkannya kembali,” ujar mantan Gubernur DKI tersebut.

Akhyar Nasution sebelumnya menyatakan ingin maju melalui partainya di Pilwalkot Medan. Namun, PDIP tak kunjung memberi rekomendasi karena ada calon lain yang dipertimbangkan. Salah satunya menantu Presiden Jokowi, Bobby Nasution.

Kemudian, Akhyar mendapatkan dukungan dari PKS dan Demokrat. Kini, Akhyar memilih meninggalkan PDIP dan masuk Demokrat sejak sebulan lalu.(K/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

INFOGRAFIS: Dugaan Peran 11 Tersangka Narkoba Irjen Teddy Minahasa

Politik

Benny Harman Bela Mbak You, Muannas Alaidid Singgung SBY: Tuhan Tidak Suka

Politik

Politikus Demokrat Minta Maaf dan Hapus Cuitan ‘Paha Mulus’

Politik

Demokrat Respons Kubu Moeldoko Konpers di Proyek Mangkrak SBY

Berita

Korut Tembak Rudal Balistik, Korsel Panik Minta Warga Evakuasi

Politik

Bukan Ganjar, Anies dan RK, Golkar Bakal Usung Sosok Ini di Pilpres 2024

Politik

Politikus PDIP: Kritikus Nyinyir Justru Tingkatkan Pencitraan Risma

Politik

Dear Mas AHY, Anda Harus Belajar Nggak Dibantuin Bapak, Lihat Nih Contoh Nyata, Kaesang..