Home / Berita

Minggu, 18 April 2021 - 06:04 WIB

Pangdam XII/Tpr Berikan Kultum di Masjid Raya Mujahidin Kota Pontianak *

Viewer: 406
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 42 Detik

Pontianak, Kompas Nasional.com. Sabtu (17/4/21) – Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad mendapat giliran menyampaikan Kuliah Tujuh Menit atau Kultum kepada Jemaah sholat Tarawih di Masjid Raya Mujahidin, Kota Pontianak.

Dalam kuliah singkatnya, Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad mengingatkan kepada jamaah bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia tidak lepas dari peran para tokoh-tokoh dan umat Islam di seluruh wilayah Indonesia yang berjuang bahu-membahu dengan komponen bangsa yang lainnya dengan kebulatan tekad untuk merdeka.

Selanjutnya mengatakan, dalam mengisi kemerdekaan ini kita harus memiliki ketahanan nasional yang tangguh agar bangsa kita tidak kembali dijajah oleh bangsa asing baik secara ekonomi, politik, budaya dan lain-lain.

Dijelaskan Pangdam, ketahanan memiliki arti kuat menderita, dapat menguasai diri, tetap pada keadaannya, keteguhan hati dan kesabaran. Sedangkan nasional memiliki pengertian penduduk dari suatu wilayah yang telah mempunyai pemerintah serta menunjukkan makna sebagai kesatuan dan persatuan dalam kepentingan bangsa yang telah bernegara.

“Ada pula yang mengartikan nasional sebagai seluruh kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” jelas Pangdam.

Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad juga mengatakan, masalah ketahanan nasional telah disebutkan dalam Al Quran seperti misalnya ketahanan dalam bentuk kekuatan dan larangan bercerai berai tetap menjaga persatuan dan kesatuan dengan kokoh tercantum dalam surat Ali Imran ayat 103. Ketahanan nasional dalam bentuk saling tolong menolong sesama manusia, anak bangsa dalam kebaikan tercantum dalam surat Al Maidah ayat 2.

Baca Juga  Mitra SMK Swasta Teladan Pematangsiantar PT Sumber Alfaria Trijaya,Tbk Terima Anugrah DUDI Awards 2021

Dengan demikian kata Pangdam, sebenarnya ketahanan negara merupakan suatu hal yang pokok yang menyangkut kemaslahatan manusia khususnya warga negara dalam sebuah negara. Ketahanan disini dapat diartikan sebagai daya tahan suatu bangsa dan akan lebih tepat dikategorikan di dalam lingkup dan materi keamanan insani yaitu ancaman yang mengancam negara secara individual.

Salah satu bentuk ancaman non fisik seperti Covid-19 termasuk dalam ketahanan. Ketahanan nasional di tengah masa pandemi Covid-19 dapat dirasakan dalam wujud kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah seperti kebijakan pembatasan sosial berskala besar, keringanan biaya listrik, larangan mudik pada saat lebaran, keringanan kredit dan prioritas anggaran kesehatan dan kebijakan lainnya.

Tidak dipungkiri bahwa setiap kebijakan tersebut tidaklah bisa memuaskan semua pihak pasti ada yang sependapat dan yang kurang sependapat. Hal ini wajar dalam sebuah negara demokrasi hal ini bukanlah sebuah masalah jika semua gagasan dan tanggapan dilandaskan konsensus berbangsa dan bernegara.

Baca Juga  Dukung Swasembada Gula, Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns Panen Tebu Bersama Warga Perbatasan.

Mesti dipahami bahwa pandemi covid 19 tidak hanya menginfeksi manusia dari aspek kesehatan tetapi juga menginfeksi ketahanan bangsa. Untuk memutus rantai penularan Covid-19 maka gerakan manusia haruslah dibatasi, tetapi jika gerakan manusia dibatasi maka juga akan beresiko perekonomian akan cenderung stagnan, jika ekonomi stagnan maka negara akan menghadapi Resesi sehingga persoalan yang dihadapi sedemikian kompleks.

Untuk itu diperlukan kerjasama seluruh pihak untuk mengatasi ini. Jadi efek Covid-19 memang dirasakan terhadap seluruh sektor, sektor kesehatan, sosiokultural, ekonomi, politik hingga secara khusus masalah tata cara beribadah.

Oleh karena itu, Pangdam XII/Tpr berharap kepada umat Islam yang ada di Kota Pontianak sebagai pemeluk agama mayoritas memegang peranan yang sangat penting di dalam memperkuat ketahanan nasional. Umat Islam harus memiliki kontribusi dalam menjaga dan memperkuat ketahanan nasional sebab Islam memiliki teladan yang sempurna yaitu Rasulullah yang merupakan rahmatan lil alamiin.

“Oleh karenanya setiap pribadi muslim juga harus menjadi rahmat bagi sekalian makhluk, memiliki akhlakul karimah yang disegani oleh umat yang lain,” tegas Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad. (Pendam XII/Tpr)

Abd. Rahman

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Bupati Muda Mahendrawan dan Wali Kota Edi Kamtono Teken MoU Yankes

Berita

Sadis! Seorang Ibu di Simalungun Aniaya Anak Dibawah Umur

Asahan

Vidio Conferance Gubsu Dengan Kepala Daerah se-Sumatera Utara

Berita

Babinsa Koramil 16/Tapung Kodim 0313/KPR Buka Turnamen Sepak Takraw Se Tapung Raya

Berita

POLRES BATANG GELAR OPRASI GABUNGAN YUSTISI PENANGGULANGAN COVID – 19

Berita

JELANG PILKADA, BUPATI ASIP AJAK WARGA JAGA KEHARMONISAN.

Berita

Tata Kelola Diri Untuk Keselamatan Semua

Arsip

Cemburu Pacar Diajak Karaoke, Pria Ini Tusuk Temannya Hingga Tewas