kompasnasional.com | MEDAN – Lokasi perjudian “Golden Game” merupakan judi Micky Mouse versi baru dan mesin ikan yang beroperasi di Jalan Danau Singkarak Kecamatan Medan Barat.
“ini baru 2 hari buka. Pemilik tempat ini berinisial BK bang, kebetulan bos keluar kota. Tinggalkan No Hp aja bang,” Ujar pria yang berambut cepak yang tak mau menyebutkan namanya, Kemarin (11/6/2017).
Menurut keterangan warga setempat, arena judi beberapa hari lalu telah buka.
“Baru 2 hari buka tempat itu, bang. Ramai yang datang dari pengusaha-pengusaha dan warga Tionghua sekitar yang main,” Kata warga berinisial (CH).
Beroperasinya Golden Game disinyalir tidak mengantungi izin dari pihak terkait. Apa lagi tak jahu dari lokasi berdiri rumah ibadah mesjid dan gereja serta tepat lokasi padat penduduk.
“Warga sini keberatan ada judi ditempat itu. Apa lagi pengaruh negatif yang akan ditimbulkan dari tempat judi itu,” Sebut, warga meminta identitasnya dirahasiakan.
Atas informasi tersebut, wartawan langsung melakukan penelusuran ke lokasi. Terlihat, sekitar 8 mesin tampak menyala di lantai dasar serta di lantai dua yang dimainkan puluhan pengunjung semuanya orang dewasa.
Dari pantauan di lokasi, sebelum dapat memainkan mesin, pemain terlebih dahulu harus menukarkan uang kontan, lalu kasir-kasir akan mengisikan poin di mesin permainan menurut nilai tukar yang sudah ditentukan.
Apabila pemain menang, poin dapat kembali ditukarkan dengan uang setelah melalui beberapa proses. Dan bila dilihat dari karamaian dan penukaran uang oleh pemain di Golden Game. Perhari omsetnya bisa mencapai puluhan juta rupiah.
“Kalau menang poinnya ditukar dengan uang, meski ada barang yang dipajangkan pengusaha, itu hanya modus guna mengelabui polisi. Andai pemain membawa modal Rp 1.000.000 di kali puluhan orang. Diketahui ada yang kalah sampai puluhan juta, bisa ketagihaan dibuat permianan itu,” Kata seorang pemain mengaku warga Jalan Skip, tidak jauh dari Golden Game.
Pengelola Golden Game sedang tidak berada ditempat, hingga konfirmasi tidak berhasil. Namun, dua pria berambut cepak mengaku berjanji akan menyampaikan pada atasannya.
“Nanti saya sampaikan keatasan bang. Kalau saya hanya mengawas saja disini. Bos lagi keluar kota” Sebut pria berambut cepak tadi.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Sandy Nugroho ketika dikonfirmasi melalui seluler perihal keberadaan Golden Game lokasi judi mesin yang dibungkus dengan modus permainan hingga berita diturunkan belum memberikan keterangan, (12/6/2017).
Dari lokasi terlihat permainan di Golden Game menggunakan mesin seperti tembak ikan, tebak buah, tembak raksasa dan mesin mirip rolex diseludupkan dari Negara China. Untuk memainkan permainan tersebut tidak diperlukan kemampuan khusus dan biasanya pengusahanya akan memampangkan izin permainan ketangkasan dari Dinas Pariwisata setempat.
“Segala bentuk perjudian dilarang. Apa lagi lokasi tersebut tak jauh dari tempat ibadah,” Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Rina Ginting mengatakan dengan enteng.
“Saya akan teruskan informasi ini ke Polrestabes Medan. Terimaksih atas informasinya,” Ujar juru bicara Kapoldasu ini (Om-Vigny) (mdswr|ca)





