Viewer: 925
0 0

Home / Travel

Selasa, 28 Juli 2020 - 09:52 WIB

Mulai 1 Agustus 2020, Penerbangan Asal Indonesia dan Malaysia Dilarang Masuk Kamboja

Viewer: 926
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 54 Detik

Kompasnasional | Kamboja melarang semua penerbangan asal Malaysia dan Indonesia mulai 1 Agustus ini.

Kebijakan ini dilakukan Kamboja untuk menahan penyebaran Covid-19.

Menurut laporan Khmer Times dari New Straits Times, kebijakan tertuang dalam surat Kementerian Kesehatan kepada Perdana Menteri Hun Sen pada Sabtu (25/7/2020).

Sementara ini surat rekomendasi itu melarang penerbangan menyusul keputusan dalam rapat Kementerian Kesehatan.

Adapun alasannya, negara ini telah mencatat 23 kasus baru Covid-19.

Larangan bertujuan menghentikan penyebaran virus corona.

Lantaran Kamboja akan merayakan liburan Tahun Baru Khmer selama empat hari.

Acara ini harusnya berlangsung pada 13 April silam, namun ditunda hingga 17 Agustus mendatang.

The Times melaporkan bahwa kurang lebih 108 kasus Covid-19 di Kamboja merupakan penumpang dari penerbangan Malaysia dan Indonesia.

Adapun 55 di antaranya sempat berhenti di Malaysia.

Baca Juga  Ini Kabar Terbaru Destinasi Super Prioritas Danau Toba

Surat itu menyatakan bahwa Hun Sen telah menyetujui larangan penerbangan hingga Komite Covid-19 mengizinkan penerbangan dimulai kembali.

Hampir semua penumpang yang positif Covid-19 merupakan warga Kamboja yang terbang dari Rusia dan Timur Tengah namun transit di Malaysia.

Mereka terkunci di Rusia dan Timur Tengah dalam jangka waktu yang lama.

Keputusan penangguhkan penerbangan dari Malaysia dan Indonesia terjadi setelah Negeri Jiran menilai bahwa Kamboja berpotensi menjadi klaster Covid-19 dalam penerbangan.

Pengumuman ini juga datang di hari yang sama ketika Kamboja mengonfirmasi adanya 8 kasus corona yang melibatkan penumpang dari dua penerbangan berbeda asal Indonesia.

Kamboja pada Sabtu (25/7/2020) mencatat 23 kasus impor baru, sehingga kini jumlahnya mencapai 225.

Menlu dan juru bicara Kementerian Kesehatan, Or Vandine dalam pernyataannya mengatakan 8 kasus positif itu terdiri dari empat warga Kamboja dan 4 Indonesia.

Baca Juga  Patung Replika Merlion (Singapura) Menjadi Daya Tarik Di Pemandian Sungai Hijau Tiga

Mereka tiba di ibukota Komboja, Phnom Penh pada 23 Juli lalu.

Dia menambahkan bahwa 199 penumpang lainnya dari dua penerbangan itu dikarantina selama 14 hari, di sejumlah pusat karantina di ibukota.

Vadine menambahkan, terdapat 15 kasus baru yang bersumber dari seorang pria Kamboja

Dia kembali ke negaranya pada 19 Juli dari Rusia dan Mesir, dengan penerbangan lanjutan di Malaysia.

“Sampel dari 15 pria Kamboja diuji untuk ketiga kalinya (oleh Pasteur Institute of Cambodia), dan hasil yang dirilis pada hari Jumat menunjukkan bahwa mereka positif Covid-19,” katanya.

Kini semua pasien positif itu telah dirawat di sejumlah rumah sakit rujukan pemerintah.

Sejauh ini Kamboja mencatat 225 kasus infeksi dengan nol kematian dan 143 pasien sembuh.(TN/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Batu Stalagtit dan Stalagmit yang Indah di Gua Kampret-KompasNasional

Arsip

Batu Stalagtit dan Stalagmit yang Indah di Gua Kampret

Daerah

“WOW” Pengunjung Sungai Gelombang Sipungguk Membludak. Kadis Zulia Darma : Tetap Waspada dan Menerapkan Prokes Covid 19
Bule Berjemur Pakai Bikini Jadi Polemik di Padang-kompasnasional

Arsip

Bule Berjemur Pakai Bikini Jadi Polemik di Padang

Travel

Syarat Perjalanan Darat Hingga Udara Selama PPKM Darurat

Travel

Ini Kabar Terbaru Destinasi Super Prioritas Danau Toba

Travel

Libur Panjang Akhir Oktober, Penumpang Pesawat Bisa Naik 110 Ribu

Berita

Gubsu Berjanji Akan Dukung Kemenpar Majukan Danau Toba

Berita

Jumlah Wisatawan Mancanegara ke Sumut Naik 8,10 Persen