Home / Hiburan

Jumat, 19 Maret 2021 - 11:45 WIB

Menohok, Begini Tanggapan Eks Kader Demokrat Pasek Suardika Soal Curhatan SBY

Viewer: 396
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 36 Detik

Kompasnasional l Tulisan dan Video podcast Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) berjudul ‘Kebenaran dan Keadilan Datangnya Sering Terlambat, Tapi Pasti’, terus mendapatkan tanggapan. Kali ini, mantan Kader Partai Demokrat I Gede Pasek Suardika yang memberikan komentar menohok.

“Cocoknya itu ditempelkan untuk Mas Anas Urbaningrum bukan di SBY menurut saya. Tetapi Mas Anas nggak cengeng,” ujar Gede Pasek Suardika kepada SINDOnews, Jumat (19/3/2021).

Pasek mengatakan, Anas Urbaningrum (AU) tetap tegar menjalani dengan tirakat yang ketat. “Sebab ketidakbenaran dan ketidakadilan yang didapat AU selama ini justru karena ada kontribusi langsung dan tidak langsung dari SBY ketika berkuasa dan mengambil alih Demokrat menjadi properti keluarga,” kata Pasek.

Diketahui, tulisan curhat yang dibuat pada 15 Maret 2021 itu ditayangkan di media sosial Facebook, Youtube SBY, dan akun Instagram istrinya, Ani Yudhoyono in Memoriam. SBY dalam curhatannya itu dinilai masih menggunakan gaya politik playing victim atau bersikap seolah-olah jadi korban.

Baca Juga  Dunia Kembali Berduka, Penyanyi Legendaris Prince Meninggal

Saya melihatnya model curhat kali ini mencoba gaya playing victim model baru setelah model Drama Korea (Drakor) gagal total. Kalau kembali model buat lagu juga sudah tertinggal, sehingga mencoba dengan gaya puisi,” kata Pasek.

Pasek mengaku tidak tahu apakah publik masih terhipnotis atau sudah kebal dengan manuver gaya belas kasihan seperti SBY itu. “Kalau saya yang pernah kena prank saat KLB di Bali sudah tidak mempan lagi. Saya sih yakin publik sudah tidak mempan lagi. Paling yang terenyuh dan sedih tinggal para abdi dalem yang mengabdi dan belum pernah jadi korban prank langsung,” tutur Pasek.

Baca Juga  Rumah Berhantu di Taiwan Ini Dijual, Harganya Rp 6,4 Miliar

Namun, diakui Pasek, sebagai sebuah karya seni puisi, tulisan Curhat SBY itu tentu harus tetap diapresiasi walau pesannya tidak pas. “Karya lagu, Drakor, Puisi untuk menyentuh rasa iba dan belas kasihan publik dari orang yang selama ini menjadikan properti publik Parpol sebagai properti keluarga sendiri, akan sulit diterima oleh mereka yang masih punya akal sehat,” kata Pasek.

“Tapi kita lihat saja masih ada berapa yang menangis kasihan setelah mendengar dan membaca puisi tersebut,” pungkas Pasek. (SN/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Ngedance Di Konsernya, Personel Lyla Sempat Ditertawakan Istri

Berita

Kostum Baru ‘Avengers: Infinity War’ Lebih Menarik
Tempat Karaoke dan Rental PS Juga 'Haram' Beroperasi di Aceh Selama Ramadan-KompasNasional

Arsip

Tempat Karaoke dan Rental PS Juga ‘Haram’ Beroperasi di Aceh Selama Ramadan

Arsip

Anak Ustaz Arifin Ilham Nikahi Wanita Keturunan Tionghoa
Selfie di Pesawat, Keluarga Ini Tak Sadar Ada Penampakan Cantik di Belakangnya-KompasNasional

Arsip

Selfie di Pesawat, Keluarga Ini Tak Sadar Ada Penampakan Cantik di Belakangnya

Arsip

Foto Perdana Bayi Perempuan Chelsea – Glenn Alinskie, Nggemesin!

Arsip

Kendala Biaya, Keluarga Bingung Makamkan Jenazah Yana Zein

Hiburan

Viral Surat Pacaran Pakai Meterai 6000, Ini Isinya!