Home / Berita / Daerah / Hiburan / Reviews

Sabtu, 3 Maret 2018 - 11:42 WIB

Perayaan Cap Go Meh di Padang Memukau Warga

Viewer: 759
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 49 Detik

KompasNasional.com, Padang ||Ribuan warga dari berbagai kalangan terlihat memadati kawasan Nipah, Kota Padang, Sumatera Barat, Jumat 2 Maret 2018. Mereka menyaksikan perayaan Cap Go Meh.

Berbagai atraksi ditampilkan dalam perayaan Cap Go Meh 2018 ini. Penampilan barongsai dari sejumlah marga Tionghoa hingga aksi sepasan berupa semacam iringan berkepala naga dan berbadan papan berkursi yang akan diduduki oleh puluhan anak kecil, yang pernah mendapatkan penghargaan kelas dunia, Guinness World Records.

Kemudian, tradisi membawa kio, dan sejumlah aksi tari naga, yang turut dipertunjukkan para personil Brimob Kepolisian Daerah Sumatera Barat. Ada juga atraksi wushu, pentas singa peking, dan pawai kuda api.Juga ada iring-iringan pawai yang dimulai di Jalan Batang Arau, tepatnya di Jembatan Siti Nurbaya. Kemudian menuju ke Jalan Nipah – Jalan Hos Cokroaminoto – Jalan Niaga dan berakhir di Kalan Kelenteng.

Baca Juga  Seorang Nelayan Hilang Diseret Buaya

Salah seorang tokoh masyarakat Tionghoa di Padang, Albert menjelaskan, perayaan Cap Go Meh 2018 ini tidak hanya diikuti keturunan Tionghoa di Padang, tapi juga diikuti oleh keturunan Tionghoa dari berbagai daerah di luar Sumatera Barat.

“Perayaan Cap Go Meh ini diharapkan dapat menjadi bahagian dari agenda pariwisata rutin Pemko Padang, sebab ada banyak mamfaatnya dalam mendorong kemajuan di bidang pariwisata,” ujar Jumat 2 Maret 2018.

Ia mengatakan, perayaan ini juga memperlihatkan nilai-nilai kebhinekaan di Kota Padang. Semua berbaur merayakan Cap Go Meh yang dilaksanakan pada peringatan Imlek 2569 ini.Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit mengatakan, hampir seluruh acara yang digelar keturunan Tionghoa di Padang mendapat perhatian yang besar dari berbagai orang. Sehingga mampu mendatangkan wisatawan.

Baca Juga  Masih kena sanksi AS, Kopassus atraksi gigit ular hingga putus di depan Menhan AS

“Acara ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sumbar. Apalagi saat ini tercatat 2.500 orang wisatawan nusantara yang datang ke Sumatera Barat,” ujarnya.

Ia mengatakan, budaya merupakan kekuatan terbesar dalam perkembangan bangsa. Dalam RPJM Provinsi Sumatera Barat 2016-2021, pemerintah daerah telah menyusun program yang difokuskan pada pembangunan masyarakat madani dan sejahtera.Kata dia, perkembangan pariwisata menjadi magnet dalam kemajuan perekonomian di suatu daerah. Daya tarik alam dan budaya diprioritaskan dalam mendukung kemajuan pariwisata di Sumatera Barat.

“Keanekaragam budaya merupakan aset pariwisata yang berharga sama dengan sumber daya alam yang dimiliki, ini juga mempunyai mamfaat ekonomi besar bagi daerah. Sebab itu diharapkan, keberagaman bukan melemahkan, tapi menjadi kekuatan dalam mempersatukan bangsa atau daerah.” ujarnya.(Kumparan/TR)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Diusir Polisi, Satu Keluarga Asyik Makan Lesehan Layaknya Piknik di Jalan Tol

Berita

Keluarga Gus Dur Deklarasi Dukung Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019

Berita

Sekda Provinsi Kalbar Uji Kompetensi 3 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Berita

Marudut Sitinjak Dilantik Jadi Sekda, Vandiko Gultom: Pelantikan Pejabat Baru Hal Lumrah

Berita

Pemko Psp Gelar Upacara HUT RI Ke-75 Dengan Penuh Khidmat

Arsip

Terkait Visi Misi Bupati Gayo Lues Masyarakat Porang Sedah Menjalankan Pola 1821

Berita

Biasakan Gemar Membaca, Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns Ajak Anak-Anak Perbatasan Membaca Di Pos Pamtas.

Berita

Forkopimda Kabupaten Melawi Lakukan Peninjauan dan Pengecekan Langsung Pelaksanaan Pilkades di 3 Desa Berbeda