Kompas Nasional l PEMATANGSIANTAR-Sebagai salah satu sekolah yang menyandang Sekolah Pusat Keunggulan (SMK-PK) SMK Negeri 3 Pematangsiantar memberikan pelayanan yang terbaik kepada para peserta didiknya. Hal ini dibuktikan dengan digelarnya Ujian Akhir Sekolah (UAS) Tahun Pelajaran 2021-202 Berbasis Komputer ataupun Android untuk peserta didik kelas XII. Pada kegiatan ujian sekolah tersebut dilaksanakan mulai hari Senin18 April 2022 sampai dengan hari Sabtu 25 April 2022.
“UAS berbasis android sangat penting saat ini. Di era revolusi teknologi 4.0 dimana perkembangan teknologi yang semakin canggih. Sehingga kita harus sudah meninggalkan pola-pola konvensional yang tidak efisien”.kata Kepala SMK Negeri 3 Pematangsiantar, Nurmaulita.S.Pd, M.Si. Selasa,(19/4/22).
Lebih lanjut Nurmaulita mengatakan, Jika biasanya ujian menggunakan kertas, maka tahun ini SMK Negeri 3 memakai komputer dan smartphone berbasis android milik masing-masing siswa. Dengan total jumlah peserta ujian kelas XII 506 peserta yang di bagi menjadi dua sesi yakni pagi dan siang. Pagi dari pukul 7.30 sampai pukul 08.30. Siang dari pukul 10.00 sampai 11.00.
Adapun tujuan menggunakan sistem android menurut Nurmaulita yaitu untuk meminimalisir kecurangan atau kebocoran soal yang sering terjadi pada saat ujian, mencegah keterbatasan soal, kerusakan pada soal sehingga tidak keluarnya hasil setelah diperiksa.
Selain itu lanjutnya, ujian dengan sistem komputer atau android lebih praktis, lebih gampang dan membuat peserta ujian lebih fokus. Dengan sistem itu juga lebih menghemat waktu karena tidak perlu lama-lama mengisi lembar jawaban, tidak perlu menghapus kalau ada yang salah.
“Sebagian besar beberapa sekolah didaerah lain, UAS sudah dilaksanakan tanpa kertas berbasis jaringan intranet. Dengan menerapkan UAS online Android berbasis internet ini maka akan lebih efisien, efektif dan ekonomis”. ujarnya.
Sementara siswa yang tidak memiliki smartphone, kata Nurmaulita, tetap bisa ikut ujian sekolah dengan menggunakan komputer yang sudah tersedia di laboratorium komputer lengkap dengan jaringan Wi-Fi. Untuk pengerjaannya sama seperti berbasis android.
“Disamping hemat, tidak lagi butuh kertas, pensil, juga lebih efisien memudahkan para guru mengoreksi lembar jawaban siswa. Sistem komputer akan otomatis menunjukkan nilai siswa tersebut,” ungkapnya.
Untuk teknis pengerjaan soal, siswa akan login terlebih dahulu ke server sekolah. Lalu mengerjakan soal dan klik jawaban yang dianggap benar. Masing-masing siswa akan memiliki akun untuk mengerjakan soal mata pelajaran yang diujikan.
“Saat ini ujian sudah berjalan dua hari, namun terkadang masih ada kendala di jaringan. Harapan kita ujian berbasis android ini berjalan sukses sampai selesai. Semoga semua siswa lulus 100 persen “.tutupnya.
Toni Tambunan.






