Home / Berita / Nasional / Reviews

Kamis, 12 Juli 2018 - 11:08 WIB

Mantan Teroris Minta Polisi Awasi Jual Beli Bahan Kimia di Surabaya

Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan (kiri) dan Ali Fauzi (kanan), mantan teroris dan ahli merakit bom yang bertobat menerima penghargaan Honorary Police dari Polda Jabar. Foto KORAN SINDO/Agus W

Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan (kiri) dan Ali Fauzi (kanan), mantan teroris dan ahli merakit bom yang bertobat menerima penghargaan Honorary Police dari Polda Jabar. Foto KORAN SINDO/Agus W

Viewer: 661
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 12 Detik

KompasNasional.com – Ali Fauzi Manzi, mantan teroris yang juga adik Bomber Bali, Amrozi, mengingatkan polisi untuk lebih ketat mengawasi aktivitas jual beli bahan kimia di Surabaya.
Karena menurut dia, banyak teroris perakit bom yang mendapatkan bahan bakunya di Surabaya.

“Kakak saya Amrozi, mendapatkan bahan pembuatan bom 10 ton dari Surabaya. Dia kirim ke berbagai daerah,” katanya saat menjadi pembicara dalam forum diskusi peliputan isu terorisme di Surabaya, Rabu (11/7/2018).
Polisi, sambung dia, setidaknya bisa melakukan profiling pembeli bahan kimia di Surabaya, serta peruntukan bahan kimia tersebut.

Baca Juga  Manunggal Dengan Rakyat, Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 645/Gty Bantu Warga Perbatasan dalam Pembuatan Bak Penampung Air Bersih

“Jadi polisi perlu mengawasi secara ketat jual beli bahan kimia di Surabaya,” ujarnya.

Bukan tidak mungkin pula, bahan bom yang diledakkan di 3 gereja dan Markas Polrestabes Surabaya beberapa waktu lalu juga dibeli dari Surabaya sendiri.
Selain bahannya mudah didapat, cara membuatnya juga mudah. Bahkan merakit bom lebih mudah dari membuat layang-layang.

“Kalau layang-layang harus ada proses balancing dan sebagainya. Tapi bom tidak, sangat mudah bagi saya. Lebih mudah dari membuat layang-layang,” ungkapnya.
Dia menegaskan, ancaman teror bom bisa terjadi di manapun di Indonesia, karena jaringan terorisme bergerak di bawah tanah di semua daerah.

Baca Juga  Tingkatkan Kemampuan, Sat Sabhara Polresta Pontianak Laksanakan Latihan Dalmas.

“Tidak ada yang menjamin suatu daerah bisa aman dari ancaman bom. Polisi saja tidak bisa menjamin,” tegasnya.

Ali Fauzi adalah mantan kombatan dan mantan pentolan Jamaah Islamiyah Jawa Timur. Dia sempat dipenjara setelah terbukti terlibat dalam rangkaian peledakam bom di tanah air.

Kini dia berbalik arah menjadi pendamping mantan teroris di Yayasan Lingkar Perdamaian. (Kompas/TR)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Bupati Samosir Secara Resmi Membuka Kegiatan Promosi Pembudayaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Di Kabupaten Samosir Sebagai Lokus 2021

Berita

Hari Kedua Pasca Libur Tahun Baru, Perkantoran Pemkab Samosir Sepi

Berita

Kepala SD Di P.Sidimpuan Lapor Polisi, Atap Sekolah Dicuri Dan Mobiler Dirusak

Arsip

Petugas Dishub Dikeroyok, Ahok Bilang “Cari Orangnya dan Pidanakan”

Berita

Gubernur Kalbar Memantau Kegiatan Vaksinasi Masal Para Pembalap Kalbar

Arsip

Firza Husein dan Kak Emma Kompak Bela Rizieq Syihab

Berita

Syarifah Adriana Raih Karya Bhakti Satpol PP Satu Dari Kota Se Indonesia

Berita

Bantu Ringankan Beban Warga, Pemkot Pontianak Gelar Pasar Murah