Home / Berita / Nasional / Reviews

Kamis, 12 Juli 2018 - 11:08 WIB

Mantan Teroris Minta Polisi Awasi Jual Beli Bahan Kimia di Surabaya

Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan (kiri) dan Ali Fauzi (kanan), mantan teroris dan ahli merakit bom yang bertobat menerima penghargaan Honorary Police dari Polda Jabar. Foto KORAN SINDO/Agus W

Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan (kiri) dan Ali Fauzi (kanan), mantan teroris dan ahli merakit bom yang bertobat menerima penghargaan Honorary Police dari Polda Jabar. Foto KORAN SINDO/Agus W

Viewer: 672
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 12 Detik

KompasNasional.com – Ali Fauzi Manzi, mantan teroris yang juga adik Bomber Bali, Amrozi, mengingatkan polisi untuk lebih ketat mengawasi aktivitas jual beli bahan kimia di Surabaya.
Karena menurut dia, banyak teroris perakit bom yang mendapatkan bahan bakunya di Surabaya.

“Kakak saya Amrozi, mendapatkan bahan pembuatan bom 10 ton dari Surabaya. Dia kirim ke berbagai daerah,” katanya saat menjadi pembicara dalam forum diskusi peliputan isu terorisme di Surabaya, Rabu (11/7/2018).
Polisi, sambung dia, setidaknya bisa melakukan profiling pembeli bahan kimia di Surabaya, serta peruntukan bahan kimia tersebut.

Baca Juga  Pimpin Apel Gabungan, Erlina Berharap ASN Tingkatkan Kinerja

“Jadi polisi perlu mengawasi secara ketat jual beli bahan kimia di Surabaya,” ujarnya.

Bukan tidak mungkin pula, bahan bom yang diledakkan di 3 gereja dan Markas Polrestabes Surabaya beberapa waktu lalu juga dibeli dari Surabaya sendiri.
Selain bahannya mudah didapat, cara membuatnya juga mudah. Bahkan merakit bom lebih mudah dari membuat layang-layang.

“Kalau layang-layang harus ada proses balancing dan sebagainya. Tapi bom tidak, sangat mudah bagi saya. Lebih mudah dari membuat layang-layang,” ungkapnya.
Dia menegaskan, ancaman teror bom bisa terjadi di manapun di Indonesia, karena jaringan terorisme bergerak di bawah tanah di semua daerah.

Baca Juga  Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns Bersinergi Dengan Aparat Terkait Dan Masyarakat , Gotong-royong Bersihkan Rumah Warga Akibat Tertimbun Longsor.*

“Tidak ada yang menjamin suatu daerah bisa aman dari ancaman bom. Polisi saja tidak bisa menjamin,” tegasnya.

Ali Fauzi adalah mantan kombatan dan mantan pentolan Jamaah Islamiyah Jawa Timur. Dia sempat dipenjara setelah terbukti terlibat dalam rangkaian peledakam bom di tanah air.

Kini dia berbalik arah menjadi pendamping mantan teroris di Yayasan Lingkar Perdamaian. (Kompas/TR)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Tiang Pancang Dermaga Desa Sebubus Terlihat Miring Apakah Sudah Sesuai Speksifikasi Teknis…?

Berita

Warga Tasikmalaya yang Keracunan Massal Dirawat di Madrasah dan RS

Berita

Sambut HGN ke 76, Disdik Siantar Gelar Kompetisi Guru Kreatif, Inovatif Berbasis Digitalisasi

Berita

PLN UP3 Ketapang Gencar Laksanakan Sosialisasi Dan Tingkatkan Kepedulian Masyarakat Terhadap Keselamatan Ketenagalistrikan

Berita

Pasca Ledakan Bom Di Makasar, Kapolres Kubu Raya Datangi Gereja-Gereja

Berita

Wali Kota Edi Kamtono Apresiasi Kepedulian Warga Dirikan Pos Karhutla

Berita

Andre Rosiade: PPN 12% Inisiatif PDIP, Jangan Lempar Batu Sembunyi Tangan!

Berita

Babinsa Matan Hilir Selan, Jajaran Kodim 1203/Ktp, Hadiri Sosialisasi Penggunaan Aplikasi Silacak.