Petugas Dinas Perhubungan dan Transportasi dikeroyok orang tidak dikenal di Terminal Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (13/9) sekitar pukul 10.15 WIB. Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, meminta kasus pengeroyokan tersebut diusut kepolisian.
“Saya sudah instruksikan mereka, untuk cari orangnya dan tetap harus dipidanakan,” tegas Ahok, sapaannya, di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (14/9).
“Kita kan negara hukum. Kalau berbuat salah ya polisi akan menindak. Serahkan ke polisi saja,” sambungnya.
Ahok menduga anak buahnya dipukuli karena beberapa pelaku menolak bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dipindah dari terminal.
“Mereka enggak mau pindah, kita tegaskan pindah. Kalau pukul ya kita proses hukum,” jelasnya.
Terpisah, Kepala Dishubtrans DKI Jakarta Andri Yansah mengatakan pengeroyokan dilakukan oknum Perusahaan Otobus (PO) yang menolak trayek yang dipindahkan ke terminal Pulogebang.
“Saya sudah tahu kejadian tersebut dan koordinasi dengan Pak Gubernur serta Ditlantas. Jadi intinya kan pengalihan. Trayek Jawa Tengah, Jawa Timur dari Pulogadung ke Pulogebang. Sebagian (PO) masih belum mau,” kata Andri saat di konfirmasi melalui sambungan telepon.
“Sebenarnya untuk PO nya sendiri sudah mau. Kemarin ada yang coba-coba masuk. Kalau enggak salah (PO) Kurnia atau apa gitu. Sudah dihalang sama petugas kami. Mereka sudah mau keluar, ditahan sama calonya. Dipukul botol segala macem. Yang namanya dipukul begitu anggota saya juga melawan kan,” lanjut dia.
Kasus ini sudah ditangani Mapolres Metro Jakarta Timur serta Polsek Pulogadung. Agar kasus tersebut tidak terjadi kembali, Dishubtrans DKI hari ini akan menggelar operasi di Terminal Pulogadung.
“Pak Gubernur (Ahok) minta pidanakan. Pelaku dicari dan minta polisi dipidanakan, itu permintaan pak gubernur. Kami lakukan tindakan di terminal (Pulogadung) operasi lintas jaya. Semuanya ditindak, premannya, busnya, sekarang (hari ini),” tandas Andri.
Diketahui, Selasa (13/9) pukul 10.15 WIB seorang petugas Dishubtrans DKI Jakarta bernama Bambang Sutrisno (38) mengalami luka memar di bagian kepala belakang dan lengan kanan akibat dikeroyok beberapa oknum. Pengeroyokan tersebut terjadi pada saat korban hendak mengusir bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang masih ngetem di dalam terminal (mdk|dwk)







