Home / Berita

Sabtu, 1 April 2023 - 11:55 WIB

Kronologi Siswa SMA Bogor Dikeroyok di Asrama, Diawali Tuduhan Pencurian

Viewer: 332
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 5 Detik

Bogor, Jejaknasional.com- Seorang siswa kelas X di sebuah SMA boarding school di Kabupaten Bogor, dikeroyok oleh teman dan senior di asrama. Pengeroyokan itu diawali tuduhan pencurian terhadap korban.
Ayah korban, Fahrurozi mengatakan anaknya itu baru 6 bulan tinggal di asrama. Selain anaknya, ada juga teman anaknya yang juga dikeroyok oleh 8 pelaku.

Pengeroyokan ini bermula ketika salah satu siswa kehilangan uang. Singkatnya, kejadian itu berujung kepada tuduhan pencurian terhadap korban

“Nah yang jadi sebab anak saya dianiaya, korban pertama dan anak saya itu dituduh melakukan pencurian. Yang jadi berat berpikirnya, pencurian itu sudah terjadi sebelum anak saya ada di situ,” kata Fahrurozi saat dihubungi detikcom, Jumat (31/3/2023) malam.

Hingga pada Sabtu (18/2) sekitar pukul 23.00 WIB, korban dipanggil oleh salah satu pelaku. Dia kemudian diajak ke sebuah ruangan yang ternyata adalah sebuah gudang.

Baca Juga  Gubernur Sutarmidji Yakin Kalbar Mampu Tingkatkan Kualitas Destinasi Wisata

Di sana, sudah ada teman korban. Korban dan temannya itu kemudian diinterogasi oleh 8 pelaku.

“Mereka, pelaku melakukan interogasi ke anak saya yang mana malam itu anak saya kan enggak merasa mengambil ya atau nggak melakukan, jadi dia bertahan sampai dia dipukulin,” katanya.

Korban dipaksa terus-terusan untuk mengakui pencurian yang tidak dia lakukan. Karena tidak kuat lagi menahan pukulan para pelaku, ia terpaksa mengaku.

“Setelah dia dipukulin dan anak saya merasa terancam nyawanya dia akhirnya terpaksa mengaku, bahwasanya dia mengaku mencuri,” katanya.

Namun, pengakuan mencuri itu tak berarti apa-apa. Korban justru tambah dikeroyok habis-habisan hingga babak belur.

“Sayangnya lagi, setelah dia mengaku mencuri malah dikeroyok oleh 8 orang itu. Pertama ada tiga orang bergantian, kemudian sisanya gantian mukul dan ramai-ramai,” jelasnya.

Siswa SMA boarding school di Sentul, Kabupaten Bogor, dikeroyok oleh teman sekelas dan seniornya. Salah satu pelaku disebut-sebut merupakan anak dari seorang pengacara

Baca Juga  Kepala staf Korem (Kasrem) 121/Abw pimpin apel gabungan.

“Sudah ada beberapa proses itu (mediasi). Jadi kami korban yang memiliki iktikad baik duluan, minta mediasi. Nornalnya kan pelaku yang minta mediasi ya, ini malah kami, korban yang minta dari awal sebelum laporan,” ujarnya.

Pengeroyokan tersebut terjadi pada 18 Februari lalu di dalam asrama sekolah. Pelaku berjumlah 8 orang yang merupakan teman sekelas dan juga beberapa kakak kelas korban yang juga tinggal di asrama.

“Pelaku 8 orang. Dari pengakuan pelaku utama itu ada 8 orang. Jadi pelaku yang satu kelas dengan anak saya itu 4 orang, anak saya kan kelas X, terus kelas XI ada 3 orang, kelas XII 1 orang. Jadi total 8 orang,” ungkap Fahrurozi.

Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka parah di hidung hingga harus menjalani operasi. Tulang hidung korban hancur usai penganiayaan.

(Dm/Dtk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Asahan

Panen Turun Harga Anjlok, Petani Sawit Padang Lawas Menjerit

Berita

Surprise! Sibuk Angkut Batu, Tiga Prajurit TNI Naik Pangkat

Berita

Wali Kota Pontianak Resmikan Kampung Donor Darah di Kelurahan Saigon

Berita

Tangkal Paham Radikalisme, Pangdam XII/Tpr : Tingkatkan Pengawasan dan Cegah Dini Masyarakat*

Berita

Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns Bersama Murid SD Bersihkan Sekolah Di Perbatasan

Berita

Staf Khusus Presiden Lenis Kogoya Terima Pansus Afirmasi Majelis Rakyat Papua

Asahan

Kecamatan Aek Ledong Adakan Upacara HUT Korpri Dan PGRI

Berita

Perpustakaan Daerah Kabupaten Samosir Kembali Buka Layanan dengan Protokol Baru