Home / Berita

Senin, 9 Desember 2024 - 15:21 WIB

KPK Pamer Stranas PK Naikkan Pendapatan Negara dari Sektor Sawit-Tambang

Ketua KPK Sementara Nawawi Pomolango

Ketua KPK Sementara Nawawi Pomolango

Viewer: 302
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 32 Detik

Jakarta, JejakNasional – Ketua sementara KPK Nawawi Pomolango memaparkan capaian Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) tahun 2023-2024. Dia mengatakan Stranas PK telah menambah pendapatan negara serta mencegah kebocoran keuangan negara.

Hal itu disampaikan Nawawi dalam peringatan Hakordia 2024 yang digelar KPK dan sekaligus meluncurkan aksi pencegahan korupsi oleh Stranas PK tahun 2025-2026, Senin (9/12/2024). Nawawi menjelaskan Stranas PK akan melakukan 15 aksi pencegahan yang terbagi dalam tiga fokus.

“Meluncurkan rencana aksi pencegahan korupsi 2025-2026 yang terdiri atas 15 aksi yang terbagi dalam tiga fokus, yakni perizinan dan tata niaga, keuangan begara, penegakan hukum, dan reformasi birokrasi,” kata Nawawi.

Baca Juga  Tidak Kordinasi dengan Pusat'New Normal' JR Saragih Jadi Kontroversi

Nawawi kemudian memaparkan pencapaian Stranas PK di bidang pengendalian perizinan sawit dan tambang di lima provinsi. Dia mengatakan Stranas PK telah menambah pendapatan negara.

“Capaian Stranas PK di antaranya Rp 3 triliun penerimaan negara dengan potensi penerimaan negara Rp 30,2 triliun atas pengenaan denda untuk pengendalian perizinan sawit dan tambang di kawasan hutan di lima provinsi,” kata dia.

Stranas PK telah melakukan perbaikan di sektor mineral dan batu bara. Dia mengatakan upaya itu menghasilkan tambahan penerimaan negara Rp 7,7 triliun pada 2023.

“Perbaikan di sektor mineral dan batubara yang dilakukan Stranas PK juga menghasilkan tambahan penerimaan negara sebesar Rp 7,7 triliun pada 2023,” kata dia.

Baca Juga  Peduli Warga Sekitar, Satgas Pamtas Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Rutin Kepada Warga Yang Sakit Menahun

Ada pula aksi Stranas PK yang mencegah kebocoran pengadaan barang dan jasa untuk menekan mark up harga sektor konstruksi sebesar 20 persen. Selain itu, Stranas PK juga telah mengidentifikasi potensi kebocoran anggaran dari subsidi yang tidak tepat sasaran.

“Aksi Stranas PK dalam mencegah kebocoran dalam pengadaan barang dan jasa dengan menekan mark-up harga sektor konstruksi lebih dari 20 persen dengan menggunakan harga rujukan yang transparan,” kata dia.

“Stranas PK mampu mengidentifikasi kebocoran sebesar Rp 14 triliun setahun untuk subsidi listrik dan ketidaktepatan sasaran subsidi LPG 3 kg sebesar Rp 50 triliun,” tambahnya.

(YA/JJN)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Walkot Pontianak : Antisipasi Karhutla, Siagakan Posko Terpadu

Berita

Menejer PLN Persero Teluk dalam Tuhoni Halawa layani keluhan warga tambahkan Tiang untuk pelanggan listrik.

Berita

Lokasi Budidaya Ganja di Polybag Ternyata Rumah Orangtua Mantan Wali Kota Serang

Berita

Humas PT Suci Abadi Terang: Impor 125 Ton Buah Jeruk Mandarin dari Pakistan Sudah Sesuai Prosedur

Arsip

Perempuan Anggota Parpol Indehoi dengan Sopir Selingkuhan di Mobil, Buktinya Tisu Bersperma

Berita

Wakapolda Kalbar Laksanakan Ground Breaking Pembangunan MaPolres Kubu Raya

Berita

Bupati Kapuas Hulu menghadiri Peresmian Gedung Mapolres Yang Baru

Berita

Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Mekanis 643/Wns Bantu Warga Perbatasan Bersihkan Bendungan Air.