Home / Internasional

Selasa, 19 Januari 2021 - 22:23 WIB

Kota Tertua di Benua Amerika Terancam Musnah akibat Virus Corona

Viewer: 429
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 7 Detik

Kompasnasional l Setelah bertahan selama 5.000 tahun, Caral kota tertua di benua Amerika kini terancam musnah akibat efek pandemi virus corona.

Situs arkeologi yang steril dari peradaban manusia modern itu sekarang mulai dirambah warga sekitar.

Mereka mengeklaim, pandemi virus corna membuat tak ada pilihan lain selain menduduki kota sakral itu.

Ruth Shady arkeolog yang menemukan situs Caral di Peru, bahkan mendapat ancaman pembunuhan jika tidak melepas penelitiannya di sana.

Para arkeolog mengatakan ke tim AFP yang mengunjungi Caral, bahwa invasi dan penghancuran liar dimulai pada Maret ketika pandemi berujung pada lockdown nasional.

“Ada orang-orang yang datang merusak situs ini, yang adalah properti negara, dan mereka memanfaatkannya untuk bercocok tanam,” kata arkeolog Daniel Mayta kepada AFP.

“Ini sangat berbahaya, karena mereka menghancurkan warisan budaya berusia 5.000 tahun.”

Caral berlokasi di lembah sungai Supe, sekitar 182 kilometer di utara ibu kota Lima.
Kota ini berkembang antara 3.000-1.800 SM di gurun yang gersang. Caral adalah tempat lahirnya peradaban di Amerika.

Baca Juga  Imam Masjid di New York Ditembak Mati Setelah Shalat Jamaah

Orang-orangnya sezaman dengan Firaun di Mesir dan peradaban Mesopotamia.

Bahkan peradaban Caral lebih dulu eksis dibandingkan Kerajaan Inca yang jauh lebih terkenal pada abad ke-45.

Namun warga tidak peduli dengan fakta-fakta itu. Mereka mengambil alih 10 hektar situs arkeologi Chupacigarro, untuk menanam alpukat, buah-buahan, dan kacang.

Mereka memanfaatkan minimnya pengawasan polisi selama 107 hari lockdown nasional.

“Keluarga-keluarga itu tidak mau pergi,” kata Mayta (36).

“Kami sudah menjelaskan ke mereka bahwa ini Situs Warisan Dunia UNESCO dan yang mereka lakukan pelanggaran berat bisa membuat masuk penjara.”

Caral dimasukkan ke situs Warisan Dunia UNESCO pada 2009. Luasnya 66 hektar dan didominasi 7 piramida batu yang tampak menyala saat disinari matahari.
Peradaban Caral diyakni berjalan damai, tanpa senjata maupun benteng.

Baca Juga  Bom Bunuh Diri di Baghdad, 14 Tewas dan 20 Lainnya Terluka

Situs ini sempat ditutup karena pandemi, dan dibuka lagi pada Oktober dengan harga tiket 3 dollar AS (Rp 42.000).

Selama lockdown, beberapa peninggalan arkeologi dijarah dari Caral. Pada Juli polisi menangkap 2 orang karena merusak sebagian situs yang berisi mumi dan keramik.

Arkeolog diancam mati
Shady adalah direktur zona arkeologi Caral dan sudah menelitinya sejak 1996 saat penggalian dimulai.

Dia mengatakan, para tuan tanah yang menempati tanah negara atau tanah ilegal yang dijual demi keuntungan pribadi, berada di balik invasi itu.

“Kami diancam orang-orang yang memanfaatkan kondisi pandemi untuk menduduki situs arkeologi untuk mendirikan tenda-tenda dan mengolah lahan dengan mesin… menghancurkan semua yang mereka lihat,” kata Shady.

“Suatu hari mereka menelepon pengacara kami, dan berkata kepadanya mereka akan membunuhnya bersama kami dan mengubur kami lima meter di bawah tanah (jika tidak menghentikan penelitian).”. (K/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Mengagumi Kilauan Shah Cheragh, Masjid Kristal Hijau di Iran
Menyusup di Kargo Pesawat Demi Untuk Menjadi Pengemis di Dubai -KompasNasional

Arsip

Menyusup di Kargo Pesawat Demi Untuk Menjadi Pengemis di Dubai
Foto barang bukti sabu

Berita

Polresta Barelang Gagalkan Peredaran 26,5 Kg Sabu

Internasional

Akhirnya, Jack Ma Muncul ke Publik

Arsip

Setelah Tewas, Muncul Karikatur Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Surga

Internasional

Taliban Nyatakan Dukung Trump Menangi Pilpres AS

Arsip

Pemimpin ISIS Baghdadi Sakit Parah Akibat D

Internasional

Krisis Pangan di Korea Utara, Harga Bahan Makan Non-pokok Ikut Meroket, Kopi Sebungkus Rp 1,4 Juta