Kompas Nasional l PEMATANGSIANTAR-Tukang servis payung keliling yang masih ada saat ini berjuang keras di tengah modernisasi. Mereka tak surut menawarkan keahliannya memperbaiki payung-payung yang rusak.
Hal inilah yang dilakonin Nurdin (46). Selama 15 tahun tetap bertahan menjalani profesinya demi menjemput rezeki untuk menyambung hidup.
Dengan menaiki sepeda, menyusuri Kota Siantar. Sembari menawarkan jasanya, warga Karang Sari, Kabupaten Simalungun ini berharap ada pelanggan yang memanggilnya.
Keahlian memperbaiki payung didapatkan Nurdin secara otodidak. Berawal dari bisa memperbaiki payung miliknya sendiri, dia kemudian memberanikan diri untuk keliling menawarkan jasa servis payung.
“Untuk harga servis, saya mengenakan biaya Rp10 ribu sampai Rp15 ribu, itu tergantung tingkat kerusakannya bang, kalau lagi banyak pelanggan setiap harinya bisa bisa mendapatkan Rp90 ribu”. Kata Nurdin. Sabtu (2/4/22) saat bincang-bincang dengan awak media.
Dengan hasil itu Nurdin dapat menafkahi istri dan kedua anaknya hingga membayar sewa rumah.
“Alhamdulillah, dengan jasa yang saya geluti ini bisa untuk mencukupi istri dan kedua anak saya, setiap harinya kami harus wajib nabung Rp10 ribu untuk sewa rumah,” tambah Nurdin disela dirinya mereparasi payung warga.
Nurdin juga mengatakan, di Bulan Suci Ramadhan ini dirnya tetap harus mejalani pekerjaan itu. “walaupun saya mejalani ibadah puasa, saya tetap harus kerja, semoga di bulan suci ramadhan tahun ini Allah SWT memberikan kesehatan dan rejeki yang melimpah”.tandasnya.
Toni Tambunan.







